I’M Not A Virgin

I’M Not A Virgin
Part 15


__ADS_3

Dari arah depan, Dariush yang baru saja selesai mandi itu pun menghentakkan kaki menuruni tangga dan mendekati Delavar. Dia tertawa saat melihat ada yang menonjol di balik handuk kimono yang membalut tubuh kembarannya. Dan tubuhnya langsung duduk di samping pria yang saat ini wajahnya terlihat frustasi.


“Oh malangnya dirimu, tak bisa disalurkan, ya?” ejek Dariush seraya mengelus bagian handuk yang menonjol itu. Dia tahu betul jika Delavar tak akan lancang melakukan hubungan badan dengan Amartha tanpa persetujuan.


“Geli, bodoh! Jangan kau pegang!” sentak Delavar. Dia menggeliatkan tubuh saat kembarannya justru iseng memberikan sentuhan di kulitnya.


“Ada Amartha, kenapa kau tak memintanya untuk menjinakkan ini?” tanya Dariush. Dia tak berhenti membuat kembarannya semakin seperti cacing kepanasan.


Dari arah samping, Daddy Davis yang baru saja pulang bersama Mommy Diora pun langsung melotot matanya. Dia kian mempercepat langkah kaki. Dua tangannya yang masih berotot pun melayang bersamaan di udara dan mendarat sempurna pada kepala bagian belakang dua putranya yang belum menikah itu.

__ADS_1


Plak!


“Apa yang kalian berdua lakukan!” sentak Daddy Davis. Dia berpindah menjadi di hadapan putranya dan menjewer telinga Dariush dan Delavar. “Kalian itu saudara, kakak beradik, kembar! Bisa-bisanya saling suka!” Dia marah-marah karena salah paham setelah melihat kelakuan dua putranya itu.


“Dad, kau itu kenapa baru datang langsung marah-marah.” Delavar memegang tangan Daddynya dan mencoba untuk terlepas dari jeweran yang bisa saja membuat telinganya putus karena terlalu keras ditarik.


“Kau itu bicara apa, Dad? Aku tak paham.” Dariush pun sama saja. Dia tak tahu kenapa orang tuanya bisa semarah itu dengannya.


Plak!

__ADS_1


“Argh ...!” raung Delavar. Dia memegangi anggota tubuh berharganya yang sedang tegak. “Sakit, Dad!” keluhnya karena tadi bagian tubuhnya itu dipukul keras oleh Daddy Davis.


Daddy Davis masih terlihat marah. Matanya nyalang melihat kedua putranya. “Bisa-bisanya kalian memainkan daerah sensitif milik saudara sendiri! Jika tak bisa mendapatkan seorang wanita, bilang padaku! Aku akan mencarikan kalian jodoh agar tak jatuh cinta dengan kembaran sendiri,” marahnya.


Delavar dan Dariush baru paham kenapa Daddy Davis marah pada mereka. Jika si anak kedua menahan tawa, lain hal dengan Delavar yang masih menahan sakit. Oh malang sekali nasib anak ketiga itu.


“Kau jangan tertawa, Delavar!” tegur Daddy Davis. Dia memang suka bercanda tapi jika masalah seperti ini harus serius. Ini melenceng dari aturannya, dan dia bukan penganut pecinta sesama jenis. Apa lagi menyukai saudara kandung sendiri. Haram bagi keluarganya.


“Dad, kau itu salah paham. Aku tak memainkan anggota tubuh Delavar.” Dariush mencoba menjelaskan kepada orang tuanya.

__ADS_1


Mommy Diora yang melihat ketiga laki-laki itu pun bergeleng kepala dan mendekati suaminya untuk diajak duduk. “Kau itu jangan langsung menghakimi anakmu, dengarkan dulu penjelasan mereka,” pintanya seraya mengelus dada bidang Daddy Davis.


Napas Daddy Davis masih terlihat belum stabil karena emosi. “Bagaimana aku tak marah. Baru juga masuk ke dalam mansion, langsung melihat Dariush seperti sedang memainkan daerah sensitif saudaranya sendiri. Apa kau tak lihat bagaimana posisi kepalanya yang terlalu dekat dengan bagian itu,” jelasnya. Telunjuk yang ditumbuhi bulu-bulu kasar itu menunjuk handuk kimono Delavar yang masih nampak menonjol.


__ADS_2