
Happy Reading
***
Setelah makan siang bersama mereka semua yang baru datang dari kota beristirahat , untung rumah Ayna cukup besar , sebagiannya lagi ada di rumah Nenek yang ada di sebelah rumah Ibu Anna.
" Bu...aku pinjam Ayna nya sebentar ya ".
" Ayo Ay , ikut aku !".
" Kemana?".
" Ikut suamimu saja sana , dan sebaiknya kalian juga beristirahat agar nanti malam terlihat segar ".perintah Ibu ke Ayna yang sedari tadi tak bergerak dari duduknya.
" Iya Bu ". Karena tak sabaran , Abhisek sedikit menarik tangan Ayna. ,," Jangan tarik - tarik apa,Bhi ".
" Cepat sedikit Ay !".
" Mau kemana sih ". " Lah kok malah kesini ". Ayna bingung , Abhi malah mengajaknya masuk ke dalam kamar.
" Ya disinilah, apa kamu aku melakukannya di depan Ibu !". Abhi langsung membuka kaos yang dipakainya, kini Ayna tau maksud Abhi sebenarnya.
" Tunggu , jangan bilang kamu mau minta jatah ".
" Tebakanmu benar sayang ". Abhi meraih tengkuk Ayna dan menciumnya. Ayna berusaha melepaskan ciuman mereka , tetapi tangan Abhi menahan tengkuknya dan tangan satunya meraih pinggang Ayna.
" Lep...lepas Bhi....Hahhh..Hhahh..". Ayna meraup udara sebanyak banyaknya. " Kamu mau aku gak bisa nafas ,terus bisa cari istri baru ya ?".
" Maaf sayang, habis enak sih ".
Bukk...." Tapi ini masih siang Bhi , lagian kan kita masih banyak tamu ". Bukannya menolak ajakan suami tapi Ayna merasa gak enak jika terus berduaan di kamar , melakukan itu kan masih ada malam nanti pikirnya.
Yang tidak Ayna ketahui adalah , bahwa lelaki yang menjadi suaminya itu masih lah sangat muda , setelah merasakan malam pertama itu , Abhisek terus ketagihan , ia sudah menahannya sejak tadi tapi pertahannya tak sekuat itu, apalagi sang istri yang selalu ada disampingnya itu...membuat gairahnya selalu muncul meski hanya sekedar bersentuhan dengan tangan Ayna.
" Mau siang mau malam itu tidak masalah sayang...kita penganten baru wajar jika kita sering melakukannya , dan para tamu tidak ada urusan nya dengan mereka , ini urusan kita berdua sayang, apa kamu mau mereka menonton acara live kita ".
" Dih makin ngaco deh , bukan itu maksudku, kan bisa nanti malam Bhi ".
__ADS_1
" Nanti malam ya nanti malam , tapi untuk saat ini aku mau sekarang sayang, oh ayolah jangan siksa aku , kamu gak lihat nih juniorku sudah tegak lurus ". Abhi membuka celananya di depan Ayna.
" Ihhhhh Abhi , kok dibuka sih ". Ayna reflek menutup mukanya . Abhi terkekeh.
" Ngapain ditutupi , apa kamu lupa tadi pagi aja kamu masih merasakan keganasannya ". Abhi meraih tangan Ayna , wajah Ayna terlihat tapi ia masih memejamkan matanya.
" Buka matanya sayang, biar kamu lebih mengenalnya ". tunjuk Abhi ke arah bawah sana. Ayna terpaksa membuka matanya pelan - pelan."Please...jangan siksa aku , boleh ya ".
" Eemmm apakah sakit jika tidak disalurkan?". tanya Ayna.
" Sangat...sangat sakit sayang , mau ya , sebentar saja kok ..". rayu Abhi....tapi gak janji ,uçap Abhi dalam hati. Ayna mengangguk, kasihan melihat muka suaminya yang terlihat memelas .Dengan gesit Abhi langsung melucuti pakaian istrinya lalu menggiringnya ke atas ranjang.
" Tapi janji , jangan buat banyak tanda lagi , aku malu kalo sampai Ibu lihat lagi ".
" Iya sayang , aku buatnya di tempat yang tak terlihat orang ".
Siang itu Abhi tak menyia - nyiakan kesempatan yang diberikan padanya , seperti malam tadi lagi dan lagi hingga sore menjelang.
Cup " Maaf terlalu bersemangat, kamu tidur saja sebentar biar aku yang menemui mereka ". ,Abhi mencium kening Ayna sambil menyelimutinya, tak ada kata keluar dari mulut Ayna , kerena ia benar - benar lelah , nafasnya terdengar halus tanda ia telah tidur.
Abhisek langsung membersihkan diri dan menemui Papinya. " Pi ".
" Itu Pi , dia baru saja tidur....kelelahan dia Pi ".jawab Abhi sambil mesam - mesem.
" Kamu apain dia Bhi , jangan langsung gaspol gitu Bhi , pelan - pelan masih banyak waktu kok ".
" Gak bisa Pi , bawaannya mau ngamar mulu deh pokoknya ".
" Emang enak ya Bos ?" tanya Aqil yang penasaran.
" Beehhh bukan main Bang , Makanya Bang cepet halalin Valent, biar gak jadi bujang karatan ".
Aqil menghembuskan nafasnya kasar, ia bukan tak mau meminang Valent, tapi ia belum mendapat restu dari mamanya Valent yang ingin punya menantu dari keluarga orang kaya.
Abhi tau itu. " Sabar Bang , nanti aku bantu sama Papi , iya kan Pi ?".
" Iya , Mamanya Valent belum tau kalo kamu bukan sembarang Pria, kamu itu sudah mapan Qil ...jadi Jangan berkecil hati , apalagi kamu bisa memiliki semuanya itu dari hasil kerja kerasmu sendiri, tidak seperti Abhi ".
__ADS_1
" Ehh , kok namaku dibawa - bawa sih Pi ".
" Kan buat contoh doang , gitu aja sewot ".
" Acara nanti malam bagaimana Bang?".
" Aman , semua terkendali , itulah gunanya the power of money , begitu kan Bos ?". kata Aqil disusul gelak tawa Papi Ammar dan Abhi.
Malam pun tiba acara akan segera dimulai...Abhi sengaja mengundang semua warga untuk datang merayakan pesta pernikahannya , itu untuk menunjukkan siapa dia dan juga agar tidak ada yang meremehkan dan merendahkan keluarga Ayna.
Bener saja , semua orang terkagum - kagum dengan dekorasi pelaminan Ayna dan Abhi. Apalagi banyak tersedia makanan disana , bahkan ada beberapa makanan yang tentu saja belum pernah mereka makan.
Ayna sudah selesai didandani kini ia akan berganti pakaian.
" Mbak ih , jangan senyum terus gitu apa ". Sedari tadi si perias itu terus saja tersenyum ketika mendandani Ayna , apalagi setelah Ayna membuka pakaiannya untuk berganti dengan gaun pengantin, makin jelaslah jejak Abhisek bertebaran dimana - mana.
Abhi sialan...menyebalkan ...kenapa makin banyak aja nih tanda....Ayna menahan kekesalannya. " Mbaaakkk ".
" Iya maaf , Saya cuma ke inget waktu jadi penganten baru juga Mbak Ayna , ya gitu nasibnya sama kayak mbak Ayna , saya malah lebih parah dibuly seluruh keluarga besar saya ".
" Sudah Mbak Ayna , sudah selesai...Mbak terlihat cantik sekali , ini karena Mbak Ayna nya yang memang cantik apa karena memang skill saya yang luar biasa ". Mbak perias terkekeh setelahnya.
" Mbak narsis juga ternyata ".
Semua mata tertuju pada sepasang penganten yang duduk di pelaminan ....dan semuanya pun mengakui kecantikan dan ketampanan ratu dan raja sehari itu.
Tangan Abhi menggenggam erat tangan Ayna." Istriku cantik sekali ". bisik Abhi...pipi Ayna jadi merona mendengarnya.
Orang - orang dari kota cantik- cantik dan tampan ya....bisik - bisik warga kampung mengagumi teman - teman Ayna dan Abhi.
Dari jauh , Gandi mengepalkan tangannya............."Seharusnya aku yang duduk disana bukan dia ". ucapnya .
Duhhh Bang Gandi dah kayak lagunya Armada aja ...wk..wk..wk...
Sakitnya tuh disini.....iya Kan Bang Gandi.
Bersambung
__ADS_1
***