
Seteah 1 minggu lamanya aku berada dikota senjata, dan mempelajari gerakan gerakan bela diri baru, mengunakan sejataku yang sudah selesai, dan akhirnya candis membawaku kembali kekerajaan kegelapan, kami pulang dengan menaiki pegasus, disaat perjalanan pulang candis tidak banyak bicara setiap kali yang aku bicarakan cuma dijawabnya 'hem' tak ada kata lain lagi, sahutannya itu membuatku jengkel sekali, ya... Akhirnya aku kacangi aja semua perkaraanya.
Pegasus yang bergerak cepat sekali seperti cahaya itu melaju, melesat dengan cepatnya, diatas awan
Tak lama kami sudah sampai diistana kegelapan, ya istana yang menyeramkan penjaga gerbangnya saja besar seperti raksasa, hewan penjaganya saja besar besar dan bersayap sungguh penjagaan yang ketat sekali, para penjaga dan hewan penjaganya menunduk memberi hormat.
Setelah mengijakkan kaki diatas tanah kami sudah langsung disambut dengan kulici, zahu, amoo, dan para pelayan lainnya.
Amoo segera menghampiri candis, ia membisikan sesuatu hal Kepada candis yanh sempat membuatku penasaran, candis dengan cepatnya melangkah memasuki istana, diikuti amoo dan zahu dibelakangnya dan aku malah ditingalnya, dari ekpresi wajahnya candis kelihatan sangat apa gitu...
Kulici datang menghampiri diriku, dia memegang erat tanganku, dia sepertinya merindukanku
Apa selama ini dia baik baik saja disini,
Kulici membawa ku masuk keistana.
Ketika aku berjalan menuju kekamarku aku melihat pelayan sibuk sekali dengan pekerjaan mereka, walau aku belum berapa lama tinggal disini tapi setahuku mereka tidak sesibuk ini, setiap kali pelayan yang lewat mereka memberi hormat kepadaku, aku sempat heran sih.
__ADS_1
Aku bertanya kepada kulici "kenapa semuanya kelihatan sibuk sekali, apa ada sesuatu?"
"Em... Itu, beberapa hari yang lalau istana ini kedatangan tamu nona, 2 orang pria-," ucap kulici belum selesai.
"2 orang pria apa kau kenal dengan mereka,
Dari mana mereka berasal?," aku memotong perkataan kulici.
"Entahlah nona mereka seperti kerabatnya tuan, 1 Kelihatan baik, tapi 1 lagi agak mengesalkan nona," sahut kulici dengan sebal ketika memberitahu yang satu lagi.
"Kenapa?," tanyaku.
"............ Nah... Begitulah nona," kulici mengakhiri ceritanya
Jawabku dengan 'oh' yang pendek.
Tak terasa hari sudah malam lagi, setelah kembali dari kota senjata aku tidak melihat candis lagi, entah dimana ia sekarang.
__ADS_1
Aku duduk dijendela besar dikamarku sambil melihat lihat kalung yang diberikan dragon kepadaku aku awalnya kalung itu biasa biasa saja, tiba tiba kalung itu mengeluarkan cahaya yang bersinar kebiru biruan kalung itu
Kalung itu melayang begitu saja, kalung itu melayang layang mengarah kearah luar jendela, aku berdiri dijendela mengikuti kalung itu, kalung itu terus melayang keluar jendela, tampa sadar aku melangkahkan kakiku, sampai sampai...
Ha... Aku terjatuh dan tiba tiba saja
Happp.... Ada yang menangkapku dengan cepatnya,
aku memejamkan mataku sangking takutnya jatuh dari jendela, dengan perlahan aku membuka mataku, betapa terkejutnya aku melihat siapa yang ada dihadapanku,
Siapa lagi kalau bulan dia pria pertama yang aku temui sewaktu aku datang ke dunia fantasy ini, siapa lagi kalau bukan azu
Azu kelihatan berbeda sekali
waktu pertama kali aku jumap dengan dia, dia tidak seperti ini pakaian yang ia pakai biasa saja, rambutnya biasa saja, tapi sekarang dia terlihat berbeda dari ujung rambut sampai ujung kaki,
Siapa sebenarnya azu ini?
__ADS_1
Kenapa dia bisa ada disini?