I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 93


__ADS_3

Aku tidak mengerti kenapa dia menyamar menjadi Deska.


Dewa mimpi meliriku "kau mengerti semua ini".


Wajahku sudah kebaca jelas kalau aku tidak paham semua yang menimpa diriku.


Lagi-lagi Dewa mimpi menghentakan kakinya, dia menceritakan semua, bahkan jawaban yang aku cari selama ini dia jawab "Kasturi inilah yang tujuanmu kesini bukan kau ingin mengetahui semua ini bukan.


Kau ingat mimpi ini, aku pernah memberimu mimi ini berulang kali disetiap ulang tahunmu."


Mimpi itu aku ingat dengan mimpi itu yang sering datang saat aku tidur, mimpi yang mengambarkan aku bertemu sosok yang sangat dekat dengan diriku.


Dewa mimpi melanjutian ceritanya "....Hari itu ketika kau ingin pergi kesuatu tempat yang aneh, yang disebut dengan sekolah. kau terjatuh kedalam lubang, dan sampai kesini bukan? Itu tidak lain adalah perbuatan Candis, dia yang memanggilmu kesini. Satu alasan karena, kau adalah milik Candis, jodohnya Candis. Karena aku kalah taruhan dengan dia aku membocorkan soal ini. ....." panjang lebar Dewa mimpi menceritakan semuanya.


"Sudahlah, zidar kami kesini bukan untuk itu" Candis sudah berada disamping Zidar nama Dewa mimpi.


Mata Zidar menunjuk aku yang sedang memperhatikan gambaran masa lalunya.


"Biarkan saja dia, ada masalah yang lebih penting dari pada itu" Candis membisikan masalah yang lebih penting itu, Zidar yang mendengarkan bisikan Candis membuka matanya lebar-lebar seakan tidak percaya dengan perkataan Candis.


Mereka asik bicara berdua, sedangkan aku merasakan ada yang aneh, seperti ada gempa kecil, aku mengabaikan perasaanku tersebut.


"Kalau benar yang kau bilang tadi, lebih baik sekarang kau bawa dia kembali kedunia dia, akan bahaya jika dia terus berada disini, dan lagi wanita itu semakin kuat saja, mungkin kau dan aku tidak akan sanggup untuk melawan -" tidak sempat Zidar menyelesaikan perkataannya, gempa besar menguncang tempat ini, tiang-tiang retak, Zidar seperti tersengat listrik.


"Agh.... (Bahaya gerbangnnya) Candis kau bawa dia dari sini sekarang, sudah tidak ada waktu lagi, cepat candis!!!" Teriak Zidar.


Tampa pikir panjang lagi Candis sengera membawaku, tapi naas. Belum sempat ia membawaku...

__ADS_1


Bammm.... Ledakan terdengar sangat kuat, energi mengerikan dapat aku rasakan, dari bawah sana asap mengepul memngambarkan seorang wanita yang berjalan didalamnya, betapa terkejutnya aku melihat siapa yang keluar dari dalam kabut.


"Itu... Itu..." tunjuku.


Betapa terkejutnya Candis dan Zidar melihat siapa yang keluar dari dalam kabut?.


"Jaina" ucap Candis.


"Dia-" Zidar mengenal wanita itu.


Ya... Mereka berdua kenal dengan wanita yang keluar dari dalam kabut itu.


'Rupanya dia Jaina, wanita yang kemarin datang keistana Candis, yang mengoda Candis, tidak salah lagi itu wanitanya' pikirku


"Candis kenapa kau kabur dariku? Apa salahku?" Jaina mendekat, Candis bersedia untuk menyerang wanita itu kapan saja.


"Menjauh dariku Jaina kalau kau tidak mau menyesal.


Aku beri kau kesempatan untuk lari sejauh mungkin, dan hiduplah bebas seperti yang engkau mau" Candis serius dengan perkataannya.


"Cih... Apa kau takut denganku Candis?" wanita itu terus mendekat.


"Aku tidak takut denganmu Jiana" balas Candis.


Wajah Jiana berubah draktis, tadinya sangat bahagia, sekarang sangat menyeramkan aku saja tidak berani melihat dia.


Bass... Jiana menghilang, berpindah tempat dengan cepat, tiba-tiba saja Jiana sudah berada dibelakangku, kuku-kukunya memanjang berkeliaran dileherku.

__ADS_1


Candis dan Zidar tidak dapat merasakan kekuatan Jiana.


Itu sangat bahaya sekali.


"Candis apa ini wanita yang kau sukai? Apa ini wanita penganti diriku" Jiana menyekap diriku.


"Hentikan Jiana, dia tidak ada hubungannya dengan masalah kita" Candis mencoba mendekat.


"Kau bilang dia tidak ada hubungan dengan masalah kita. Hahaha.. Candis yang membuat kau lemah, yang membuat kau berubah dan merebut dirimu dari sisiku, tidak lain adalah karena dia, sejak awal aku tidak suka dengan kehadiran dirinya" ucap Jiana.


"Kau benar Jiana, aku berubah karena dirinya, tapi kau salah aku menjauhi dirimu bukan atas dirinya, itu karena atas kemauanku sendiri.


Apakah pantas wanita seperti dirimu mendapatkan aku, aku tahu semuannya Jiana, kau mendapatkan kekuatan yang Dahsyat itu semuanya dari para Dewa yang menjadi korbanmu, termasuk juga keluargaku, ayahku mati karena kau, kau yang menaruhkan racun kedalam air minumnya, kakaku sekaligus suamimu kau bunuh dia juga, ibuku, sekarang kau ingin membunuhku atas dasar alasan cintamu.


Aku bukanya tidak tahu apa yang kau lakukan, anak-anak kau yang kau besarkan mereka selalu membuat kekacauan, bahkan kau menyuruh mereka untuk membunuh Kasturi, sejak awal yang kau incar adalah Kasturi, kau berusaha untuk mencelakainya..." Jelas Candis.


Jadi selama ini yang mencoba untuk mencelakaiku adalah ulah Jiana, ratu penguasa cahaya.


Aku tidak habis pikir kalau yang dia iginkan dariku dalah kekuatannmiliku.


Jiana tertawa "Haha... Bagus Candis kau tahu semuanya, jadi aku tidak perlu lagi menjelaskan" Jiana mengubah dirinya. Yang benar saja dia berubah bentuk tadinya cantik jelita sekarang, hi... Seperti monster giginya besar dan tajam, bibirnya hitam tebal, matanya merah padam, tangannya membesar, dibelakang tumbuh ekor, rambutnya memanjang seperti duri landak, wajahnya bengkak teinganya besar bagaikan sayap, hidungnya patah, kakinya uluran 100 kali lipat dari kakiku, seperti itulah gambarannya.


Semakin ia kuat semakin aku sulit untuk lepas darinya, matanya tajam menarapku, mulutnya terbuka lebar berisap-siap mengisap habis kekuatannku.


Namu Candis lebih dahulu merebutku darinya.


Perkelahian pun terjadi, Candis dan Zidar menyerang Jiana berkali-kali, namun serangan itu percuma juga.

__ADS_1


Kekuatan Candis dan Zidar sudah terkuras cepat, tapi Jiana tidak kekuatannya stabil, apa yang bisa aku lakukan? Kekuatan ini aku masih tidak bisa mengendalikannya, kekuatan macam apa ini, kekuatan yang tidak bisa digunakan sama-sekali.


__ADS_2