
Happy Reading
***
Meski sudah dimaafkan tetap saja akses Resma untuk masuk ke ruangan Abhi dipersulit. Paling tidak ada Valent bersamanya.
" Sampai segitunya ya Val , Pak Abhi masih gak ngebolehin aku masuk ke ruangannya sendirian....harus ditemani sama kamu , berasa kayak anak TK aku ini ...ternyata dia cukup mengesalkan ya Val ?".
" Hahaha... baru tau kamu kalo Bos memang mengesalkan , menyesal ya sudah sempat mengidolakan dia ?".
" Sedikit sih...,untung dia tampan, coba engga ".
" Udah berhenti mengagumi suami orang ...cari yang lain , stok pria tampan masih banyak di perusahaan ini ".
" Iya , ini juga lagi berusaha Val...apa Aku kurang menarik ya , setiap yang aku dekati seakan menjauh ".
" Bukan tidak menarik, tapi itu loh muka kamu, kalo mau dapat cowok jangan pasang muka sadis gitu Res...senyumlah, kamu pasti cantik deh Res kalo suka senyum ".
" Aku takut disangka gila kalo tersenyum terus - terusan.".
" Gak gitu juga sisterrrr.....kamu tau Res, orang yang belum mengenal kamu pasti akan mikir kamu itu jutek abis ".
" Ya..ya...nanti aku coba akan rubah sikapku ".
" Aku kenalkan temanku, mau Res?".
" Boleh ".
" Oke , nanti aku kabari dulu orangnya , jam istriharat sudah habis , sekarang kita kerja lagi takut kena semprot Bos "
*
*
" Jangan kencang - kencang jalannya sayang...kamu lupa kalo perutmu sudah sangat besar seperti ini ". Abhi selalu mengingatkan betapa Ayna suka sekali membuat jantung nya hampir copot.
Sekarang setelah kehamilam Ayna menginjak sembilan bulan , agenda wajib tiap pagi ..mereka berdua akan berjalan - jalan di sekitar taman dekat rumah.
" Maaf Mas aku lupa hehehe....aku mau itu Mas !". Hanya karena ingin membeli makanan yang dijajakan di sekitar taman , Ayna kadang melupakan kehamilannya.
Akhir - akhir ini nafsu makan Ayna memang melonjak, padahal sang dokter sudah mewanti- wanti untuk mengerem makan yang berlebihan...karena bayi dalam kandungan Ayna , berat badannya cukup berat , dan dokter khawatir Ayna tidak bisa melahirkan normal seperti yang diinginkannya jika bayinya terlalu besar.
" Janji gak boleh banyak - banyak ya sayang , ingat kata dokter !".
__ADS_1
" Iya janji gak banyak , cuma satu porsi bubur ayam , somai, bubur kacang hijau , ketoprak, soto, batagor dan satu gelas jus...udah itu aja , gak banyak kan ?". ucapnya tanpa dosa.
Abhisek sampai menganga mulutnya " Itu semua apa masuk ke perutmu sayang ?".
" Ya mudah - mudahan , lagian kan cuma satu porsi Mas ".
Ini yang tidak disukai dari Abhi , kadang paling dicicipi oleh Ayna , setelah itu ujung - ujungnya Abhi yang akan dipaksa untuk menghabiskan semua makanan itu...Kata Ayna , Sayang Mas kalo dibuang ,nanti mubazir dosa loh ....tapi ini apa pesanannya bisa untuk makan satu keluarga .
" Iya satu porsi , tapi masing - masing dari semua penjual disini kamu beli ". dengus Abhi.
" Hey jangan gitu dong , yang ikhlas ini kan buat anak dan istrimu Mas..bagi - bagi rejeki buat mereka Mas ". Kalo ini yang disukai Abhi , Ayna kadang juga memborong dagangan penjual keliling lalu makanannya ia bagikan pada orang - orang.
Abhi suka Ayna suka berbagi.
" Bukan begitu , kamu harus kurangi makanmu sayang , nanti dede bayinya kebesaran !".
" Insyaallah lancar , kan tiap malam Mas gali lubang dede bayinya ". bisik Ayna .
" Jangan ngomong gitu lagi !". Abhi ikutan berbisik.
" Memang kenapa Mas ?".
" Aku jadi kepengen , sayang ".
Akhirnya sesuai permintaan sang istri, ia membeli semua pesanan yang tadi disebutkan Ayna...baru mereka membawanya pulang untuk dinikmati.
Ibu Anna sudah seminggu berada di rumah Ayna , Abhi sengaja menjemputnya untuk menemani Ayna di kala ia sedang bekerja.
Dan juga memang Ayna juga ingin ditemani ibunya ketika melahirkan anak pertamanya ini.
Siangnya Ayna mengeluh perutnya sakit , Abhi yang sudah ada di kantor langsung meluncur pulang , khawatir dengan keadaan istrinya.
" Kamu kenapa sayang , pasti karena tadi pagi kamu makan kebanyakan...bagaimana ini Bu ?". Abhi panik melihat Ayna yang terus meringis memegangi perutnya.
" Sabar nak Abhi , bagaimana Nduk apa masih sakit ?". Ibu mengelus punggung Ayna.
" Sakit ilang sakit ilang Bu , sekarang lagi gak apa - apa ...". ucapnya dengan nafas lelah.
" Bu yang sakit kan perutnya, kok ibu malah mengelus punggungnya Ayna ?". tanya Abhi heran.
" Sepertinya istrimu akan melahirkan Bhi ".
Mendengar itu , Abhi tiba - tiba panik bukan main. " Aduh Bun, gimana ini ...aku harus bagaimana...kamu..Yang apa yang kamu rasakan , apa sakit sekali ?" tanyanya beruntun.
__ADS_1
" Tenang nak Abhi , nak Abhi siapkan mobil dan bawa peralatan yang sudah kalian siapkan dalam tas itu , ibu akan membawa Ayna pelan - pelan ke depan ".
" Iya Bu ". tapi Abhi masih tak bergerak dari sana , bahkan ia masih memegangi istrinya.
" Nak Abhi , sekarang Bhi....!".
" Eh iya Bu ". Abhi berlari ke bawah setelah mengambil tas perlengkapan melahirkan.
Abhi berulang kali menyeka keringatnya , dia pun ikut meringis ketika rasa sakit itu kembali datang menyerang Ayna.
" Cecar saja ya sayang ". berulang kali Abhi mengatakan itu , tapi Ayna kekeh ingin melahirkan normal.
" Aku masih kuat Mas, ini perjuanganku untuk menjadi seorang ibu, aku menikmati semua rasa sakit ini , kamu bisa melihatnya Mas, jadi nanti kamu bisa berfikir ulang jika ingin menduakanku".
" Tidak mau , dan tidak akan sayang , aku hanya mau kamu dan anak - anak kita sekarang dan sampai nanti sampai di akhir nafasku ".
" Terima kasih...jadilah semangatku Mas ".
" Pasti sayang , Mas akan disini menemani kamu ".
Dokter san perawat yang disitu ikut tersentuh.
" Masih lama Dok ?".
" Kita tunggu dan berdoa saja Pak , ini biasa terjadi di kelahiran pertama, karena sang bayi sedang mencari jalan lahirnya , Pak Abhi bisa bantu merangsang agar pembukaannya bertambah dengan cepat. ".
" Seperti ini Dok ". Dokter mengajarkan apa yang harus dilakukannya.
" Kalo begini saya yang tidak kuat menahan godaan Dok ". Dasar Abhi masih aja mikir yang begituan. Gimana gak tergoda kalo Abhi disuruh memilin kedua payudara istrinya.
" Mas...jangan bikin malu ihhh ". Ayna berucap , malu ...dari tadi perawat dan dokter senyum - senyum terus.
" Dokter yang nyuruh sayang....". Ayna tak menghiraukan lagi , ia terfokus pada rasa sakitnya.
Makin lama durasi sakitnya makin cepat....
" Aakkhhhhhhh...".
" Air ketubannya sudah pecah , pembukaan sudah lengkap , Bu Ayna tunggu aba - aba dari saya ya , jangan mengejan dulu !". perintah Dokter...yang dianggukki oleh Ayna... ia tak banyak bersuara lagi , ia harus menghemat tenaganya untuk mengejan nanti.
Jadi ikutan mules perutnya.......
Bersambung
__ADS_1
***