I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 49


__ADS_3

Hosh... Hosh... Kami kelelahan setelah bersih bersih.


Hah... Tak terasa hari sudah mulai malam.



"Em... Aku mau mandi dulu, ah...


Lengket sekali rasanya" gumaku dalam hati.



"Em... Tempat ini cukup luas ada dapur, kalau begini aku bisa masak, ah... Iya... Aku harus berterimakasih sama nyonya..." ucap Qiqi.



"Em... Nona malam ini, anda mau makan apa?" ucap kulici.



"Apa ya...?" pikir Qiqi.


Malam pun tiba...


Saat sampai diruang makan.



"Tuan silahkan masuk... Nona sudah didalam menunggu..." ucap kulici.


Aku pun duduk didekatnya.



"Em... Kelihatanya enak... Siapa yang masak?" ucapku.



"Em... Kami berdua memasaknya,!"



"Apa benar...!" ucapku.


Mereka berdua menganguk anguk.


Saat aku mau makan aku baru teringat.



"Ah... Iya, kulican sini ikut makan bersama kami!" ucapku, tersenyum.



"Eh... Tuan aku tidak..." kulici menolak.



"Ayolah, kulici ikut makan bersama kami, jangan sungkan, aku kan sudanh mengangapmu sebagai saudaraku, dan kamu harus makan bersama kami,


Ayo duduk" ucap Qiqi.


Dan kulici pun duduk



Dan ikut makan bersama kami.



"Em... Enak sekali makanan yang kalian buat ini" ucapku memuji.



Setelah makan...


Aku pergi bersama tabib mo untuk minum arak bersama temannya.



"Ah... Tuan kemana" ucap amoo panik.



"Tuan lagi keluar cari angin, tenanglah...


Tidak akam terjadi apa apa dengan tuan...


Tuan kan kuat..." ucap zahu.

__ADS_1



"Iya, sih... Tapi aku takut tuan minum arak lagi, jangan jangan tuan minum nya lebih banyak lagi dari biasanya" ucap amoo.



"Em... Kalau lihat arak ini teringat dengan candis, apa dia minum arak lagi sekarang?, apa candis mengingatku?, dan apakah dia mencariku, aku harus bagaimana... Sekarang aku,...


Ah..." gumaku dalam hati.



"Ah... Apa aku sekarang sudah mabuk, lebih baik aku pulang sekarang,..." gumaku.



"Rio... Apa kau baik baik saja..." ucap tabib mo.



"Aku rasa mulai mabuk, lebih baik aku pulang dulu, tabib mo..." ucapku.



"Apa perlu aku antarkan" ucap tabib mo.


"Tidak... Tidak... Tabib mo lanjutkan saja aku bisa pulang sendiri..." ucap ku.



Aku pun berjalan pulang


saat Dijalan aku bertemu seseorang yang mabuk berat sekali.



"Ah... Apa itu, kenapa dia bergerak aneh sekali... Apa jangan jangan monster..." ucapku


.


Aku pun memberanikan diri untuk mendekatinya.


Setelah aku dekati ternyata itu hira...


Hira mabuk berat.



Aku pun membantunya berdiri dan membawanya pulang.


Dengan terhuyung huyung.



"Ah... Lihat lah sudah jam berapa ini, tuan masih belum kembali juga, kenapa kau tidak khawatir zahu, seharusnya kau khawatir zahu..." ucap amoo khawatir.



"Aiss... Cerewet sekali kau ini...


Kau seperti seorang ibu ibu yang kehilangan anaknya, tuan akan baik baik saja, tuan bukan anak kecil lagi, tuan juga bisa menjaga dirinya..." ucap zahu emosi kepada amoo.



Tiba... Tiba...



Tok... Tok... Suara ketukan pintu.



"Ah... Siapa itu?" ucap amoo.



"Mungkin tuan..." ucap zahu.



amoo membuka pintu.


Amoo terkejut melihat tuannya yang mabuk berat, dan aku yang memangkunya, membuat amoo semakin terkejut.



"Ah... Tuan... Bagaimana bisa anda..." guma amoo terkejut dalam hati.


__ADS_1


"Eh... Itu... Kenapa tuan bisa..." guma zahu dalam hati.



Amoo pun membawa tuannya kedalam kamar.



"Ah... Apa tuan begini karena banyak pikiran...


Apa tuan masih memikirkan nona yang berubah dan sudah menikah itu" guma amoo dalam hati.



"Terimakasih, sudah mengantarkan hira..." ucap zahu.



"Ah... Tidak masalah" ucapku.



aku pun segera pulang kerumah.



"Em... Kenapa rio belum kembali" ucap Qiqi.


Tok... Tok... Suara ketukan pintu.



"Em... Siapa malam malam begini yang datang" ucap Qiqi.



Qiqi pun membuka pintu.



Saat membuka pintu, Qiqi terkejut melihat ku...



"Qiqi..." ucapku dengan lemah, tersenyum.


Aku langsung memeluk Qiqi tampa sadar.



"Rio... Kamu kenapa..., ini bukan kamar mu" ucap Qiqi ketakutan.



"Qiqi... Aku ada masalah yang membebaniku... Aku sedih sekali... Apa yang harus aku lakukan..." ucapku.



"Ah... Rio memang kelihatan banyak pikiran" guma Qiqi dalam hati.



Qiqi membawaku duduk di tempat tidur.



"Kamu punya masalah


apa?" ucap Qiqi.



"Rio... Rio... Yah... Dia tertidur..." ucap Qiqi, melihat rio yang tertidur.



Tap... Rio terbaring.



Qiqi pun menyelimutinya.



"Sebrnarnya rio ada masalah apa, kenapa rio seperti ini, sebenarnya siapa kau ini?


Hoomm..." guma Qiqi dalam hati, Qiqi yang mulai mengantuk pun tertidur disebelahku...


__ADS_1


__ADS_2