I’M Not A Virgin

I’M Not A Virgin
Part 169


__ADS_3

Sementara itu, malam semakin larut dan satu persatu tamu undangan pun masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan oleh Delavar.


Dariush celingukan sendiri saat melihat seluruh keluarganya berjalan menuju kamar masing-masing. “Sial! Aku tidur sendirian,” umpatnya. Orang yang dia tunggu sejak tadi tak menampakkan batang hidung. Wanita incarannya sudah pasti tidak datang.


Dariush pun mengayunkan kaki menyusul keluarganya. Dan dia mendapatkan ide cemerlang saat lewat depan kamar pengantin. “Aku harus menggagalkan malam pertama mereka,” celetuknya dengan wajah yang tersenyum iseng.


Tangan Dariush mengetuk pintu kamar Delavar dengan tenaga yang kuat. Dan hal itu justru membuat Daddy Davis berhenti tak jadi masuk ke dalam ruangan untuk dia istirahat.


“Kau mau apa membangunkan Delavar?” tanya Daddy Davis dengan nada bicara penuh kecurigaan.


“Mengganggu pengantin baru,” jawab Dariush dengan jujur dan kembali menggedor pintu Delavar lagi.


Daddy Davis berdecak seraya menggelengkan kepala. Dia mendekati Dariush, melingkarkan tangan di leher putranya itu. “Jangan mengganggu mereka, biarkan Delavar membuat cucu banyak untukku,” peringatnya. Tuan Dominique menarik tubuh Dariush agar menjauh dari kamar pengantin.


“Tidak seru, Dad. Semua orang tidur bersama pasangan masing-masing. Aku sendirian? Curang sekali,” keluh Dariush.

__ADS_1


“Tidur bersama Mommy dan Daddy kalau kau tidak mau sendiri,” tutur Tuan Dominique. Dia mengajak Dariush masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu.


Kedatangan dua pria itu membuat Mommy Diora mengernyit. “Dariush kenapa?”


“Dia sedang manja, ingin tidur bersama orang tuanya.” Daddy Davis yang menjawab, lalu melepaskan tangan dari tubuh Dariush.


Anak kedua keluarga Dominique itu menggelengkan kepala. “Aku tak bilang seperti itu, akal-akalan Daddy saja.”


Dariush hendak keluar kamar orang tuanya.


Tapi Daddy Davis sudah menarik kerah kemeja Dariush agar tak bisa pergi. “Kau pasti mau mengacaukan malam pertama Delavar, tidak akan aku biarkan.”


“Dad, lepaskan! Aku ini sudah besar, tidak elok jika masih tidur bersama orang tuaku,” berontak Dariush. Daddynya tahu saja akal pikirannya yang tak rela jika Delavar sudah tidak menemani kejombloannya lagi.


“Sudah, tidur saja, waktu kecil juga kau sering minta peluk seperti ini,” balas Daddy Davis.

__ADS_1


Mommy Diora yang melihat kelakuan suami dan putranya pun menggelengkan kepala. Sudah besar tapi masih saja memiliki sisi kekanakan seperti itu. Dan ia juga ikut merebahkan tubuh mengapit Dariush.


“Mommy juga ikut.” Nyonya Dominique pun memeluk Dariush.


Pria muda itu hanya mampu menghela napas. Tak berkutik walaupun sesungguhnya bisa menggunakan tenaga yang dimiliki untuk keluar dari rengkuhan kedua orang tuanya. Namun, pasti akan menyakiti Mommy serta Daddynya. Sehingga lebih baik tidur bertiga saja. Setidaknya nasib malam ini tidak terlalu mengenaskan.


...........


Di ruang pengantin, Delavar terbangun di pagi hari saat alarm dari jam ponselnya berbunyi. Dia segera mengerjapkan mata dan sorot pertama langsung melihat wajah Amartha. “Pemandangan yang sangat indah.”


Delavar menyingkirkan rambut yang sedikit menutupi wajah Amartha. “Sayang, bangun.”


“Hm?” gumam Amartha dengan suara tak jelas.


Tangan Delavar mengelus pipi wanitanya dengan lembut. “Ayo bangun, kita harus berpindah kapal.”

__ADS_1


Informasi itu segera membuat Amartha membuka kelopak mata. “Kenapa pindah?”


Delavar tak langsung menjawab, dia menggendong sang istri untuk diajak mendekati jendela, dan menyibakkan gorden hingga bisa melihat hamparan di luar. “Karena kapal pesiar ini hanya untuk pesta dan akan segera menepi ke pelabuhan, sedangkan tempat bulan madu kita ada di luar sana.” Dia menunjuk sebuah transportasi air yang mengapung tak jauh dari posisi saat ini.


__ADS_2