I’M Not A Virgin

I’M Not A Virgin
Part 180


__ADS_3

“Baik, saya permisi terlebih dahulu, nanti akan dibantu oleh perawat untuk memindahkan Nona Amartha,” pamit dokter itu sangat sopan dan ramah.


Amartha menyenggol tangan suaminya dan membisikkan sesuatu pada telinga Delavar.


Dan Delavar segera mengajak bicara dokter yang hendak keluar. “Tunggu dulu, dok.” Dia mencoba untuk mencehah pria yang membantu persalinan Amartha agar tidak keluar.


Tentu saja hal itu membuat dokter menatap ke arah Delavar. “Ada yang bisa dibantu?”


“Bolehkah inkubator anak-anakku diletakkan pada ruang rawat saja? Istriku tidak ingin terpisah dari mereka,” pinta Delavar menyampaikan permintaan yang tadi dibisikkan oleh Amartha.


“Bisa, asalkan bayi jangan dikeluarkan dari inkubator sampai benar-benar stabil kondisinya. Saya akan memantau secara berkala ke ruangan Nona Amartha.”


...........


Amartha sudah berada di ruang rawat VIP satu. Dia sangat mengantuk dan ingin tertidur pun akhirnya membuka mata saat ruang rawat itu mendadak sangat berisik.


Tempat yang luas dan lebih cocok seperti hotel bintang lima itu sudah penuh dengan seluruh anggota keluarga Dominique.


“Mana keponakanku?” Deavenny langsung menanyakan keberadaan anak-anak Delavar saat sampai di sana.


“Itu, jangan berisik.” Delavar yang duduk setia di samping ranjang pasien pun menunjuk tiga inkubator.


Deavenny mendekati tiga inkubator dan melihat bayi yang mungil. Setiap kali memandang bayi atau anak-anak, dia pasti terharu. “Boleh aku minta satu?” celetuknya dengan menunjukkan sederet gigi putih pada Delavar.


Delavar langsung melotot ke arah si bungsu. “Enak saja, minta suamimu,” tolaknya seraya menunjuk Marvel yang berdiri tegak dan sedari tadi hanya diam.


Deavenny mencebikkan bibir. “Dasar pelit,” keluhnya dan memilih melihat keponakannya lagi.


Sementara itu, Danesh, Felly, dan kedua anaknya juga ikut melihat ketiga bayi mungil.


“Danesh,” panggil Delavar.


Membuat anak pertama keluarga Dominique menatap adik kembarnya. “Apa?” Danesh bertanya dengan gayanya yang memang datar.


“Kau kalah dari aku, anakku langsung tiga, dan kau hanya dua.” Delavar memanggil hanya ingin menyombongkan hasil kerja kerasnya selama bulan madu saja. Alisnya bahkan naik turun untuk mengejek.


Danesh tidak berekspresi sedikit pun. “Apa kau lupa jika aku memiliki satu anak lagi? Jangan melupakan mendiang Amadeo! Dan yang paling penting aku mendapatkan istri lebih dahulu daripada kau!” Dia pun membalas dengan mengejek, sebelah sudut bibirnya terangat.

__ADS_1


Membuat Delavar mencebikkan bibir karena tidak bisa menimpali lagi.


“Selamat menjadi Mommy, Sayang.” Nyonya Dominique mendekati menantunya dan mengelus puncak kepala Amartha dengan lembut.


“Terima kasih, Mommy, hari ini kau sudah banyak aku repotkan,” balas Amartha dengan hati yang lega memiliki mertua sebaik keluarga Dominique.


Lain hal dengan Tuan Dominique yang menghitung jumlah keturunan anak-anaknya. “Cucuku baru lima, hanya bisa jadi pemain futsal saja.” Dia melingkarkan tangan di leher Dariush yang berdiri di sampingnya. “Ku tunggu cucu darimu sebagai pemain cadangan.” Daddy Davis meminta seraya menggoyangkan bahu anak keduanya.


“Tenang, nanti aku berikan cucu langsung lima, kalau bisa lebih dari itu,” balas Dariush dengan sangat yakin.


Celetukan presiden jomblo di keluarga Dominique itu membuat semua orang menatap Dariush.


“Kau mau menghamili orang atau kucing?” Delavar menimpali dengan berkelakar.


Dariush bergeleng kepala dan berdecak. “Jangan mengejekku, nanti kalian kaget kalau tiba-tiba aku datang ke mansion dengan membawa bayi lima.”


“Iya, tapi bayi kucing.” Deavenny ikut mengejek Dariush. Dan semua tertawa bahagia saat melihat wajah presiden jomblo itu kesal.


“Ejek terus ... sampai puas,” ucap Dariush. Dia melepaskan tangan Daddy Davis yang merangkul pundak dan memilih untuk melihat tiga keponakan barunya.


“Jagoan uncle, kalau sudah besar nanti, jangan sering bermain solo seperti Daddy kalian, ya!” Dariush berbicara seolah menasehati anak-anak Delavar yang belum tahu apa pun itu.


Dariush mengusap kepala, mengacungkan jari tengah pada Delavar.


Delavar pun kembali lagi di samping istri tercinta. Menggenggam erat tangan Amartha. Sepasang orang tua baru itu menatap ke arah anggota keluarga yang sedang mengerumuni anak-anak mereka.


“Ini adalah hadiah terindah yang pernah aku dapatkan. Selamat hari pernikahan pertama kita, Sayang. Terima kasih karena kau sudah bersedia menjadi Mommy dari anak-anakku,” ucap Delavar meninggalkan kecupan di bibir Amartha.


“I love you, Daddy,” bisik Amartha setelah ciuman selesai. “Kalian adalah harta yang akan selalu aku jaga,” janjinya seraya mengelus lengan Delavar.


Delavar Doris Dominique pada akhirnya bisa mencairkan dinginnya hati seorang Amartha Debora. Dengan perjuangan dan kebesaran hati menerima segala kekurangan wanitanya. Tidak pernah mengungkit masa lalu yang kelam, justru menutupi dengan kebahagiaan.


Tujuh bulan berlayar hanya untuk bulan madu, dan di hari pernikahan satu tahun Delavar serta Amartha justru mendapatkan hadiah dari Tuhan yang luar biasa. Kelahiran ketiga jagoan yang diberi nama Aloysius Finlay Dominique, Brennus Finlay Dominique, dan Clemmons Finlay Dominique, membuat kehidupan rumah tangga sepasang pengantin itu menjadi semakin lengkap.


...*****...


...TAMAT...

__ADS_1


...Akhirnya kita tiba di penghujung cerita. Terima kasih sudah menemani perjalanan cinta mereka. Sampai jumpa bulan April di kisah Dariush Doris Dominique si presiden jomblo....


...Aku sudah memutuskan untuk menulis Dariush di NovelToon setelah melewati pertimbangan, salah satunya adalah aku suka bacain komen kalian. Jadinya bikin semangat buat tetap nulis di sini....


...Sampai jumpa bulan April. Jangan lupa follow instagram aku @heynukha biar ga ketinggalan info....


...*****...


...Jangan lupa dukung karyaku yang lain ya. Semua ceritaku di NovelToon saling berkaitan...



My Rich Husband





Gabby, My Fierce Girl





Hidden Rich Man





My Poor Secretary

__ADS_1




__ADS_2