I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 64


__ADS_3

Happy Reading


***


" Ay..kapan kita balik ke Jakarta ?" Mereka sedang berjalan - jalan pagi menyusuri jalanan kampung.


" Gak tau , aku masih ingin disini , suasananya tenang bikin pikiran aku rileks , gak dengar cacian dan hinaan yang membuat kupingku sakit ".


" Maafkan Mami aku Ay ". Abhi tau maksud Ayna adalah ucapan Mami Soraya.


" Aku sudah memaafkannya Mas , bagaimanapun juga dia ibu mertuaku , hanya saja saat ini aku sedang hamil , aku tak mau ada kebencian yang tertanam dalam baby kita ".


" Baiklah , tak masalah bagiku , mau disini selamanya juga gak apa - apa, kan aset aku disini sudah banyak , sawah ..kebun , kalo bisa nanti aku bikin pabrik aja disini gimana Ay ?".


" Lalu bagaimana dengan perusahaan Papi , kamu gak kasihan sama dia ?".


" Mau bagaimana lagi ,sekarang prioritas aku kamu dan calon anak kita Ay , aku juga gak ingin jauh dari kalian, bisa sesak nafas aku...terus kalo si otong bangun siapa yang mau nidurin Ay ".


" Terus saja itu yang di inget ".


" Justru itu Ay , ini kebutuhan penting bagi laki - laki ".


" Njih Mas...". Mereka berdua tergelak.


" Ay ". Ayna dan Abhi menengok bersama .


" Lagi ngapain Ay ?" tanya Gandi , ia yang melihat Ayna dari jauh tidak akan melewatkan kesempatan ini, Gandi pun langsung membelokkan motornya ke arah Ayna.


" Kamu gak lihat , Ayna lagi jalan - jalan dengan suaminya ". Abhi tidak suka ada yang mengganggu kebersamaannya dengan sang istri, apalagi itu seorang lelaki.


" Aku tanya Ayna bukan tanya kamu " Gandi tak kalah ketus.


" Sama saja , karena dia istriku ".


" Cih , istri juga karena aku , coba aku tak ajak warga buat nangkap basah kamu waktu menginap di rumah Ayna , pasti sekarang Ayna sudah jadi istriku ". jelas Gandi , membuka aibnya sendiri.


Oohhh..jadi lelaki ini salah satu fans istriku...enak saja mau godain istri orang, lagian gak ada seujung kukunya denganku , aku lebih tampan , muda dan pasti kaya...pebinor harus dibuang ke laut....narsis Abhisek.

__ADS_1


" Kalo begitu aku berterima kasih , apa kamu mau minta imbalan karena menjadikan Ayna sebagai istriku " Ayna menggelengkan kepalanya. lalu berbisik ..." Jangan dilayani Mas !".


Tapi Abhi tersenyum miring, ia akan membuat lelaki di depannya ini tak punya muka sama sekali.


" Buat apa , aku kaya , ngapain ngemis ke kamu ". Jawab Gandi tak kalah jumawa.


" Oh syukurlah, uang ku aman ...tapi kalo dibanding denganku kamu masih kalah jauh, aku lebih kaya dari kamu , lihat motor mu saja paling seharga tiga puluh jutaan itupun kalo kamu beli baru , kalo belinya second aku rasa lebih murah lagi ". ejek Abhi.


Ayna menepuk keningnya, memang ada yang salah dengan otak suaminya ini , gak biasanya ia pamer kekayaan seperti ini , mulutnya gak di rem kayak emak - emak biang gosip.


Tentu saja Gandi tak terima " Kata siapa , ini hanya salah satu motor ku, di rumahku masih ada beberapa motor dan juga mobil ". Gandi mungkin saja bisa kena serangan jantung mendadak jika ia tau kalo Abhisek memiliki kekayaan yang bisa dibilang tujuh turunan tidak akan habis .


Ayna sebenarnya menahan tawanya , mereka berdua sudah seperti dua bocah yang sedang bertengkar untuk menjadi siapa yang lebih kaya.


" Eh suamiku kan memang masih bocil, la si bang Gandi, dia kan sudah dewasa , ini malah ikut- ikutan Mas Abhi ". ucap Ayna dalam hati.


" Aku yakin Ayna terpaksa menikah denganmu ". Gandi memang ngajak perang , untung suasana agak sepi karena masih pagi.


" Mana mungkin , kamu tidak lihat hasil kerja sama kami sudah membuahkan hasil , lagi pula aku masih muda dari pada dirimu sudah tua ".


Gandi makin meradang, ditambah ia tau Ayna sedang hamil, makin jauh sudah harapannya untuk mendapatkan hati pujaannya.


" Kamu hamil Ay , gak mungkin kan bocah ingusan ini bisa menghamilimu Ay ?".


Ayna ingin menjawab tapi sudah disambar sama Abhisek. " Biarpun bocah tapi punyaku tokcer , kita sering melakukannya dan apa kamu tau , Ayna sendiri kadang yang memintanya...terbukti kan gimana perkasanya diriku , namanya juga tenaga muda ". Ayna makin meringis dengan jawaban Abhisek.


" Tega kamu Ay , seharusnya aku yang jadi suami kamu , aku menunggu mu sudah lama tapi kamu malah memilih bersama bocah tengil ini ".


" Siapa yang tega Bang , abang sendiri kan sudah punya istri dan anak , jangan sia - siakan mereka Bang ...lepaskan Aku, berarti aku bukan jodoh kamu Bang !".


Kurang ajar nih orang udah punya istri dan anak masih saja mengejar istriku...otaknya perlu disetrum nih biar sadar...geram Abhi.


" Kau tau Ay , aku selalu membayangkan diriku saat menyentuh Susi , apa kamu tidak ingin merasakan punyaku Ay , aku jamin pasti ketagihan " . ucapan Gandi makin ngawur.


" Sudah Bang , sebaiknya Bang Gandi pulang , Sepertinya belum bangun dari tidurnya , dari tadi tak berhenti mengigau ....nanti di cariin Susi loh Bang !".


" Tapi Ay..aku akan menceraikan Susi demi kamu Ay !".

__ADS_1


" Aku harus bagaimana lagi menjelaskannya padamu Bang , aku sudah jadi milik orang , aku bahagia dengan keluarga kecilku , dan aku juga sangat mencintai suamiku ini , meski Abang menceraikan Susi ..sampai kapanpun aku tidak mau sama Bang Gandi ".


Abhi tersenyum bangga , Ayna mengungkapnya rasa cintanya di hadapan lelaki menyebalkan ini.


" Ayo Mas kita pergi , perutku lapar ,capek ngurusin orang yang susah diberi pengertian!". Ayna langsung menarik tangan suaminya menjauh dari sana.


Gandi terlihat miris , benarkah ia memang tidak bisa mendapatkan Ayna. " Ayna.....". air mata yang ia tahan akhirnya keluar juga , hatinya begitu sakit , apakah ini saatnya ia harus melepas cinta pertamanya. Gandi mengusap wajahnya kasar , ia lalu mengendarai motornya pulang ke rumah.


*


Beberapa hari ini Mami Soraya tak pergi kemana - mana , ia berusaha agar terlihat baik di depan Papi Ammar. Ia juga takut jika Papi Ammar benar - benar meninggalkannya.


Tapi Mami Soraya juga makin kesal karena suaminya itu lebih memilih tidur di kamar Abhisek.


" Pi ".


" Hem ". itulah jawaban Papi Ammar ketika Mami Soraya bertanya padanya , dia akan menjawab sekenanya...bahkan tidak mengajak bicara kecuali Mami Soraya bertanya padanya.


" Sampai kapan Pi , Papi akan mendiamkan Mami?".


" Sampai kamu berubah ".


" Mami sudah tidak pergi kemana- mana Pi ".


" Belum meyakinkan ".


" Mami harus bagaimana lagi Pi ".


" Berubah itu dari dalam hati , jangan asal saja , nanti setelah dimaafkan Mami berulah lagi ". Lalu seperti biasa meninggalkan Mami Soraya sendirian.


Mami Soraya menunduk , ia mulai tersentuh sedikit demi sedikit " Apa...apa yang sudah aku lakukan selama ini...apa aku begitu menyedihkan , melampiaskan masa laluku pada gadis tak berdosa itu ".


Mami Soraya menunduk merasakan air matanya yang mulai luruh dengan deras. Ia lalu berlari menuju kamarnya...merenungi semua yang telah ia lalui selama ini, dia juga teringat kembali betapa ia ibu yang sangat menyedihkan tidak melihat tumbuh kembang putranya , lebih mementingkan teman - teman sosialitanya.


Bersambung


***

__ADS_1


__ADS_2