
Happy Reading
***
Kia tersenyum kecut melihat mobil yang berada di halaman rumahnya.
" Akhirnya Pulang juga mereka ". gumamnya lirih. ia memantapkan hati untuk masuk ke rumahnya.
Setelah mengucapkan salam , yang kemudian ia jawab sendiri..Kia terus berjalan melewati dua orang yang sedang duduk di ruang keluarga , Kia mengabaikan kedua orang tersebut...seolah mereka tak kasat mata.
" Kia !!!! suara bariton dari sang Daddy memanggilnya.
Kia menoleh " Iya , anda memanggil saya ?".
" Gak sopan Kia , sama orang tua begitu ". Sang Mommy hanya mengelus lengan suaminya agar tidak memuncak emosinya.
" Oh , kalo gitu Kia minta maaf...sudah tidak ada keperluan lagi kan , kalo begitu saya permisi mau istirahat ". ucapnya lembut tanpa penekanan sedikitpun.
" Berhenti Kia !!! Daddy mau bicara ".
Dengan langkah lesu , Kia kembali ke arah kedua orang yang tadi dilewatinya , dan duduk didepan mereka.
" Kamu dari mana aja , malam begini baru pulang ?".
" Apa Bi Yah engga bilang tadi aku kemana ?".
" Jawab saja pertanyaan Daddy kamu nak !". Mommy Ivanka mencoba menengahi agar tidak terjadi keributan.
" Kia dari rumah temen Kia ".
__ADS_1
" Teman macam apa , jam segini baru pulang Hah ". Daddy Hermawan sudah mulai emosi ,padahal Kia tak sedikitpun berbicara ketus maupun kasar.
" Teman yang baik tentu saja ... teman yang menganggap Kia sebagai bagian dari keluarga mereka , dan Kia senang...baru kali ini Kia merasakan hangatnya punya keluarga yang saling memperhatikan dan saling menyayangi .". ucapnya sendu, menatap kedua orang tuanya, ia menunggu bagaimana reaksi keduanya.
Perkataan Kia tentu saja menyentil hati kedua orang tuanya, tapi tetap saja ego Daddy Hermawan masih setinggi langit.
" Daddy kan kerja Kia , semua itu supaya hidup kamu berkecukupan " kali ini suara Daddy Hermawan sudah melunak , ia sadar ia telah melewatkan tumbuh kembang anaknya , kini tanpa terasa Kia nya sudah beranjak dewasa.
Gadis kecil yang dulu manja padanya, kini hilang sudah , sosok itu sekarang memasang wajah datar, tidak ada lagi kerinduan di matanya.
Daddy Hermawan tercubit hatinya , begitu lamakah ia mengabaikan gadis kecilnya ini , demi ambisi dan membuktikan pada keluarga istrinya , bahwa dia mampu berdiri di kakinya sendiri tanpa bayang - bayang harta dari keluarga sang istri.
" Kia akui , hidup Kia berkecukupan Dad, bahkan bisa dikatakan lebih dari kata cukup , apa hanya itu saja Dad yang aku perlukan , uang..uang...dan uang...apa aku gak perlu kasih sayang Dan perhatian kalian ?".
" Kia tanya kapan terakhir kali Mommy mengambil rapot Kia , jangankan mengambil, melihatpun kalian tidak pernah ".
" Kia lelah diabaikan , lalu untuk apa Kia dilahirkan jika untuk kalian sia - siakan !".
" Kalian tau kenapa aku tidak menangis ?? mungkin saja air mataku sudah lama habis , karena seringnya aku menangis...sekarang terserah kalian saja , aku juga akan mencari kebahagiaanku sendiri ". Bom itu meledak juga sekarang , sungguh Kia sudah lama memendamnnya, kali ini mumpung ada kesempatan, ia tumpahkan semuanya.
lega...itulah yang dirasa Kia saat ini. Mommy Ivanka berdiri dan langsung memeluk putrinya itu...ia menangis sesenggukan .
" Maafin Mommy sayang , maafin Mommy....Mommy sudah gagal menjadi seorang ibu, maafkan Mommy !".
Lalu ia menoleh ke arah suaminya " Dad....kemarilah !".
Daddy Hermawan perlahan tergerak hatinya , dia pun ikut memeluk Kia." Maafkan Daddy juga Ki !".
Daddy Hermawan sadar , karena ambisi, ia melupakan putrinya...dan ia menyesal.
__ADS_1
" Aku sudah lama memaafkan kalian, mungkin akunya yang salah hadir diantara hidup kalian ".
" Tidak sayang, kamu bukan kesalahan tapi kamu anugerah paling indah yang Mommy dan Daddy dapatkan...". Mommy makin mengeratkan pelukannya.
" Mom...Dad ..Kia gak bisa nafas, kalian terlalu erat memeluknya ".
" Oh maaf sayang , Mommy janji tidak akan pergi - pergi lagi, katakan apa yang harus Mommy lakukan untuk menebus kesalahan kami ?".
" Tidak ada Mom, Kia hanya ingin keluarga kita seperti keluarga lainnya , makan bersama , berbagi cerita , pergi liburan bersama...pokoknya banyak lagi..apa Mommy dan Daddy sanggup memenuhi permintaan Kia ?".
" Iya sayang , Daddy juga lelah dengan semua ini , hati Daddy tidak tenang , padahal uang Daddy banyak , sampai bingung bagaimana cara ngabisinnya ".
Kia terkekeh, memukul lengan Daddynya lembut. " Daddy bisa bercanda juga ternyata ". Mommy Ivanka pun ikut tersenyum, ia senang tawa ceria putrinya kini sudah kembali.
" Loh seriusan, tanya Mommy kamu , uang kita sampai tak ada serinya kan Mom ".
" Iya ...iya ".
" Kalo gitu nanti Kia bantu buat ngabisinnya!". ucap Kia .
" Boleh itu sayang ".
Di balik pintu , Bi Yah tak berhenti mengucapkan syukur , inilah yang dibutuhkan majikan kecilnya itu , kehangatan keluarga.
" Berbahagialah Non....Tuan dan Nyonya sudah kembali seperti dulu , semoga kebahagiaan selalu menyertai Non Kia sekeluarga ". doa Bi Yah tulus dari hati terdalam.
Bersambung
***
__ADS_1