
"apa hari ini nona tidak Latihan"
"Tidak aku ingin istirahat saja"
Aku kembali tidur lagi.
Satu hari aku mengjabiskan waktuku ditempat tidut karena aku terlalu lelah.
Aku tak mempedulikan yang terjadi di sekitarku.
Kreettt... Suara pintu dibuka.
"Apa dia sudah, bangun...?"
"Nona belum bangun" ucap salah satu pelayan.
"Haiss... Kenapa dia belum bangun, hari sudah siang begini?"
"Ah... Itu tuan bukankah malam tadi tuan telah membuat nona kerepotan"
"Eh... Merepotan" bicara dalam hati. mencoba mengingat, apa yang terjadi!
"Ah... Jangan jangan itu" bicara dalam hati.
"Keluarlah..." perintah candis.
"Baik... Tuan" para pelayan itu keluar.
Dia menuju kaarahku.
Dia mengelus rambutku,
"Em... "
"Eh..." candis terkejut.
"Maaf merepotkan mu malam tadi, hari ini kau tidak perlu latihan, kau istirahat saja, Mimpi yang indah" menarik selimut.
"Em... Hooohmm..." saat aku membuka mataku, tetnyata hari sudah malam.
"Hah... Kenapa sudah gelap, sudah berapa lama aku tertidur" terkejut.
"Ah... Nona anda tidur cukup lama, sekitar 15 jam"
"Apa..." aku terkejut mendengar itu.
"Aku tidur, selama itu, bagaimana ini aku tidut seharian dan tidak latihan, candis pasti marah sekali padaku" bicara dalam hati.
"Nona apa anda baik baik saja"
"Ah... Iya saya baik baik saja"
"Aduh... Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan" bicara dalam hati.
Setelah aku mandi dan makan,
Aku memutuskan untuk menemui candis,
Aku mencari carinya dikamarnya, ruang baca, ruang santai dan tempat yang aku ketahui tapi aku tidak menemukannya. karena tempat ini terlalu besar dan luas,
Aku tidak mengetahui seluk beluk istana ini, jadi aku meminta pengawal untuk mengantarkan ku kepada candis.
Dan mereka mau mengantarku, aku pun mengikuti mereka
Tempat yang tidak ku ketahui.
"Ah... Nona kami mengantarkan sampai sini saja, selanjutnya nona tinggal lurus kedepan dan diujung sanalah tempatnya" ucap salah satu pengawal yang mengantarku.
"Terimakasih telah mengantarku"
Aku pun meneruskan langkahku, setelah sampai didepan pintu.
tiba tiba...
"Berhenti nona Anda tidak boleh masuk" ucap salah satu penjaga.
"Kenapa aku tidak boleh masuk?"
"Itu, karena ini ruangan..." pembicaraan yang terpotong.
"Aku kesini karena ada perlu dengan candis, ada yang ingin aku bicarakan kepadanya?, sampaikan itu kepadanya"
__ADS_1
"Baikalah kalau begitu, tunggulah dahulu disini"
Salah satu pengawal itu masuk untuk memberitahukan soal ini.
Tok... Tok... Maaf tuan, noan ingin menemuai anda.
"Hah... Kasturi, ada apa dia mencariku sampai kesini, dan bagaimana ia samapai keaini" bicara dalam hati.
"Suruh dia masuk dan kalian keluarlah" prajurit, zahu, dan amoo meninggalkan tempat itu.
"Baik tuan..."
"Ehem... Nona silahkan masuk, tuan menunggu anda"
Aku pun memasuki ruangan itu, yang aku lihat candis meminum arak.
"Waw... Keren sekali, seperti artis kpop" bicara dalam hati.
"Apa yang ingin kau bicarakan kepadaku"
"Ah... Itu aku hanya ingi meminta maaf, gara gara hari ini aku tidak latihan, dan hari ini aku tidur" pasrah.
Prff... Menahan tawa.
"Jadi dia kesini hanya ingin Meminta maaf" bicara dalam hati.
"Apa kau mau memaafkan aku"
"Tidak semudah itu, kau harus melakikan sesuatu untuku" tersenyum.
"Melakukan sesuatu"
"Kemarilah dan duduklah disampingku..."
Aku pun mendekatinya, dan duduk disampingnya.
deg... deg... jantungku berdebar kencang.
ternyata bukan aku saja yang merasakanya tapi candis juga.
"Cepat sekali kau memintanya"
"Kok... Perasaan ku tidak enak ya" bicara dalam hati.
"Jangan khawatir aku tidak akan melakuakan yang tidak tidak"
"Ah... Benarkah kalau begitu..."
"Aku ingin kau menemani aku minum malam ini, sebentar saja"
"Ah... Baiklah kalau begitu"
"Em... Apa kau mau minum arak ini"
"Ah... Tidak umurku belum cukup untuk..."
"Ayolah minumlah sedikit, disini tidak ada yang melarang" mulai mabuk.
Aku pun mengambil gelas yang berisi arak tersebut,
"Eh... Araknya harum sekali" mengendus endus. dan tampa ragu ragu aku meminumnya.
beberapa menit kemudian.
"Hahaha... Rasanya enak, kakak cantik terimakasih"
Candis terkejut mendengar kata kata itu.
"Apa dia sudah mabuk berat padahal baru satu gelas kecil, botolpun belum" bicara dalam hati.
Baru segelas saja aku sudah mabuk berat.
"Kakak cantik berikan aku lagi" semangat.
__ADS_1
"Tidak boleh... Tidak boleh... Kau tidak boleh minum lagi" candis mengambil botol arak.
"Hah... Kenapa tidak boleh"
Syaat....
Tampa sadar aku merebut botol ditangan candis dengan cepat dan langsung meminumnya sampai habis.
"Eh... Tadi itu dia..." merona.
Hahahaha... Aku mabuk berat sepertinya aku... Aku...
"Eh... Dia mau terjatuh"
Tap... Candis menagkapku.
"Hahaha... Kakak cantik, kepalaku berputar putar" mabuk berat.
Tak lama kemudian aku langsung tertidur.
"Hah... Dia langsung tertidur, hah... Aku salah besar membiarkan dia meminum arak"
Candis melepas jubahnya dan menyelimuti ke aku, aku tertidur di pangkuannya.
Candis mengelus elus rambutku, dengan lembut.
"Ah... tanganya dan kakinya dingin sekali"
Tiba tiba...
Pelayan masuk
"Em... Tuan apa anda mau tambah lagi...
Eh... " terkejut.
"Ah... Maafkan saya" pengacau.
Pelayan itu langsung keluar.
"Hah... Ngantuk sekali,"
Candis pun juga tertidur.
"Ah... Apa Yang barusan aku lihat itu, apakah benar"
"Apa yang barusan kau lihat, didalam" para pengawal kepo.
"Aku melihat... Tuan memegang tangan nona dan..."
"Wah... Tuan tebat sekali"
"Em... Kenapa tuan tiba tiba menyuruh kita keluar" ucap amoo.
"Ah... Aku seperti tidak tau apa apa, kan tadi nona datang menemui tuan, ya! Jelaslah kalau kita diusir" ucap zahu.
"Oh..."
"Eh... Kau penasaran tidak, apa yang dilakukan tuan"
"Tidak..." dingin.
"Kenapa!"
"Aku tidak mau membahas ini"
"Kasturi, apa kau tidak mengingat ku" bicara dalam hati.
"Ah... Ada apa dengan diriku kenapa, aku terus memikirkan tentang dia, aku harus fokus kepada perintah ibu" guma dalam hati.
"Em... Kenapa aku tidak bisa tidur"
Bolak balok badan dan tetap saja tidak bisa tidur.
"Em... Apa yang diherjakan kasturi malam ini ya" penasaran.
"Kakak... Padahal banyak sekali yang ingin aku tunjukan kepada kakak, tapi hakak malah pergi tinggalkan yusi sendiri" guma yusi dalam hati.
"Ehem... Kelihatanya ada yang sedang galau nih" ucap.
__ADS_1