
clukk... takkk...
"ehek... tuan ... apa... yang ... anda ... lakukan...
ehek...." perempuan itu meronta ronta.
"em... lezat... drah mu lezat" candis terus mengisap darah dan kekuatan wanita tersebut.
candis mengigit perempuan itu tepat dilehernya, terus mengisap darah dan kekuatan perempuan itu, sampai sampai perempuan itu lemah tak berdaya, dan candis pun melepas gigitanya.
perempuan itu terbaring lemas dan tak berdaya.
"hem... puas" candis melepaskan gigitan, dan melihat amoo memberiak kode.
amoo memahami kode tersebut, dan amoo pun langsung pergi membawa wanita itu dan pergi meningalkan candis.
"sial.. aku terlalu banyak mengisap tenaga dan darah dia, kalau begini terus bisa bisa...
Ohok... Ohok..."
Guma candis dalam hati, batuk batuk.
"ehem... tuan kami juga ingin diperlakukan sama seperti tadi" suara yang muncul tiba tiba.
"eh... suara ini" candis terkejut mendengar suara yang tak asing lagi ditelingannya.
"tuan terlalu pilih kasih , kami juga ingin diperlakukan sama, eeemahh" suara yang lainnya juga muncul dengan tiba tiba.
"gawat... kenapa mereka semua ada disini..."
Guma candis dalam hati, mencoba untuk tetap tenang.
"em... tuan semakin tampan"
"apa tuan sudah melupakan kami"
"kekuatan mereka senakin kuat, dan jika aku menghisap lagi dengan keadaanku yang begini bisa saja akan terjadi hal buruk" guma candis dalam hati.
"apa karena wanita itu, yang telah membuat tuan melupakan kami"
"seberapa penting wanita itu, sehingga tuan meninggalkan kami"
"apa kasih sayang tuan sudah tercurahkan semuanya kepada dia"
Suara suara itu menampakan diriny.
"itu tidak ada hubungannya dengan kalian" jawab candis dengan santai.
para wanita tawanan itu terus mendekati dan candis mencoba bersikap tenang...
wanita itu semakin dekat....
semakin dekat...
makin dekat....
"wanita jalang..." ucap salah satu dari wanita itu, menghinaku.
Wala ... Hasilnya...
__ADS_1
Candis mengarahkan kukunya yang tiba tiba memanjang keaeah leher perempuan itu.
"lancang sekali kau, aku tak akan biarkan kau hidup karena kau mengatakan perkataan itu, walau pun kau minta maaf, sujud, dan menyembahku, aku tidak akan mengampuni kau, karena dia berbeda dengan kalian" bisik candis,
Mendengar bisikan itu membuat darah dan emosi wanita itu megelegar gelegar.
candis membagi diri menjadi banyak sebanyak jumlah wanita itu, dan melakukan gerakan mengunci agar wanita wanita itu tidak melawan, saat dihisap darah dan kekuatannya.
satu persatu wanita itu terjatuh lemah dan tak berdaya.
tap.... tap... tap...
brakkk... suara dobrakan pintu yang keras.
"hosh.... hosh.... hah... tuan..." amoo terkejut
melihat candis menghisap darah para wanita itu,dan lagi candis masih menghisap darah wanita yang menghinaku.
"tuan lepaskan wanita ini, anda sudah nengisap begitu banyak jika diteruskan..." perkataan amoo dipotong wanita itu
"candis aku tidak akan membiarkan wanita itu mendapatkanmu, walaupun aku menjadi aruah yang bergentayangan" ucap wanita itu dengan susahnya.
candis nenekankan gigitnya dengan kuat, perlahan lahan gigi candis memanjang merobek daging daging, dan urat urat dileher wanita itu, wanita itu tak sangup menahan sakitnya, ia mengeliat geliat kesakitan, denfan keadaan yang lemah wanita itu memukul mukul candis, suapaya gigitannya dilepaskan, tapi itu tidak mempan bagi candis.
Sying... Gigi candis menembus leher wanita itu, darah menalir .
"ugh..." wanita itu kesakitan.
Nyawa wanita iti tidak tertolongkan lagi.
Mengetahui itu , candis pun melepaskan wanita itu dan mengelap darah yang betlepotan di bibirnya
"eh... denyut nadinya, tuan wanita ini telah tiada" amoo terkejut.
"em... singkirkan dia, dan masukan yang lainnya kedalam penjara" perintah candis, pergi meningalkan tempat itu, diikuti dengan amoo dibelakangnya, amoo khawatir terjadi sesuatu dengan tuannya.
para pengawal membereskan semua kekacauan yang terjadi,
candis keluar dengan jalan terhoyong hoyong
"tuan apa anda baik baik saja?" tanya anoo khawatir
"tidak apa aku hanya..." jawab candis.
bruk... candis jatuh pingsan.
"tuan" pangil amoo.
tak... brukk... suara gelas yang pecah dan aku yang terjatuh.
"hah... kenapa perasaanku tidak enak ya"
Gumaku dalam hati
"suara apa itu kenapa itu,"
"em... coba cepat cek",
"ayo... ayo..."
__ADS_1
para pelayan pergi melihat apa yang terjadi dan saat mereka membuka semuanya terkejut
melihat aku yang terjatuh kelantai dan saat itu juga dragon datang.
"apa kamu tidak apa apa" tanya dragon sambil membantuku berdiri.
"em... aku tidak apa apa " jawabku mengengam erat tanggan.
"em... kenapa aku terus mengingat candis ya!
apakah terjadi sesuatu dengan dia," gumaku dalah hati.
"yakin," tanya dragon sekali lagi.
"em... ya," jawabku menyakinkan dragon
"kalau kamu merasa sudah sehat, bagaimana kalau kita jalan jalan, ke pasar rakyat" ajak dragon, karena dragon mengetahui kalau aku sedang memikirkan sesuatu
"em... pasar rakyat, aku ingin tau bagaimana pasar rakyat yang ada disini" gumaku dalam hati.
"ya!" jawabku.
"baikalah kalau begitu kamu siapa siap dulu, pelayan bantu dia" perintah dragon.
para pelayan itu datang, dragon pergi keluar dan mereka memandikanku , memakaikan pakaian
dan merapikan rambut ku dan menghias wajah ku.
"em... kok lama sekali, ya" dragon yang sudah lama menunggu.
"tuan, nona kasturi sudah siap" ucap pelayan yang membukakan pintu.
"em..." dragin membaliakan badan dan seketika pipinya memerah merah.
"wah... wah... bidadari dari mana dia" ucap pengawal.
"iya,.. cantiknya" ucap pengawal Satunya.
dragon melirik pengawal pengawal itu
(kode keras)
"tuh lihat tuan pipinya menerah" bisik bisik pelayan.
"cantiknya..." guma dragon dalam hati.
"em... kenapa memandangku begitu" tanaku.
Mendengae itu dragon langsung salah tingkah.
"eh...ayo kita pergi" ucap dragon memalingkan wajah dan langsung mengandeng tanganku, mengajaku pergi.
"tuan... semangat" ucap pengawal dan pelayan memberi semangat kepada dragon dengan suara yang pelan.
para pelayan yang terlalu kesenangan
dan pengawal yang kesenangan juga
aku berjalan dengan dia berdua menuju pasar rakyat, sesampainya aku disana
__ADS_1
"OMG...."