I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 80


__ADS_3

Suasana pegunungan yang segar, tadinya


Sekarang jadi enek...


Makhluk kurus dihadapanku ini napsu makannya kuat sekali, aku sudah beberapa kali memasakan makanan untuknya, badan kurus aja tapi napsu makan banyak.


Aku pergi menibgalkan makhluk kurus itu biarkan pria yang membawaku kabur itu melayani.


Aku duduk termenung didepan rumah itu,


"Apakah candis akan marah ya, kalau aku telah... Aaahh..., biarkan saja,


Sekarang yang penting adalah mencari sasih," gumaku.


Tiba tiba saja...


"Kenapa melamun pagi pagi begini?," suara yang terdengar dari belakang ku.


"Ha... Kakek..., itu aku lagi...," jawabku ragu ragu untuk memberi tahu.


"Apa kau lagi mencari sesuatu?," tanyanya.


"Itu... Aku lagi mencari jawaban mengenai diriku, kata tota, sasih tau jawaban dari pertanyaan ku," jawabku.


"Sasih...!," ucap pria tua itu.


"Iya!, aku lagi mencari sasih, tapi aku tidak tahu ia ada dimana dan lagi aku juga tidak tahu kalau aku ada dimana sekarang,


Apa kau tahu dengan sasih?," ucapku.


"Em... Ya," jawab pria tua itu.


"Benarkah kalau begitu, kau bisa pertemuakan aku denagn dia!," pintaku.

__ADS_1


"Em... Tentu," sahur pria tua itu.


"Benarkah dimana dia," tanyaku.


"Didepanmu," jawab pria tua itu..


"Hah... Tak sangka sasih yang dalam pikiranku muda ternyata tua," gumaku terkejut.


"Apa benar kau sasih?," tanyaku.


"Benar aku sasih, dan pria yang membawamu kabur itu adalah muridku, aku yang memerintahkannya untuk membawamu kesini!," jawab sasih.


"Apa kau tahu kedatanganku?," tanyaku.


Sasih hanya menganguk anguk mengiyakan.


"Jadi apa kau tahu siapa sebenarnya diriku?," tanyaku lagi.


"Itu... Sebenarnya aku tidak mengetahui siapa dirimu sebenarnya!, karena yang bisa mengetahui itu hanya dirimu saja," jawab sasih.


"Tapi mungkin aku bisa menjawab pertanyaanmu yang lainnya," aju sasih.


"Ah... Kalau begitu apa kau mengetahui sesuatu tentang penguasa kegelapan dan penguasa cahaya, atau kau bisa menceritakan kepadaku tentang Dunia ini?," tanyaku.


Sasih pun menjawab pertanyaanku dengan panjang kali lebar, berjam jam ia menceritakan dari ujung pangkal sampai pangkal lagi, dari yang tadinya pagi menjadi malam baru selesai.


"Kasturi, kenapa kau pergi meningalkan aku...," guma candis geram bergerak dengan cepat menuju kearah ku, sebelumnya ia sempat kehilangan jajak ku dan setelah sehari ia mencari cari akhirnya ia menemukan jejak ku lagi dan sekaeang ia menuju kearaku.


Hooommm.... Aku mulai mengantuk, dengan lemah aku bertanya sekali lagi.


"Jadi kepada siapa aku harus bertanya lagi,"


"Em... Kau bertanya saja dengan dewa dewa besar lainnya, terutama kepada chupi dia mungkin tahu tentang dirimu tang sebenarnya," jawab sasih.

__ADS_1


"Kemana aku harus mencari chupi, dimana aki bisa beetemu dengan chupi?," tanyaku sekali lagi.


"Itu... Aku tidak tahu, dia sulit sekali ditemukan," jawab sasih mengecewakan.


Karena ngantuk sekali aku beranjak dari tempat itu menuju kedalam rumah,


tiba tiba


Sap... Ada yang menahan ku dengan


Dengan cepat, sasih saja sampai terkejut dan tak nyangka nyangka, aku menutup mataku, sangking kagetnya dan takutnya, dengan perlahan aku membuka mataku, kakiku gemetar dan tubuhku gemetar aku tak menyangka kalau dihadapan ku ini candis, wajah candis yang kelihatan marah membuatku semakin takut,


"Kasturi kenapa kau pergi meningalkan aku ?," tanya candis dengan nada suara yang tinggi bagaikan halilintar yang mentambar.


Mendengar suara candis bulu kuduku langsung berdiri.


Zasss... Candis membawaku pergi, sebelum menghilang aku sempat berteriak memangil sasih dan berterimaksih sampai akhirnya kami menfhilang dan kami kembali kepenginapan dengan kuat candis menjatuhkan ku ketempat tidur muka candis masih kelihatan marah, candis mengambil gelas berisi air lalu ia minum dengan bengisnya, candis membuka jubahnya dan bajunya.


"Can-dis kau baik baik saja?," tanyaku mulai ketakutan.


Candis beranjak ketempat tidur, perasaanku mulai tidak enak,


Aku mau lari dengan cepat candis mendekat dan menahku Aku sampai sampai jatuh terbaring ditahannya


"Can-dis, kau kenapa?," tanyaku sekali lagi dengan perasaan yang sudah ketakutan. Jantungku berdebar kencang, badanku panas dingin.


"Kenapa kau pergi tingalkan aku?," bisik candis tiba tiba melemah dan brukkk...


Kepalanya terjatuh dibahuku, kelihatanya candis tertidur lagi, mungkin yang tadi ia minum itu obat tidur.


aku baru menyadari kalau tindakan yang ku ambil akan membuatnya seperti ini, apa kah nanati tindakan yang lainya mungkin ia lebih dari ini,


ia tertidur dengan posisi seperti 'pus up' karena dalam keadaan tertidur jadi tanganya mulai melemah dan Brukkk... candis terhempas aku ditindihnya,

__ADS_1


aku berusaha mendorongnya dengan sekuat tenaga tapi tetap saja ia berat sekali, susah untuk didorong, dan memindahkannya.


__ADS_2