I Love You Mbak !!

I Love You Mbak !!
Bab 37


__ADS_3

Happy Reading


****


Gandi begitu senang ketika mendengar Ayna , gadis pujaannya pulang kampung. Sore ini ia sudah terlihat rapi, dengan bau minyak wangi yang sedikit menyengat, mungkin hampir seperempat botol ia semprotkan ke badannya.


" Mau kemana Mas ?". tanya Susan istri Gandi.


" Bukan urusan mu!".


Gandi dan Susi menikah karena dijodohkan, meski dari awal menolak dengan keras perjodohan tersebut, pada akhirnya Gandi kalah karena takut tidak dapat warisan dari Ayahnya jika ia menolak perjodohan itu.


Tetapi namanya juga lelaki , meski mulutnya menolak tapi tetap saja ia menyalurkan hasrat lelakinya pada Susi.


Mana mungkin gak aku pakai , enak saja ..aku sudah mengeluarkan biaya yang banyak untuk pernikahan ini, rugi aku ...itu kata Gandi.


Gandi langsung memacu motornya ke rumah Ayna.


" Assalamualaikum bu , Ayna nya ada ?".


" Waalaikumsalam , eh nak Gandi , ada di dalam , masih kecapean sepertinya ".


Ibu sebenarnya tidak suka dengan kedatangan Gandi di rumahnya, apalagi kini statusnya yang telah menjadi suami orang , ibu tidak mengusir Gandi yang merupakan anak orang terpandang di kampungnya.


" Bisa dipanggilkan gak Bu , saya mau ketemu dia !".


" Emmm gimana ya nak Gandi , sebentar ibu coba deh ". dengan terpaksa Ibu masuk ke dalam rumah untuk memanggil Ayna , tetapi Ibu sengaja tidak mempersilahkan Gandi untuk masuk ke dalam rumah.


Sialan , aku gak disuruh masuk...untung ibunya Ayna , kalo engga ...beehhh..gumam Gandi.


" Ay , diluar ada nak Gandi mau ketemu kamu ".


" Kenapa gak ibu tolak !".


" Sudah , kamu tau sendiri orangnya kan muka tembok ". ucap ibu.


" Hahaha...ibu bisa aja ".


" Temui sebentar sana , gak usah bawa masuk biar gak usah bikinin minum ,sayang gula mahal !".


" Iya iya bu....". Ayna masih tergelak.


" Bilang aja istrinya nunggu di rumah ".


Ayna berjalan dengan malas untuk menemui Gandi , Senyum langsung terbit di bibir Gandi , apalagi melihat keadaan Ayna yang sekarang, makin dewasa dan semakin cantik.


" Ay ".


" Iya Mas , ada apa ?".


" Kamu makin cantik Ay , aku sangat merindukan mu , aku gak disuruh masuk nih Ay ?".

__ADS_1


Ayna jengah dengan gombalan Gandi , sudah punya istri juga masih godain wanita lain.


" Maaf mas , aku masih lelah mau istirahat dulu ".


Dan aku tak merindukan mu.....batin Ayna.


" Yaaa sayang sekali , baiklah istirahat dulu , nanti malam aku kesini lagi !".


" Jangan Mas , apa kata orang nanti , kamu kan sudah menikah , pulang lah Mas ! anak dan istrimu menunggu , jangan buat aku jadi seorang pelakor Mas !".


" Tidak Ay, kamu bukan pelakor , aku juga gak cinta sama Susanti ".


Gak cinta tapi punya anak , gimana caranya tuh ....


" Mas , aku mohon !".


Ayna sampai menangkupkan kedua tangannya di dada.


" Baik , aku pulang , tapi nanti malam aku akan datang lagi ".


ucap Gandi , ia kecewa Ayna masih saja menolaknya , apalagi gini ia sudah menikah ,jadi tambah jauh saja harapannya untuk mendapatkan Ayna. Menyesal rasanya ia menikahi Susanti.


Di kota Abhisek masih uring- uringan , ia tak bisa pergi ketika Papi Ammar datang.


" Mau kemana kamu ?".


" Abhi ada urusan penting Pi !".


" Tapi Pi ..".


" Papi akan selalu mendukung semua keputusanmu, asal kamu juga bertanggung jawab dengan apa yang telah Papi bebankan padamu Bhi ".


" Baiklah Pi , Abhi akan menyelesaikan dulu pekerjaan ini , baru Abhi ijin mau keluar kota , boleh ya Pi ".


" Boleh, apa Papi boleh tau ada urusan apa kamu keluar kota ?".


Abhisek ragu , tapi hanya dengan Papinya saja ia bisa berterus terang.


" Abhi mau ke tempat Ayna Pi , aku jatuh cinta padanya , makanya aku menolak perjodohan itu Pi ".


" Papi tidak masalah dengan siapa nanti kamu berumah tangga , asal kamu bahagia Bhi, dari awal Papi juga sudah menolak usul Mami kamu itu , apalagi melihat kelakuan Rengganis yang sangat manja ".


" Ayna gadis yang baik , mandiri dan cukup cerdas , Papi mendukungmu , kejarlah kebahagianmu!".


" Terima kasih Pi ".


Abhi memeluk Pak Ammar dengan erat, bahagia rasanya mendapat dukungan penuh dari Pak Ammar... ia berjanji akan selalu bekerja keras untuk kemajuan perusahaan demi Papinya itu.


Malam harinya ia langsung menancap gas ke arah rumah Ayna...ia sengaja membawa mobilnya sendiri tanpa sopir.


sampai disana sudah cukup malam , setelah bertanya dengan warga yang sedang berkumpul di saung, akhirnya ia sampai di rumah Ayna.

__ADS_1


Ayna menggerutu , siapa malam - malam begini


bertamu .


Ayna kaget , ternyata sang Bos yang sudah datang menyambangi rumahnya .


" Loh Bhi , kamu ????".


" Iya ini aku , tolong Ay ...aku lelah sekali ".


" Masuk Bhi , kamu menyetir sendiri ?".


" Aku haus dan lapar ".


" Kamu gak berhenti buat ngisi perutmu dulu ?".


Abhi menggelengkan kepalanya.


" Aaiissshhhh cari masalah saja , ngirit amat sih , uangnya banyak juga...ya sudah tunggu sebentar aku buatkan makanan !".


Bagaimana Abhi mau mengisi perutnya , pikirannya terus tertuju ke Ayna , ia ingin cepat sampai di rumah Ayna.


Tanpa mereka sadar ada mata yang mengintainya dari luar.


" Cih , tadi malam saja aku tidak diperbolehkan masuk , giliran yang bawa mobil aja langsung disuruh masuk ...awas aja kamu Ay , jangan panggil aku Gandi kalo gak bisa dapetin kamu ".


Gandi berlalu pergi dari sana , ia sedang menyusun rencana untuk mendapatkan Ayna.


Setelah makan , Abhi tergeletak di sofa ...rasa lelah dan kantuk kini menyerangnya.


" Kamu gak ke hotel saja Bhi ?".


" Tega kamu Ay , aku sudah tidak kuat lagi ".


Salah dibikin sendiri kok aku yang ikut menanggung....lirih Ayna.


" Hufffttt.....ya sudah aku ijinin kamu nginep disini , tapi satu malam saja besok kamu harus pergi dari sini , tidurlah di kamar Zidni , ayo aku antar !".


Abhisek menurut saja ,yang penting malam ini ia bisa tidur nyenyak, untuk besok nanti ia pikirkan lagi.


Tak lama beristirahat , Ayna mendengarkan ada keributan di depan rumahnya.


Apalagi ini.....Ayna pun bangun setelah mendengar rumahnya di ketuk cukup kasar.


" Siapa......".


Betapa terkejutnya Ayna ...di depan rumahnya sudah banyak berdiri orang laki - laki tetangga sekitarnya ditambah pak rt , disana juga terlihat Gandi yang tersenyum sinis ke arahnya.


Gleg....Ayna menelan salivanya....


Bersambung....

__ADS_1


***


__ADS_2