I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 26


__ADS_3

Happy Reading


***


" Ay ".


Panggil seorang pemuda dari belakang Ayna.


Ayna langsung menoleh ke arah suara.


" Kak Alvi ".


" Mau bertemu Papa hem ?".


tanya pemuda bernama Alvi tersebut.


" Tentu saja , emang siapa lagi , masak mau bertemu sama kak Alvi ..kan gak ada urusan ".


" Yahhh sedih hatiku ".


ucapnya lagi benar - benar sedih , sudah lama Alvi mengincar anak didik Papanya itu.


Apa daya Ayna terlalu tinggi membentengi dirinya , bukan karena pemilih karena banyak yang menyukainya tapi lebih merasa inscure karena status janda melekat pada dirinya.


Alvi sendiri mengetahui hal itu...bukan rahasia lagi , semua yang berada dalam lingkup kampus itu tau kalo Ayna adalah jandanya Riko , yang juga salah satu dosen yang pernah mengajar di kampus tersebut.


" Kak Alvi sendiri tumben ngapain kesini mau ketemu Pak Samhadi juga ?".


Alvi terkekeh...matanya masih menatap penuh cinta pada wanita di depannya itu.


" Maunya sih mau ketemu kamu , tapi pasti ditolak , jadi mau ketemu Papa aja deh ".


Ayna tak enak hati , memang dia selalu menolak secara halus jika Alvi mengajaknya , meski hanya sekedar untuk makan.


" Kak Alvi kan tau statusku , apa kak Alvi gak ilfil, aku gak sepadan dengan kak Alvi ".


" Apa salahnya dengan janda Ay , aku tak mempermasalahkannya ...itulah kamu selalu saja merendahkan diri , apa kamu tak tau banyak yang mengincarmu termasuk aku , karena apa ...karena prestasimu , pembawaan dirimu , dan cantik nilai plus mu .. pokoknya semua yang ada padamu adalah dambaan kami para kaum hawa ".


" Kak Alvi terlalu menyanjungku , aku takut jatuh ini ".


" Jatuhlah Ay , tapi kepelukanku ".


Alvi tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya.


Ayna sampai terperanjat , anak pertama Pak Samhadi ini mulai pintar menggombal rupanya.


Ia pun ikut tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Ceklek...


Pak Samhadi sudah berada di balik pintu.


" Hey kau pemuda , masak merayu cewek di depan ruanganku, gak modal banget ...cari tempat yang romantis dong ".


canda Pak Samhadi...tentu saja ia sangat setuju jika sang putra berhasil memikat hati Ayna....mahasiswa cantik penuh prestasi dan tak diragukan lagi bagaimana attitude nya.


" Ay mau masuk apa langsung aja kita berangkat?". tanya Pak Samhadi.


" Langsung boleh Pak ".


" Kalian mau kemana , aku dikacangin nih "


" Kamu datang tidak tepat waktu Al , Papa mau kencan sama Ayna , kenapa ?? kamu mau ikut ?".


begitulah Pak Samhadi, selalu ada canda dalam tuturnya tapi tak mengurangi wibawanya.


Alvi mendengus mendengar kekehan Ayna dan sang Papa.


" Apa boleh Alvi ikut ?"


ucapnya tiba- tiba .


" Bagaimana Ay , boleh tidak anak tengil ini ikut ?".


" Terserah Bapak saja ".


" Baiklah kamu boleh ikut , Sepertinya Papa butuh sopir kali ini ".

__ADS_1


" What!!!!". Alvi sampai melototkan matanya .


Hahaha...tawa Pak Samhadi lepas.


Ayna mengikuti langkah Pak Samhadi di belakang nya bersama Alvi yang terus menggerutu.


" Sudah sana masuk, biar Papa duduk di depan , Papa gak sekejam itu Al , Papa juga pernah muda kali ".


Pak Samhadi memberi ruang Alvi untuk lebih dekat dengan Ayna.


Alvi mengacungkan dua jempolnya untuk sang Papa.


" I love you Pa ". You are the best ".


Setelah duduk , Pak Samhadi kembali menengok ke belakang untuk sekedar menggoda Ayna.


" Dengar Ay , saya merestui kamu jadi menantu saya , jadi belajarlah memanggil saya dengan sebutan Papa ".


Ayna bersemu merah , sedang Alvi, senang bukan kepalang....lampu hijau dari Papanya sudah ia dapatkan.


" Tuh Ay , kamu dengar sendiri kan....apa mau aku lamar hari ini juga?".


" Maaf , sepertinya saya belum bisa menjadi menantu anda Pak....saya perlu memantaskan diri dulu ".


tolak Ayna dengan alibinya.


" Yang sabar ya Al....perjuanganmu belum usai ".


ejek Pak Samhadi melihat anaknya yang terlihat menghela nafas karena penolakan Ayna.


Tak lama mobil berhenti di sebuah perusahaan besar dan cukup terkenal di kota ini , siapa yang tidak mau kerja ditempat ini ....tentu saja jawabannya pasti mau.


Pak Samhadi begitu mudah masuk ke dalam dan langsung menuju ruang direktur utama , ternyata sang asisten direktur sudah menunggunya dibawah.


" Mari ikut saya Pak , Pak Ammar sudah menunggu anda di ruangannya !".


" Gimana kabar mu Qil?".


tanya Pak Samhadi ke Aqil, asisten Pak Ammar.


" Alhamdulillah baik Pak , Bapak sendiri bagaimana?".


" Seperti yang kamu lihat , makin gagah kan , buat memikat seorang gadis pun pasti aku masih bisa , gak akan kalah olehmu ". narsisnya Pak Samhadi.


" Percaya diri bapak emang patut saya contoh ".


balas Aqil.


" Silahkan Pak !".


percakapan mereka berhenti setelah pintu ruangan direktur dibuka oleh Aqil.


" Terima Kasih ya ".


Aqil mengangguk dan berlalu dari sana , sebelumnya ia sempat melihat ke arah Alvi dan Ayna.


Ayna langsung menundukkan kepala sedikit sambil menampilkan senyumnya untuk menyapa sekaligus menghormati Aqil.


Aqil pun membalasnya, ia melakukan seperti yang Ayna lakukan.


Tuh kan , bertambah lagi sainganku...gerutu Alvi.


" Assalamualaikum....apa kabar sahabat tuaku ?".


sapa Pak Samhadi.


" Waalaikumsalam...kabar baik , aku masih tampan belum terlalu tua seperti dirimu ".


Mereka berpelukan.


" Aku akui kamu lebih tampan dariku , tapi aku yang lebih dulu laku dari kamu ...iya ngga ".


Mereka kembali tertawa.


" Duduklah Sam ".


" Inikah gadis yang kau bicarakan itu ".

__ADS_1


" Ya benar , Ayna namanya ".


Ayna berdiri , mencium tangan Pak Ammar dan memperkenalkan diri.


" Ayna ".


" Wah mata kamu memang jeli Sam , dia memang sangat cantik ".


" Dan pintar ".


Pak Samhadi menambahkan.


" Ya ya kamu benar...dan ini pasti Alvi , ternyata kamu sangat tampan Al , untung kamu tidak mirip Papa mu yang mukanya pas - pas san itu ".


canda Pak Ammar....sedang temannya yang di sindir malah terkekeh.


" Alvi ...Om ".


Alvi pun sama , ikut mencium tangan Pak Ammar.


" Percuma tampan Mar , kalo gak bisa naklukin cewek satupun ".


sindir Pak Samhadi.


" Kebiasaan deh Papa suka buka aib anaknya ".


balas Alvi.


" Baiklah, kita masuk ke inti nya , gimana Ay apa kamu siap bekerja hari ini juga?".


" Insyaallah siap Pak ".


jawab Ayna tegas.


" Saya suka gaya mu, belajarlah yang rajin , nantinya kamu akan menjadi asisten anak saya yang beberapa bulan lagi akan pulang dari pendidikannya di luar negeri, kamu harus tegas , maklum anak saya masih agak kekanakan meski untuk urusan otak dia sangat cerdas.".


Ayna hanya mengangguk saja .


" Hebat anakmu Mar , masih muda sudah mempunyai gelar ".


" Ya begitulah , orang itu tidak sempurna Sam, ada sisi baiknya ada juga sisi buruknya , setiap orang punya kekurangan dan kelebihan, begitupun dengan anakku ".


" Kamu benar Mar ".


" Jadi urusan kita sudah selesai, bagaimana kalo kita makan siang bersama ".


" Baik ".


Tak lama masuklah dua orang ke dalam ruangan Pak Ammar.


" Ayna , kenalkan ini Aqil dan ini Valen , mereka berdua yang akan mengajari mu , ikutlah dengan mereka ".


" Baik Pak , Pak Sam saya ikut mereka dulu , dan terima kasih sudah memberi kesempatan pada saya ".


" Pergilah Ay , Bapak selalu mendoakanmu ".


Setelah menyalami Pak Samhadi , ia pun mengundurkan diri .


Alvi pun ikut bangun dari duduknya.


" Eh Kamu mau kemana Al ?".


" Mau ikut Ayna Pa ".


" Enak saja , dia mau kerja jangan kamu ganggu , sebaiknya kamu ikut Papa dan om Ammar buat makan siang ".


Alvi mendengus....malah suruh nemenin kakek - kakek....nasib jomblo ngenes ini....gumamnya.


Bersambung...


***


Alvi : Thor , jadiin Ayna jodoh gue ya thor


Othor : Emmm gak janji ya Al 😊


Alvi : Please thor 🙏

__ADS_1


Othor : 🤔🤔🤔


__ADS_2