I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 54


__ADS_3

Happy Reading


***


PLAKKK........sebuah tamparan mendarat di pipi Ayna .


" Nyonya !!!!".


" Mami !!!!".


ucap Ayna dan Papi Ammar bersamaan. Ayna menatap nanar ibu mertuanya yang tiba - tiba saja menampar tanpa bertanya dahulu.


" Gara - gara kamu anakku terbaring di rumah sakit ". ucap Mami Soraya lantang.


" Mami ...berhenti menyakiti Ayna , dia tidak salah ini kecelakaan !". Papi Ammar memegang tangan Mami Soraya yang akan kembali menampar Ayna.


" Itu salahnya Pi , semuanya salahnya ...kalo saja Abhi tak menolongnya, kalo saja Abhi juga tidak menikah dengannya pasti semua ini tidak akan pernah terjadi ". Mami Soraya kekeh menyalahkan Ayna.


" Kenapa terus menyalahkan takdir Mi , kita manusia biasa hanya bisa menerimanya, lebih baik kita berdoa untuk keselamatan Abhi , daripada Mami marah - marah dan buat keributan di sìni " Papi Ammar menarik tangan istrinya menjauh dari Ayna.


" Maafkan istriku ya Ay , dan kamu juga harus bersabar dan banyak doa ya buat Abhi !". sebelum meninggalkan Ayna , Papi Ammar mengusap kepala Ayna lembut. Ayna mengangguk lemah. ia kembali duduk.


Dokter keluar , memberitahukan bahwa Abhisek koma , Ayna langsung luruh di lantai . Mami Soraya tak kalah shocknya....untung ia tak sampai jatuh , karena Papi Ammar memegangnya.


Setelah menangkan Istrinya Papi Ammar menemui Aqil yang sedari tadi menunggu tak jauh dari sana.


" Cari tau Qil , apa yang sebenarnya terjadi , aku mau malam ini juga mendapat jawabannya!".


" Siap Pak ". Aqil langsung berlalu dari sana , ia juga menghubungi seseorang untuk memudahkan tugasnya.


" Mau kemana kamu ?".


" Mau melihat suamiku ". jawab Ayna.


" Tidak boleh, kamu pulang saja ...pergi kamu dari sini ...pergi !". teriak Mami Seraya.


" Nak pulang lah dulu , biar kami yang menjaga Abhisek ". Papi Ammar langsung berbalik ketika mendengar suara istrinya yang cukup keras.


" Nanti aku kabari kalo istriku sudah pulang ". bisik Papi Ammar.


Ayna menurut , dia juga tidak ingin membuat keributan di rumah sakit, lebih baik mengalah pada Nyonya mertuanya itu , Nanti ia akan kembali lagi kesini, ia juga merasa lelah ditambah kehamilannya , ia harus menjaga kesehatan diri dan bayinya.


" Sudah pergi wanita itu Pi ?" tanya Mami Soraya ketika melihat suaminya masuk ke dalam ruangan Abhi menyusul dirinya .


" Sudah ".


Ini kesempatan ku untuk memisahkan Abhi dengan istrinya , besok aku akan mengurus surat perceraian mereka....selamat tinggal gadis kampung....aku tak akan membiarkan kamu mendekati Abhi lagi ....di otak Mami Soraya sudah terkumpul rencana licik tanpa sepengetahuan suaminya.

__ADS_1


Ayna sudah sampai di rumahnya. Ia langsung memeluk Bi Nani sambil menangis sesenggukan.


" Bi...Mas Abhi Bi ".


" Iya Non , yang sabar ya Non , Bibi hanya bisa mendoakan supaya den Abhi lekas sembuh ".


" Terima kasih doanya Bi....Bibi jangan pulang ya malam ini temani aku !".


" Baik non , nanti Bibi kabari orang rumah , Non sebaiknya membersihkan diri dulu , apa perlu saya siapin air panas Non ?".


" Gak perlu Bi , aku justru butuh air dingin untuk mendinginkan kepalaku ".


" Ya udah sekarang Non mandi , saya siapin makannya ".


Setelah mandi , Ayna duduk termenung di meja makan.


" Non , makan !".


" Tidak lapar Bi ".


" Gak boleh nyiksa diri Non , Non harus sehat agar bisa merawat den Abhi , lagi pula jangan lupakan dede bayi yang ada di perut Non Ayna ".


" Astagfirullahaladzim.....maafkan Bunda sampai melupakanmu sayang , sini Bi aku mau makan , benar kata Bibi aku harus kuat dan sehat ". Ayna mengusap perutnya perlahan.


" Gitu dong Non harus semangat demi debay dan suami , makan yang banyak Non !". Ayna tersenyum dan mengangguk, ia seperti mendapat kekutan baru yang disalurkan oleh Bi Nani.


" Bi , Bibi pulang aja bawa makanan ini buat keluarga Bibi , sayang Bi banyak banget ini , nanti baru Bibi balik lagi kesini !".


Ayna terpaksa larut malam datang ke rumah sakit setelah mendapat pesan dari Papi Ammar kalo Mami Soraya sudah pulang.


" Kamu yakin mau menginap disini Ayna ?".


" Iya emmm...".


" Papi Ayna , panggil Papi ..kamu kan sudah menjadi menantuku ".


" Iya Papi , terima kasih sudah mengijinkan aku untuk menemani Mas Abhi ".


" Jangan berterima kasih, kamu juga berhak atas Abhi karena kamu istrinya ".


" Terima kasih juga sudah mau menerimaku menjadi menantu Papi ".


" Tentu Ay , Papi merestui kalian ...bersabarlah, memang tidak mudah meluluhkan Mami Soraya , jangan patah semangat, Papi selalu mendukung kalian ".


" Emm Pi ,aku mau memberi kabar baik buat Papi !".


" Apa itu Ay ?".

__ADS_1


" Papi akan jadi opa ".


" Wahh benarkah...sebentar lagi aku punya cucu ?". Ayna mengangguk.


" Alhamdulillah, jaga kesehatan ya Ayna , supaya cucuku juga ikut sehat , Papi tinggal dulu, temanilah suamimu !".


Ayna duduk di samping suaminya. " Mas ...bangunlah , aku kesepian tanpa mu, maaf karena menolongku kamu jadi begini ...hiks..hiks..".


Paginya Ayna pulang sebelum Mami Soraya datang ke rumah sakit.


Ayna tetap berangkat ke kantor meski pikirannya tak tenang. Papi Ammar juga kembali aktif bekerja menggantikan sang putra yang sedang terbaring koma.


Ayna kira ia bisa bekerja dengan tenang, tapi apa ...Mami Soraya kembali mendatanginya , ternyata ia sempatkan dulu mampir ke kantor sebelum menjenguk anaknya di rumah sakit.


" Mulai sekarang kamu enggak usah bekerja lagi disini !".


" Maaf Nyonya , yang berhak memecat saya Pak Ammar, kalo benar beliau yang meminta, saya akan menurutinya ". balas Ayna.


" Kamu ya....Arrgghhh...". Mami Soraya kalah , Ayna tak mudah diintimidasi, dia juga tau kalo ketahuan suaminya ia pasti akan mendapat masalah.


" Oke , kamu gak usah senang dulu , sebentar lagi kamu akan mendapat surat dari pengadilan ". ucap Mami Soraya tersenyum mengejek.


" Maksud Nyonya?".


" Kamu itu bodoh sekali , surat cerai , Abhi akan menceraikan mu ".


" Bagaiman orang yang sedang koma menceraikan istrinya Nyonya ".


" Ada , dan kamu orang pertama yang akan mendapatkannya ".


" Tapi tetap itu tidak sah Nyonya ".


" Aku tidak perduli, yang penting putraku bisa lepas darimu ".


Huuffh...susah sekali berbicara dengan Mami kamu Mas , tidak ada ujungnya ...apa yang harus aku lakukan Mas , bertahan atau menyerah...cepatlah bangun Mas .


" Kenapa diam , bingung ya ...gak usah bingung kamu bisa cari mangsa lain , cukup sudah putraku kamu bohongi ".


" Saya mau bekerja Nyonya, pekerjaan saya jadi terganggu karena Nyonya menghabiskan wajtu saya dengan terus berbicara hal tak penting ".


" Cih....sombong amat , oh ya satu lagi jangan sekali - kali menampakkan wajahmu di depan putraku , dan kemasi barang mu , keluar dari rumah Abhisek hari ini juga !".


Tapi Ayna tak lagi menggubris ucapan Mami Soraya , ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya.


Mami Soraya kesal merasa diabaikan , ia pun beranjak meninggalkan Ayna...dasar tidak sopan, ucapnya sebelum pergi.


Ayna malah mengulas senyum sambil menggelengkan kepalanya...capek sendiri kan akhirnya...memang harus gitu ya , diabaikan saja ketimbang emosi terpancing pikirnya .

__ADS_1


Bersambung


***


__ADS_2