
****
maaf semua, tulisan episonya salah, seharusnya 46 kan tapi saya tertulis 47.
maaf ya:).
****
Jreng...
Kekuatanku timbul lagi, dan aku berbeda sekali...
"Apa... Bagaimana bisa, kau..." teriak azar karena terkejut melihat seranganya musnah begitu saja.
Dan penduduk desa, tabib, kepala desa, dan gomnam, mereka semua pingsan.
"Bagaimana diberubah begitu saja, rambutnya, matanya, dan tingkahnya berubah, bahkan kekuatanya meningkat lebih kuat" guma azar dalam hati.
"Huh.... Tubuhnya terlali besar, akan sulit untuk mengalahkannya, coba cara ini saja..." gumaku dalam hati.
Aku perlahan lahan melayang keudara, dan
Zas... Aku langsung menyerang azar dengan cepat,
Hup... Azar menghindar dengan cepat.
"Tadi itu hampir saja, tapi cepat sekali dia" guma azar dalam hati.
Aku terus menyerang azar. Sampai sampai terjatuh ke tanah, dan
Saat aku ingin menyerangnya lagi.
Tiba tiba...
Syat... Tangan azar yang besar itu memukulku dengan kuat, sampai sampai
Aku terpelanting sangat jauh kehunung.
Bommm...
"Ah... Tuan suara ini, sepertinya ada perkelahian" ucap amoo.
"Ah... Kasturi" guma candis dalam
"Apa... Terjadi sesuatu dengan nona, apa nona berubah lagi..." ucap zahu.
Candis menghilang dengan cepat.
"Ah... Tuan sudah pergi duluan" ucap zahu.
"Kalau begitu ayo cepat kita pergi menyusul tuan" ucap amoo.
Sat.. Mereka menghilang menyusul candis.
"Ah..." aku bangkit, dan
Zass... Aku terbang dengan cepat, menyerang azar dan mengepalkan tangan.
Saat tiba didepanya aku menghilang,
"Ah... Kemana dia" ucap azar.
Aku muncul kembali tepat dibelakangnya dan menyerang...
Tapi...
"Hah... Kau menyerang dari belakang, pengecut" ucap azar.
Tap... Dia menangkapku, dan membanting banting ku ketanah.
Tes... Darah ku banyak keluar.
Akupun mulai melemah.
Dia mengengam ku dengan kedua tangannya yang besar itu mengengem ku dengan kuat.
"Agh... " teriaku kesakitan.
__ADS_1
Aku berusaha untuk melepaskan diriku, dengan kekuatan yang aku miliki.
"Ah... Dia kelihatan kuat, tapi ternyata dia lemah, hanya dugaanku saja!" guma azar dalam hati.
"Agh... Dia kuat sekali, bagaimana cara aku keluar dari sini?..." gumaku Dalam hati.
Dia semakin kuat mengengamku.
Sat... Candis, amoo, dan zahu muncul.
"Ah... Apa yang terjadi disini" ucap amoo.
"Ah... Tuan lihat itu" ucap zahu terkejut, dan menunjuk keatas.
Candis dan amoo melihat keatas, mereka terkejut setelah melihatnya.
"Tuan... Nona" ucap amoo terkejut.
"Ah... Kasturi" guma candis.
"Kalian urus mereka" perintah candis.
"Baik tuan..." ucap amoo dan zahu.
Sas... Candis terbang...
"Berhenti..." ucap candis.
"Siapa dia, kenapa kekuatanya sama dengan candis" guma azar.
"Jangan ikut, campaur..." ucap azar..
"Hah... Siapa pula dia ini?, hey! Kau pergilah disini berbahaya, nanti kau bisa terluka" ucap ku dengan lemah.
"Lepaskan dia... Atau..." ucap candis.
"Atau apa...?"
Tiba tiba...
"Ah... Suara ini... Sura... Apa itu kau...
Sura ternyata kau masih hidup..." guma azar dalam hati.
"Aaaggghhh... Kenapa kepalaku tiba tiba sakit, aggghhh..." guma azar dalam hati kesakitan
Saat azar kesakitan...
Dia pun melepaskan gengamnya.
Aku terjatuh lemas, seperti tidak ada kekuatan lagi.
Hap... Candis menangkapku, dan membawaku turun kebawah.
"Hah... Siapa kau?" tanyaku.
"Aku..." perkataan yang belum selesai.
"Ah... Iya! Nama samaranku. Dan
Aku tidak boleh kelihatan kuat didepannya atau dia akan mengenaliku" guma candis dalam hati.
Sedangkan azar kesakitan, tiba tiba azar mendengar suara.
"Bunuh wanita itu...
Bunuh wanita itu..." suara yang samar samar.
"Tidak... Aku tidak mau membunuhnya"
Guma azar dalam hati.
"Bunuh wanita itu...
Bunuh wanita itu..." suara yang samar samar itu terdengat lagi.
Aaaa... Azar teriak kesakitan.
__ADS_1
Sepertinya sisi kejahatan dan lekuatan azar mengambil alih tubuhnya.
"Ah... Azar..., aaaaa" teriak wanita itu.
Candis cepat cepat melrpaskan kau, dan menolong wanita itu.
Bommm... Suara ledakan yang besar.
"Ah... Apa aku sudah mati" guma wanita dalam hati.
Saat candis membelakangi azar, saat itu juga azar menyerangnya dengan cepat,
Candis
Menghindar dengan cepat.
Tapi... Sayang sekali, candis terkena sedikit dari serangan azar itu.
Bruk... Candis pun terjatuh ketanah...
"Azar kenapa kau berubah..." ucap wanita itu.
"Hahaha... Akulah yang terkuat" azae teriak teriak.
Tiba tiba...
"Eh... Apa ini?" ucap azar.
"Akar rantai kematian..." teriaku.
Akar akar itu muncul dari tanah dengan banyaknya, dan membelit tubuh azar, walau pun tubuh azar itu penuh dengan macam macam penyakit dan wabah.
Tapi tetap saja akar itu kokoh membelit tubuh azar dengan kuat.
"Hah... Aku salah ternyata kau kuat juga" ucap azar.
Akar akar itu membeliti tubuh azar dengan kuat, dan menutupi semua tubuhnya.
Basss... Tubuh azar hancur berkeping keping.
"Hah... Apa sudah selesai... Ah..." ucapku.
Aku pun terjatuh, karena lemas sekali akupun pingsan.
Hap... Candis menangkapku.
Celing... Cling... Azar yang mulai menghilang.
"Sura..." ucap azar.
sura pun bangun dan mendekatinya.
"Azar..." sura memeluk azar, dan meneteskan air mata.
"Sura maafkan aku... Aku Menepati janjiku padamu" ucap azar.
"Aku tau... Hiks... Hiks..." ucap sura sedih.
"Maafkan aku menyerangmu, maafkan aku tidak menolongmu, maafkan aku tidak menemanimu selamanya" ucap azar.
Sura hanya bisa menangis mendengar perkataan itu.
"Aku mengikuti sisi jahatku, dan aku tidak bisa mengendalikannya saat ingin membunuhmu, maafkan aku...sura" ucap azar.
"Sura... Kau mulailah hidup yang baru, buka lembaran baru, kau carilah laki laki yang lebih baik lagi dariku, hiduplah bahagia dengan dia, dan kenangan kita jangan kau lupakan, aku selalu ada disisimu, walaupun kau tidak mengingat diriku...
Sekali lagi maafkan aku sura" ucap azar
.
Sura hanya menangis.
Azar tersenyum kepada sura.
Cling... Cling... Azar menghilang.
Dan sura pun pingsan.
__ADS_1