
Happy Reading
***
" Yang...besok sudah selesai kan haidnya ?".
Saat ini Riko dan Ayna sedang memasukkan bajunya ke dalam koper.
Mereka berdua akan pergi honeymoon.
" Hemmm..mungkin saja ".
" Hey...jangan mungkin jawabnya, aku gak mau ya pokoknya pas kita sampai di Paris milikmu sudah tidak banjir lagi ".
" Hahaha bisa gitu ya Mas , maksa banget deh ".
" Gak ya , aku sudah nunggu hampir seminggu nih".
" Sabar Mas , sabar ...orang Sabar tanahnya lebar".Ayna makin tertawa lebar.
" Jangan ketawa terus , awas nanti di Paris , Mas akan kurung kamu disana ".
" Kalo cuma mau ngurung aku, ngapain jauh - jauh ke Paris , buang - buang duit aja ".
" Ya engga lah , kan aku mau buat Riko junior jadi made in Paris ...keren kan ".
" Yakin langsung tokcer?".
ledek Ayna.
" Kamu meragukanku ....kamu sudah lihat kan Yang betapa gagahnya dia ketika akan berperang ". ucap Riko menunjuk ke area pribadinya.
Ayna mendengus.
" Ih Mas , ngomongin nya itu mulu ".
" Mau ngapain Mas ?".Riko mendekat dengan seringaian tipisnya.
" Nyicil dulu Yang , yang atas saja , yang bawah kan belum boleh dipake masih area terlarang ".
Riko menciumi Ayna sambil menggelitiknya.
" Auhhh Mas...geli ...sudah Mas..".
Ditengah asyiknya mereka bercanda , suara telpon menghentikan aktifitas mereka.
" Angkat dulu Mas siapa tau penting ".
Riko melihat sekilas siapa yang menelponnya.
" Assalamualaikum Ma ".
" Waalaikumsalam Rik ".
" Ada apa Ma ?".
" Rik , kamu harus kerumah Tante Mia sekarang , Sania tidak sedang baik - baik saja !".
" Kan ada kedua orang tuanya Ma , untuk apa Riko kesana ".
" Itu juga karena kamu Riko , waktu itu kata Sania dia melihat kamu bersama istrimu, dia sakit hati kamu mau membatalkan acara pertunangan kalian ".
" Tapi Ma , dari awal kan memang Riko tidak menyetujuinya..".
" Mama gak mau tau, kamu juga harus tanggung jawab , jelaskan pada Papa dan Mama Sania , sekalian lihat keadaan Sania !".
" Lain kali ya Ma ".
" Tidak bisa Riko , harus sekarang....sekarang Riko !!!.
" Iya iya Ma , Riko kesana sekarang ".
" Jangan bohong sama Mama , Mama sudah berjanji pada Jeng Mia kalo kamu akan datang menjenguk Sania , jangan bikin Mama tambah malu Rik...ya sudah ...Mama tunggu kabar darimu ...Assalamualaikum ".
__ADS_1
" Waalaikumsalam Ma ".
Tut....panggilan berakhir...Riko membuang nafasnya kasar...lalu memeluk Ayna.
menempelkan dagunya di bahu sang istri.
" Mas mau pergi , pergilah Mas selesaikan urusan mu dengan keluarga Mbak Sania , agar kamu lega dan pernikahan kita bisa berjalan dengan tenang Mas , aku juga pasti akan sakit hati jika berada di posisi Mbak Sania ".
" Tapi aku malas Yang bertemu dengan mereka, Mama kan yang membuat acara perjodohan ini kenapa mesti aku yang harus minta maaf ".
" Kamu ini Mas , mewakili orang tua buat minta maaf saja kok berat sekali, kasihan mereka sudah cukup malu dengan pembatalan acara ini , bagaimana bisa orang tuamu bisa menampakkan wajahnya ke orang tua Mbak Sania.".
" Oke Mas berangkat, tapi kok sepertinya gak rela meninggalkanmu sendiri di rumah, ikut Mas saja ya !".
" Maaf Mas , aku belum siap bertemu dengan mereka, nanti saja ..maaf ya ".
" Ya , gak apa - apa , Mas pergi dulu ".
Cuuupppppppp ...Riko memberi kecupan yang lama pada bibir Ayna bahkan ia sampai **********.
Ia lalu menyatukan keningnya dengan kening Ayna.
" Aku sangat mencintaimu Yang ".
" Aku juga ".
" Aku juga apa...yang benar kalo menjawab ".
" Aku juga mencintaimu pak dosen ganteng ".
" Itu baru benar ".
" Ini kapan perginya Mas ?".
" Mas takut gak bisa seperti ini lagi ".
" Husttt...ngomong apa sih Mas, jangan sembarangan, ucapan itu doa loh ".
Pesan masuk dari Mama Riko...tentu saja menanyakan apakah Riko sudah sampai di rumah Sania apa belum.
" Aku berangkat Yang , ini Mama terus saja menerorku ".
" Hati- hati Mas, cepat pulang, ada istri cantikmu menanti disini !".
Ayna memberikan ciuman jarak jauh ke Riko.
" Mulai genit ya....tunggu Mas , jangan tidur dulu...Assalamualaikum ".
Ayna mengangguk dan mengangkat tangannya membentuk huruf O , artinya oke.
" Waalaikumsalam ".
Sampai di rumah Sania, Riko langsung disambut oleh kedua orang tua Sania, yang sepertinya sengaja menunggu kedatangan Riko.
" Ayo masuk Rik !".
Ajak Tante Mia.
Aneh ...kok mereka gak marah ya sama aku ...batin Riko , ia bingung dengan sikap kedua orang tua Sania yang begitu ramah padanya.
" Bagaimana keadaan Sania, Tante ?".
Riko langsung to the point apa maksud ia datang ke rumah itu.
" Sudah agak mendingan, dia terus menyebut nama mu , ayo tante antar ke kamar Sania ".
Riko mengikuti langkah Tante Mia , sedang Papanya Sania menunggu di ruang tamu.
" Masuk Rik !". perintah Mama Mia.
" Tidak tante , saya disini saja ".
" Sial ..bagaimana caranya biar Riko mau masuk ke kamar Sania "
__ADS_1
gumam Mama Mia , ia takut rencana yang mereka sudah susun menjadi gagal.
" Masuklah Rik, tidak apa- apa ".
" Justru itu tante, saya menjaga perasaan istri saya...takut ada fitnah kalo saya masuk ke kamar gadis yang bukan istri saya ".
" Tante temenin kok Rik ".
" Gak perlu tante , nanti saja kalau saya datang lagi bersama dengan istri saya...kalo begitu saya pamit tante ,salam buat Sania" .
" Aduhhh gimana nih.".
Tante Mia mengejar Riko sambil menyambar gelas yang memang sudah dipersiapkan mereka dari tadi...rencana B dimulai ucapnya lirih.
" Riko, setidaknya minum dulu , Tante sudah buatkan untuk mu !".
" ,Tapi Tan..."
" Ayolah Rik...tante marah nih ".
Akhirnya Riko mengalah , ia meneguk air tersebut dengan cepat.
Tapi ia merasakan sesuatu aneh terhadap tubuhnya.
Ada gejolak hasrat yang menggebu dari dalam tubuhnya.....
" Kurang ajar...rupanya mereka mengerjaiku ".
Riko terlihat mulai gelisah.
" Kenapa kamu Rik....apa Kamu sedang tidak enak badan, kalo iya istirahat saja dulu disini, supaya aman. ". ucap Tante Mia , tersenyum lebar dalam hatinya....berhasil sudah misi nya.
" Maaf Tante, Om...saya harus segera pulang ".
Riko melangkah lebar menuju mobilnya.
Tante Mia mengejar Riko..
" Riko....Rik...menginap saja disini , bahaya kalo nyetir dalam keadaan seperti itu ".
Riko tak menggubris ucapan Tante Mia.
Ia dengan cepat memacu mobilnya.
Tante Mia mengumpat...
Sania pun keluar dari kamarnya, setelah ia mendengar suara mobil menjauh dari rumahnya .
Rupanya ia pura - pura sakit....semuanya adalah rencana untuk menjebak Riko.
Riko tidak berkonsentrasi mengemudikan mobilnya, karena ia juga harus menahan gejolak yang semakin lama semakin menyiksanya.
Fokusnya pun terpecah.
" Aku harus sampai rumah....harus....Ay sayang....tolong Mas Ay....".
ucap Riko.....hingga....
Brakkkkkk.........
Tabrakan tak terelakkan lagi....
Riko : " Thor gue belum MP sama Ayna , masak kamu bikin kecelakaan, sadis amat elu sama gue".
Othor : " Sorry ya Rik...kan bukan elu tokoh utamanya, elu mah cuma figuran numpang lewat doang.
Riko : " Ya meski figuran setidaknya kasih lah buat icip- icip merasakan MP , tega bener dah ah..
Othor : " Maunya elo....tapi othor kagak tuh....ha..ha..ha...kaburrrrrr.
Bersambung.....
***
__ADS_1