I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 81


__ADS_3

Malam yang sepi dan senyap, kelelawar malam yang berkeliaran angin sejuk berlari lari, sedangkan aku masih terjebak dalam pelukan candis, walau sudah ku keluarkan kekuatanku tetap saja aku tidak bisa lepas darinya dan lagi energiku sudah habis kelihatanya sudah tidak sangup lagi, aku menyerah.


"Duh... Panas sekali," gumaku merasa kepanasan, tubuh candis panas sekali.


Tanganku menyentuh kening candis,


"Aaah... Panas sekali, keningnya panas sekali," ucapku merasakan panasnya kening candis, mataku mulai mengantuk dan tubuhku yang lelah juga, dalam hitungan detik aku tertidur.


5 Jam kemudian


"Em... Jangan... Jangan pergi," igau candis yang membuatku terbangun.


"Emm...," dengan malasnya aku membuka mataku.


"Em... Jangan... Jangan pergi," igauan candis yang sama dengan kepalanya yang ikut serta mengeleng geleng gelisah, tanganya juga buka katup - buka katup mengepal geram, ekpresi mukanya juga kelihatan gelisah, peluh sebesar biji jagung keluar membasahi mukanya, peluhnya juga membasahi seluruh tubuhnya dan karena aku ditindihnya jadi aku juga ikut basah.


"Eh... Cadis bisa mengigau Juga," gumaku terkejut melihat momen yang langkah ini.


Ingin tertawa tapi tidak tega melihat wajahnya yang gelisah itu.


"Apa dia sedang mimpi buruk, kelihatanya buruk sekali," gumaku prihatin, awalnya aku tertawa tapi seketika aku menjadi ikut gelisah juga.


Dalam mimpi candis...


Wanita yang serupa itu datang lagi kemimpinya, mimpi yang sama terulang kembali saat wanita itu pergi meninggalkan candis, wajah candis berubah draktis, dalam hatinya ia berteriak 'jangan tingalkan aku'

__ADS_1


Aku melihat ekpresi yang tak menyenangkan itu,


Tanganku langsung bergerak menyentuh tangan candis, baru saja aku letakan tanganku sudah digengan erat oleh candis, mukanya juga bergerak mengeser keleherku,


napasnya dan detak jantungnya terdengar sangat jelas.


Tanganya bergerak memeluku dengan erat aku sempat terkejut dibuatnya, aku juga membalas balik dengan menepak nepak, mengusap usap dengan pelan pungungnya setidaknya membuatnya nyaman, ekpresi yang tadinya gelisah perlahan lahan berubah menjadi tidak gelisah Bahkan ia tersenyum.


Dalam mimpi candis...


Candis yang tadinya berteriak dalam hatinya 'jangan pergi' candis hendak mengejar wanita itu, tiba tiba aku ada didalam mimpi itu, aku menarik tangan candis dan megengamnya dengan erat, candis memelukku dengan erat, seraya tersenyum.


Berapa jam kemudian.


Raja siang sudah bangun dari perinduanya,


"Au... Bantal guling bisa mengigit, aneh sekali," guma candis.


Candis menatapku dengan teliti sambil mengosok gosok matanya, dan aku menatapnya dengan mata yang ngantuk,


Pandangan candis mulai membaik


"Egh... Kasturi," candis terkejut melihatku ada didekatnya.


"Pegal, homm..." ucapku dengan lemah sambil menguap.

__ADS_1


Bagaimana tidak aku pegal,


Aku terbaring dengan posisi yang seperti ini dari menjelang malam sampai pagi tubuhku menjadi kaku semua,


Candis melihat posisinya, ketika ia menyadari dengan posisinya sekarang candis langsung menjauh dari ku.


Aku hanya membalas dengan menatap malas sambil menguap,


Candis Mengengam erat tangannya.


ia mau marah tapi, ia tidak bisa apa lagi melihat keadaanku yang sekarang, kantung mata kendur dan mata memerah,


Bagaimana tidak kantung mataku dan mataku memerah, Setengah malam aku bergadang tidak tidur tidur, gara gara takutnya dia menyerangku kapan saja apa lagi dengan posisi yang seperti ini, lebih mudah lagi baginya, jadi harus waspada.


Aku membuka mulutku dan berkata dengan pelan seraya menutup mataku,


"Candis maafkan aku, aku memberimu obat tidur, seharusnya aku tidak melakukan itu, tapi aku terpaksa untuk melakukan itu agar kau tidak mencegahku untuk menemui sasih, aku hanya ingin tahu siapa diriku, kalau kau ingin marah silahkan marah lah sesukamu aku siap mendengarkannya, kalau kau ingin menghukumku silahkan...,"


Candis mendekatiku tanganya menpak nepak pipiku dengan pelan.


"Kasturi... Kau tidak apa apa kan?,' tanya candis.


Aku mengankat Jempol dan dalam hitungan detik aku tertidur.


"Apa dia terjaga semalaman karena aku,

__ADS_1


apa dia menjagaku semalam?,


apa yang aku perbuat kepadamu semalam sampai kau tidak bisa tidur?," candis menarik napas dan tanganya mengelus elus rambutku, kelihatanya ia tidak marah lagi denganku, 'kelihatannya'.


__ADS_2