
Delavar mengajak Mommy Diora ke taman samping di mana Danesh dan Daddy Davis berada. Dia ingin bertanya dan berdiskusi tentang dokter kandungan yang bagus dalam menangani aborsi anak.
Saat Delavar baru saja sampai di taman, dia langsung mendapatkan tatapan tajam dari Danesh yang sedang digelayuti oleh kedua keponakan lucunya.
“Apa yang kau katakan pada anak-anakku, Delavar? Kenapa mereka merengek meminta cerita lucu denganku?” tanya Danesh dengan suara beratnya yang terdengar frustasi. Kedua anaknya sedari tadi menggoyangkan tubuhnya dan tak mau turun sebelum mendapatkan apa yang mereka minta.
“Anakmu ingin tahu cerita yang tadi sampai membuatku tertawa.” Delavar mengacukan dua jempol tangannya pada Annora dan Agathias. Dia pun duduk di tempat yang kosong. “Bagus, minta saja terus dengan daddy kalian.” Dia justru semakin mengompori agar keponakannya memaksa Danesh hingga kembarannya kuwalahan menghadapi bocah kecil itu.
“Cerita lucu, Daddy ... Annora mau dengar yang sama dengan Uncle Del,” pintanya dengan memasang wajah cemberut. Namun justru semakin imut dan menggemaskan.
“Daddy tak memiliki cerita lucu, Sayang.” Danesh mencoba menjelaskan seraya mengelus rambut kedua anaknya dengan penuh kasih.
“Tadi Uncle Del bilang minta Daddy,” cicit Agathias masih merengek.
Danesh menghembuskan napas pelan. “Berarti kalian minta saja dengan Uncle Delavar,” perintahnya dengan lembut.
“Kenapa?” Dua bocah itu bersamaan bertanya.
__ADS_1
“Karena yang lucu itu Uncle Del, bukan daddy,” ucap Danesh seraya menyengir dan menunjuk kembarannya.
Danesh menurunkan anak-anaknya ke bawah dan menepuk pelan pantat dua bocah itu. “Sana ke Uncle Del.”
Annora dan Agathias pun menghambur memeluk kaki Delavar. “Uncle, ceritakan pada kami,” rengeknya.
Delavar menatap ke arah Danesh yang sedang menyengir seolah mengejek dirinya. Dia bisa melihat jika kembarannya sedang berkomat kamit menggumamkan kalimat yang meremehkannya.
“Rasakan, hadapi anak-anakku yang sedang banyak ingin tahu itu,” lirih Danesh seraya tersenyum meremehkan.
Delavar membopong kedua keponakannya dan didudukkan pada pahanya.
“Yeay ... Uncle Del tidak pelit,” ucap Annora seraya mengecup pipi Delavar.
“Cepat, Uncle.” Agathias menarik pakaian Delavar karena sudah tak sabar mendengarkan cerita.
“Sebentar, aku tanya pada daddy kalian dulu, boleh tidak menceritakan padamu,” balas Delavar dengan tangan mengelus puncak kepala keponakannya.
__ADS_1
Delavar menatap Danesh dengan alisnya naik turun menggoda kembarannya. “Kau benar ingin mempercayakan kedua anakmu ini padaku?” tanyanya memastikan. “Aku akan menceritakan seperti apa yang membuatku tertawa tadi,” tuturnya kemudian.
Danesh yang tadinya ingin mengerjai Delavar agar kuwalahan menghadapi putra dan putrinya yang sedang dalam fase banyak tanya itu pun seketika melotot. Justru dirinya yang balik dikerjai oleh kembarannya.
Danesh pun berdiri dan mengambil alih anak-anaknya. “Nonton netflix saja, oke? Minta mommy untuk menyetelkan cerita lucu, di sana banyak dan mommymu pasti tahu,” kilahnya.
“Mau ....”
Annora dan Agathias pun diturunkan ke lantai. Keduanya langsung berlari mencari Felly. Danesh bisa bernapas lega, karena anaknya mudah dibujuk jika sudah ditawarkan menonton netflix.
Danesh kembali duduk di tempatnya semula. “Kau itu gila, ya? Anak kecil mau diberi cerita orang dewasa! Dasar uncle sinting!” ejeknya dengan nada kesal.
Delavar menjulurkan lidahnya. “Salahmu sendiri ingin mengerjai aku, kan? Aku isengin balik.” Dia pun tertawa sendirian saat mengingat ekspredi Danesh yang panik ketika mendengar dirinya ingin menceritakan tentang bra Felly.
Plak!
Geplakan pun melayang dari tiga tangan sekaligus. “Dasar uncle tidak bermoral,” omel Mommy Diora, Daddy Davis, dan Danesh bersamaan.
__ADS_1