
Amartha bergeleng kepala menatap kepergian Delavar yang masuk ke dalam kamar mandi. Dia menyelesaikan membersihkan alat makan yang kotor.
Karena belum merasakan kantuk, Amartha memilih untuk menonton film netflix di televisi. Duduk pada sofa yang empuk seraya memakan camilan yang dibawakan oleh Delavar saat pulang kerja.
“Kau sudah minum obatmu?” Delavar yang baru saja selesai membersihkan diri tapi sudah memakai boxer dan kaus pendek itu langsung mengucapkan sebuah pertanyaan pada Amartha.
Amartha menampilkan rentetan giginya. “Aku lupa.”
Sembari mengusap rambut menggunakan handuk, Delavar masuk ke dalam kamar Amartha lagi untuk mengambil botol berisi obat yang diberikan oleh Dokter Beverly. Pria itu tak lupa mengambilkan air mineral juga. Barulah ikut duduk di samping wanitanya.
“Untung ada aku yang selalu mengingatkanmu,” tutur Delavar seraya mengeluarkan tiga butir obat dari botol yang berbeda.
Tangan Delavar terulur untuk memberikan obat tersebut pada Amartha, sekaligus air mineral. “Minum dulu, ini agar rahimmu subur dan kembali kuat,” ucapnya. Dia benar-benar memperlakukan Amartha seperti seorang ratu.
__ADS_1
Amartha pun menerima yang diberikan oleh Delavar dan segera meminumnya. “Terima kasih, Sa—” Dia merasa kaku saat hendak mengeluarkan panggilan seperti sang pria, maka buru-buru meralatnya. “Delavar.”
“Coba panggil aku sayang,” pinta Delavar dengan menggenggam tangan Amartha.
Amartha menggelengkan kepala. “Lidahku kelu saat mengatakannya,” alasannya.
“Ada-ada saja kau itu.” Delavar pun melabuhkan kecupan di pipi Amartha dan memeluk wanita itu dari samping.
“Kau menonton apa?” tanya Delavar ikut melihat ke arah layar televisi.
Delavar menarik Amartha hingga terbaring di sofa, posisinya berada di belakang wanita itu. Tangannya kian erat memeluk tubuh yang proporsional bentuknya. “Ceritanya tentang apa?”
“Intinya di cerita itu adalah seorang hakim yang berusaha memperjuangkan keadilan untuk anak-anak.” Amartha tetap fokus pada serial drama yang berasal dari Korea Selatan dan kebetulan masuk ke dalam deretan daftar populer di netflix.
__ADS_1
Delavar justru mendengar jika nada bicara Amartha seperti ingin mendapatkan keadilan. Dia tahu jika wanita itu sedari kecil hidup dalam ketidak adilan dan ketidak berdayaan, ditambah dipenuhi harapan yang menginginkan kehidupan layaknya keluarga normal.
“Boleh aku bertanya sesuatu?” celetuk Delavar dengan tangannya mengelus perut Amartha karena wanita itu selalu nyaman jika dirinya melakukan hal tersebut.
“Apa?”
“Kau ingin orang tuamu mendapatkan hukuman apa setelah berbuat jahat denganmu?”
Amartha memindah posisinya hingga berhadapan dengan Delavar. Sofa yang tak terlalu besar itu jika ditiduri dua orang dewasa tentu saja berdesakan. “Aku hanya ingin mereka sadar akan kesalahan semasa hidup, menyesali semua perbuatan yang sudah dilakukan, dan berhenti mengusik hidupku lagi.”
Delavar memainkan rambut Amartha dengan memilin surai berwarna pirang itu. “Jika aku jujur denganmu tentang orang tuamu, apakah kau akan marah?”
Mata Amartha fokus pada wajah manis dan tampan seorang Delavar Doris Dominique, tangannya mengelus rahang tegas milik pria itu. “Tidak, aku sudah malas juga dengan mereka.”
__ADS_1
Sebegitu sakit hatinya Amartha dengan orang tuanya sampai sudah tak mau tahu lagi. Dan memang benar jika Papa Max adalah ayah kandung wanita itu setelah hasil tes DNA yang dilakukan oleh Delavar ternyata sama persis seperti pernyataan Amartha.