I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 89


__ADS_3

"Siapa kau?" teriaku panik.


"Hem... Siapa ya?" suara itu terdengar lagi.


"Jangan sentuh aku" teriaku lagi menghentakan kakiku.


"Ah..." suara rintihan terdengar, kelihatannya hentakan kakiku mengenai kakinya, tangannya yang tadi mengelus elus ia lepaskan.


Kerreeet... Suara pintu yang dibuka dengan keras, dan...


Bummm... Bantungan pintu yang cukup keras.


"(Hah... Dia pergi juga)" gumaku.


Walaupun pintu itu dibuka maupun ditutup tetap saja tidak ada cahaya disini.


Tak lama kemudian...


Kreettt... Pintu terbuka lagi.


Kelihatannya makhluk itu datang lagi.


Ya... Tetap saja aku tidak melihat cahaya sedikitpun, langkah kaki makhluk itu semakin mendakat.


"Mau apa lagi kau datang kesini?" tanyaku.


"Galak sekali, hihi..." suara itu terdengar dari belakangku, kira kira jaraknya 1 atau 2 jengkal.


"Jangan macam macam denganku,


Atau..." perkataanku dipotongnya, "atau apa?"


"Atau aku akan menghajarmu sampai babak belur", nada suaraku mulai naik.

__ADS_1


"Haha... Kalau begitu lakukan" tantangnya.


"Egh... (Kenapa sulit sekali rantai ini seakan akan menyegel kekuatanku)" gerutuku.


"Keluarkanlah kekuatan yang kau punya kalau perlu semuanya, haha... Sekuat apa pun kau mengeluarkan kekuatanmu, kau tidak akan bisa" cemoohnya.


"Egh...." sudah sekuat tenaga aku keluarkan tapi tetap tidak bisa rantai ini kuat sekali, ditambah lagi dengan keadaan yang gelap gulita seperti ini, dan lagi makhluk itu masih disini didekatku.


"Haha... Kau mau apa lagi sekarang?


Mau terika pangil dia...,


Candis...." tanyannya.


"Kau..." geramku.


"Haha... Teriaklah panggil si Payah itu kesini, asal kau tahu ya, yang menyebabkan kau ada disini, dirantai seprti ini, itu semua karena permintaanya," bisiknya.


"Tidak mingkin," nada suaraku menaik.


"Bohong... Kau bohong..." teriaku memberontak.


"Kau tidak percaya,


Hy!, lihatlah dia sekarang sedang bermesra mesraan dengan wanita lain yang tak lain adalah ke-ka-sih-nya" hasutannya yang menjadi jadi.


Aku mengeretakan gigiku menandakan geram mendengar kalimat kalimat yang ia bisikan.


"Sekarang dia lagi enak enakan, bersenang senang dengan wanita lain, sedangkan kau, kesihan..." bisiknya.


"Hehhh.... Ca-ndisssssss...." teriaku membangkitkan kekuatan sejatiku yang tersenbunyi.


Baaarrr... Rantai rantai yang menahanku hancur

__ADS_1


Berkeping keping, makhluk itu dengan cepatnya menjauh dariku tersenyum mistis.


Candis yang merasakan getaran kekuatanku terbangun dari tidurnya.


"Kasturi...", candis mengoleh keluar jendela.


Tangan wanita itu merayap rayap membelai candis.


"kamu kenapa kaget begitu?" tanya wanita itu memeluk candia.


"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya candis ekpresinya yang tidak menyenangkan itu muncul lagi, candis benar benar tidak tahu menehu kalau wanita itu ada bersama dengan dia.


"Lepaskan... Pergi kau dari sini?" usir candis.


"Gak mauuu... Aku masih mau dekat dengan kamu" rayu wanita itu.


Candis mencoba melepaskan pelukan wanita itu.


Sedangkan aku yang baru saja mengeluarkan kekuatanku tubuh ini terasa lemah pandangan mulai kabur, kekuatan itu menghilang kembali dan aku pun terjatuh pingsan.


Makhluk itu mengendongku membawaku kesuatu tempat lagi.


Saat aku sudah sadar aku sudah ada disuatu tempat yang, yah... Lumayan ada cahanyannya, dari pada tempat gulita itu, kicauan burung bisa terdengar.


Mataku yang memandang langit langit ruangan itu, melihat sekeliling, saat aku melihat kesamping betapa terkejutnya aku melihat dia yang terbaring disampingku dengan telanjang dada, wajahnya tidak asing sepertinya aku pernah melihat wajahnya.


Tanganku reflek memegang pipinya.


Tiba tiba...


Baaaa... Matanya terbuka warana mata yang menyela nyala seperti api.


"Hah... Kenapa, kangen ya?" makhluk itu tersenyum lebar.

__ADS_1


Ketika aku ingin menarik kembali tanganku, tiba tiba... Yap... Tangannya dengan cepatnya menangkap tanganku, dia menahan tanganku dipipinya, aku berusaha menarik kembali tanganku, tapi dia terlalu kuat.


"Jangan memberontak, biarkan seperti ini..." ucap makhluk itu menutup matanya kedua tangannya memegang tanganku.


__ADS_2