
Happy Reading
***
Lamaran Arjun untuk Kia benar - benar di luar dugaan Kia . Arjun membawa seserahan yang bukan kaleng - kaleng.
Dari keperluan Kia , pakaian , make up , sepatu tas dan perhiasan , bahkan sampai dalaman pun komplit ada disana.
Tak lupa juga perlengkapan mandi dan tidur juga ada ....
Segala macam boneka dari yang besar sampai yang kecil .
Arjun sepertinya sudah memindahkan seisi toko ke rumah Kia.
Mommy Ivanka sampai geleng - geleng kepalanya...sungguh calon menantunya ini benar- benar unik.
Ada beberapa buah kunci yang dibingkai kaca dengan apik...itu membuat keluarga dari Mommy Ivanka dan Daddy Hermawan bertanya - tanya , kunci apa itu ??.
Acara berjalan dengan lancar ...kini dua buah keluarga itu sedang berbincang hangat untuk menentukan tanggal pernikahan....sedangkan para anak - anak terpisah sendiri .
" Apa gak bisa besok aja ya aku nikahnya sama Kia !". celetuk Arjun.
Tuh kan benar dugaan Mommy Ivanka, pasti Calon menantunya ini minta untuk cepat - cepat dinikahkan.
Plak....sebuah pukulan mendarat di bahu Arjun , siapa lagi pelakunya kalo bukan si calon istri.
" Aduh sakit sayang , jangan pakai tangan apa mukulnya , pake mulut kamu aja , pasti aku terima dengan lapang dada ".
Mulut Arjun memang perlu dijahit , dia gak sadar apa , banyak sekali para orang tua yang sedang duduk bersama mereka.
Terlihat mereka ikut tersenyum gemas pada Arjun...pria muda yang penuh pesona itu.
" Aduuuhhhhh ". kali ini Kia mencubit perut Arjun.
" Mom , Dad....putri kalian kenapa jadi galak begini sih..dikit - dikit nabok , dikit - dikit nyubit...lagi PMS ya Mom ?".
" Habis kamu ngomongnya gak pake rem...malu tau ...tuh banyak orang disini !". jelas Kia.
__ADS_1
" Kalian ini kalo mau bermesraan nanti belum waktunya , sekarang bahas tanggal pernikahan dulu ". sela Ayna.
Bunda gimana sih , putramu ini dianiaya bukan lagi bermesraan....masak Bunda gak lihat...ucap Arjun dalam hati.
" Gak usah manyun gitu , Bunda tau kamu ngatain Bunda kan ?".
Hehehe......bales Arjun...peace katanya.
" Gini ya calon mantu Mommy yang paling tampan , kalo besok gak bisa , kita perlu persiapan yang banyak , iya gak jeng ?".
" Iyalah , mau main express aja...kan butuh gaun , tempat, makanan ,undangan ...masih banyak lagi ". Ayna membenarkan ucapan calon besannya.
" Ya maklum , aku kan gak tau seribet itu , kan baru kali ini mau nikah ...lagi pula mana aku tau urusan itu namanya juga masih kecil ". ucapan Arjun membuat semua yang ada disana tentu saja tertawa.
" Anak kecil tapi sudah minta dinikahkan ya Jun ?". Daddy Hermawan pun ikut tertawa.
Arjun menggaruk kepalanya, ia rasa sudah salah berbicara...hingga mereka semua mentertawakannya.
Meski berat akhirnya Arjun pun harus menyetujui keputusan keluarganya , kalo acara pernikahannya dengan Kia akan dilaksanakan satu bulan lagi.
" Nak Arjun...tante boleh nanya ngga , itu tadi kunci banyak amat , kunci apaan aja ya...tante mewakili semuanya yang dari tadi penasaran..alias mau kepoin , dari pada kita- kita ngga busa tidur karena penasaran , mending nanya ..iya kan nak ?". salah satu tante Kia bertanya , saking penasarannya.
" Hehehe...gimana ya jelasinnya, Aku juga lupa , soalnya itu ada sebagian hadiah dari para Oma ,ada dari Oma Lina ( Mamanya Reyhan ) , Oma Arini ( Mamanya Riko ) ,dari Oma Soraya juga ada Oma Anna yang mau ngasih kebon yang ada di kampung ".
" Itu ada kunci rumah hadiah dari Bunda dan Ayah , ada kunci mobil tapi mobilnya masih di dealer, aku ambil kuncinya dulu buat simbol , mobilnya menyusul ya Ki , ada kunci Villa , ada kunci motor juga ...aduh lupa , kunci mobil ada dua soalnya...., kunci sepeda ada juga , itu hadiah dari adik - adikku , katanya biar sering olahraga bersama kakak Kia katanya ". jelas Arjun panjang kali lebar ,mereka yang mendengarkan ikut mengangguk - angguk .
" Mommy dan Daddy yang belum ngasih hadiah nih !. palak Arjun.
Daddy Hermawan terkekeh mendengar permintaan calon menantunya ini...". oh ..kalo Itu tenang, Daddy bakalan ngasih lima puluh persen saham Daddy buat kamu , eitss jangan senang dulu , ada syaratnya..".
" Apa itu Dad ?".
" Buatin Daddy cucu yang banyak , bagaimana sanggup ngga nih ?".
" Insyaallah sanggup Dad , Kia nya gimana Dad , kasihan kalo tiap tahun melahirkan !". ucap Arjun membuat mata Kia melotot.
" Gila ,tiap tahun...kucing juga gak segitunya kali Jun, kamu kira aku pabrik anak apa , kamu sama Daddy nyebelin deh ".
__ADS_1
" Tuh kan Dad , marah dia ".
" Ck bukan Daddy yang nyuruh Kia buat lahiran tiap tahun , Daddy juga gak setega itu kali Ar , paling engga lahirkan cucu satu buat Daddy , baru tuh saham meluncur menjadi milik kamu !".
Mereka semua terlihat hangat , semua keluarga dari Kia menerima Arjun untuk menjadi bagian dari keluarga mereka, begitupun sebaliknya.
Seminggu sebelum acara , keduanya dilarang bertemu , akses mereka ditutup rapat , Hp pun disita ..membuat Arjun kalang kabut , ia tak tahan menahan rindu , bagaimana caranya supaya bisa melihat wajah Kia , segala macam ia tempuh , sampai merayu adik - adiknya , bahkan dari pembantu sama satpam kompak tidak mau meminjamkannya HP ....Arjun gatot alias gagal total.
Jurus terakhir merengek pada Bundanya . " Bundaaaaa ".
" Apa Ar ?".
" Hp Bunn , please ..sebentar saja !".
" Gak bisa Ar , lagi pula percuma kamu pinjam Hp Bunda, mau nelpon siapa kamu ??... Kia ??, orang Hp Kia juga disita kok...". Ayna setengah mengejek putranya.
" Gak Bunda gak Mommy , kalian semua kejam memisahkan dua insan yang sedang jatuh cinta , berat Bun menahan rindu...Bunda juga kan pernah muda , masak gak ngerti sih perasaan kami ".
" Heh lebay tau engga , tiga tahun aja sanggup , masak ini cuma seminggu gak bisa nahan, demen itu namanya Ar ".
" Curang, dulu Ayah sama Bunda juga gak dipingit , iya kan?".
" Itu lain cerita, Bunda kan langsung dinikahi sama Ayah , jadi gak sempat acara pingit - pingitan ".
" Eh , mau kemana itu ?". sepertinya percuma minta pertolongan dari Bunda, malah diledek dan dikasih tausiah.
" Mau ke rumah Kia, biar langsung dinikahkan sama Kia, biar sama kayak Ayah dan Bunda dulu!".
Ayna langsung menjewer telinga putranya. Arjun meringis kesakitan, berulang - ulang ia mengusap telinganya.
" Masuk kamar sana Ar , lebih baik kamu hafalkan lafadz ijab qobulnya biar gak keliru.
Melihat putranya yang berjalan dengan lesu , Ayna tidak tega.....
Menuju halal......
Bersambung.....
__ADS_1
***