
Delavar mendekati orang tua serta saudaranya yang lain. Daripada mertuanya penasaran dengan kehidupan kaum elit, lebih baik dia tunjukkan secara langsung saja.
“Dad, Mamanya Amartha ingin dikenalkan ke publik sebagai besan keluarga kita,” ucap Delavar. Memancing seluruh personil Dominique dengan inisial nama Triple D itu menatap ke arahnya.
“Untuk apa? Kau mau mempermalukan dia?” tanya Daddy Davis dengan tegas.
“Dia sendiri yang minta. Sudahlah, turuti saja agar dia tahu bagaimana rasanya menjadi sorotan publik,” jelas Delavar. Dia menunjuk ke arah panggung di mana Mama Lylac berada. “Daddy saja yang memperkenalkan,” pintanya seraya tersenyum memohon.
Daddy Davis mengeluarkan decakan malas. “Oke, aku hanya memperkenalkan. Tidak akan membantu menjawab jika ada yang bertanya.”
Delavar mengangkat jempol tangan ke atas pertanda setuju. Dan keluarga Dominique pun bersamaan menuju depan.
“Perhatian semuanya.” Pemandu acara pesta tersebut memanggil tamu undangan agar fokus ke depan. “Tuan Dominique ingin memberikan sebuah informasi untuk kalian.” Dia menyodorkan microphone pada Daddy Davis.
__ADS_1
“Aku di sini hanya ingin memperkenalkan orang tua dari menantuku, Amartha.” Daddy Davis menunjuk Mama Lylac yang berdiri di baris terujung. “Dia, Lylac Debora. Silahkan jika kalian ingin bertanya dengannya.”
Daddy Davis mengajak seluruh anggota keluarganya untuk turun dari panggung. Menyaksikan bagaimana Mama Lylac menghadapi serbuan dari awak media dan tamu undangan.
Orang yang baru saja diperkenalkan itu tersenyum senang. Akhirnya seluruh dunia mengetahui bahwa dirinya bukan orang sembarangan lagi. Dengan percaya diri, dia memegang microphone. “Oke, apa yang ingin kalian tanyakan padaku?”
Salah satu wanita yang tergabung dengan grup sosialita yang tadi sempat didekati oleh Mama Lylac pun mengangkat tangan.
“Oke, berikan pengeras suara untuknya!” titah Mama Lylac.
“Tidak ada, keluarga menantuku sangat kaya, sehingga tidak perlu susah payah aku mengeluarkan uang.”
Jawaban dari Mama Lylac langsung mendapatkan respon tertawa dari seluruh tamu. Sebab, wanita itu terlihat tak malu saat tidak memiliki kontribusi sedikit pun.
__ADS_1
“Ternyata mertua lintah,” hina beberapa orang yang bersuara dengan lantang.
“Eh, jangan asal sebut. Aku ini bukan lintah, tapi memang pantas menjadi orang terpandang!” balas Mama Lylac yang tidak terima.
Tamu lain yang berdiri di samping penanya pertama pun mengambil alih microphone. “Baik, kalau kau bukan lintah. Menurutmu, berapa kira-kira persentase kenaikan saham Triple D Corp dan penjualan setelah pernikahan ini?”
Mama Lylac melotot. Pertanyaan macam apa itu. Saham? Penjualan? Bahkan dia sendiri tak paham dengan semuanya. “Kalau bertanya yang berbobot sedikit. Aku mana tahu semua itu.”
Semua orang di sana tertawa terbahak-bahak dengan lawakan yang dilontarkan oleh Mama Lylac.
“Anaknya cerdas dan berpendidikan tinggi, orang tuanya tak ada otak. Kejomplangan yang sangat nyata,” kelakar salah satu tamu yang berdiri di barisan depan.
Dan semua orang sudah tidak tertarik dengan Mama Lylac lagi. Memilih untuk berbicang dengan pebisnis yang lain untuk memperluas kolega.
__ADS_1
“Kasian Mamaku,” cicit Amartha yang melihat orang tuanya lemas di depan panggung. “Tapi dia juga salah karena terlalu berambisi,” imbuhnya mengikuti sang suami yang mulai mengayunkan kaki.
“Itulah yang akan dia dapatkan saat memaksakan diri tak mengindahkan larangan dari keluarga Dominique. Maksudku sebenarnya baik, tapi Mamamu yang tak paham jika kehidupan pebisnis dalam acara seperti ini pasti tak jauh dari obrolan seputar perusahaan juga. Dan orang tuamu jelas tidak akan bisa mengimbangi pemikiran kami,” jelas Delavar seraya mengelus puncak kepala istrinya.