
Dengan nona" ucap amoo
"Justru itu, kita pantau dari jauh saja"
"Kenapa?" serempak.
"Kalian ingat, dia lari dari istana pasti karena khawatir dirinya berubah, dan tidak ingin ketemu dengan ku, karena pasti aku tidak mengenalnya, dan dia takut aku salah tanggap tentang dirinya" jelas candis.
"Ooohhh... Begitu..." serempak.
"Jadi, apa yang kita lakukan sekarang"
"Iya tuan apa yang harus kita lakukan sekarang, dan bagaiman kita mendekatinya"
"Pertama kita cari tempat istirahat dekat dengan rumah itu, setelah itu kita susun rencana"
"Baiklah tuan"
"Ah... Dingin sekali..." mengigil.
Tiba tiba...
Brukkk... Qiqi terjatuh, dari tempat tidur dan menindihku.
"Agh... Sakit sekali, Qiqi kau tidur lasak juga"
Aku mengangkatnya kembali ke tempat tidur, dan menyelimutunya.
Tiba... Tiba...
Syut... Qiqi, memeluk tanhan ku dengan erat... Dan membuka mulutnya.
"Apa yang ingin iya lakukan"
Qiqi membuka mulutnya lebar lebar, dan
Syatt... Aaaaa.... Dia mengigitku.
"Aaaa... Sakit, apa yang sebenarnya dia Mimpikan" teriak dalam hati karena menahan sakit.
"Ayam... Ayam... Enak sekali" mengigau.
"Ah... Qiqi memegang tanganku terlalau kuat, bila aku melepasnya dengan paksa nanti dia akan terbangun dan kesakitan, jadi apa boleh buat..."
Aku duduk ditempat tidur. Qiqi terus memegang tanganku.
"Hooom... Ngantuk,"
Aku pun tertidur.
"Tuan... Apa rencana kita"
"Kita ikuti dia, dengan menyamar..."
__ADS_1
"Tapi untuk mendekatinya, bagaimana..."
"Kita buat alasan kalau kita kesini untuk belajar ilmu tabib"
"Tuan memang hebat" jempol.
Sedangkan ditempat lain.
"Ah... Aku harus mencari tabib untuk pengobatan ayah, tapi... Tabib saha itu, tabib yang terkenal di kota ini, tapi dimana aku bisa menemukannya paman, paman tidak memberi petunjuk yang jelas" guma dragon dalam hati.
"Aaaa... Bagaiman keadaan kasturi, ya..." melamun.
Sedangkan ditempat lain.
"Em... Menarik sekali. candis..."
"Nyonya apa rencana anda selanjutnya"
"Ah... Iya, biarkan azuu menyelesaikanya dahulu, jika ia gagal baru aku ambil tindakan, Haha... candis tunggu saja nanti"
"Ibu... Aku datang" membungkuk.
"Berdirilah, bagaimana?"
"Semuanya berjalan dengan lancar, apa yang akan saya lakukan selanjutnya"
"Baik... Ibu..."
"Hangat sekali..." memeluk erat.
"Eh..." Membuka mata, dan Terkejut.
Jreng... Qiqi memelu eret tubuhku.
"Aaapaaa... Bagaimana bisa dia ada disini?" guma Qiqi dalam hati.
"Ah... Silau" membalikkan badan.
Tap... Tanganku memegang tangannya.
sontak Qiqi langsung menerjangku.
Bak... Bruk... Aaaa...
"Aaah... Apa apaan kau ini, pagi pagi sudah menerjangku" kesakitan.
"Aaapaa yang kau lakukan, kepadaku?" gemetar.
"Aku tidak melakukan apa apa, sunguh"
"Bohong..."
__ADS_1
"Justru kau sendiri yang memegang eret tanganku, dan mengigit tanganku, semalam"
"Ah... Apa benar, bohong"
"kau tidak percaya, ini lihat ini, ini bekas gigitanmu, lagi pula aku tidak akan melakukan hal yang tidak tidak"
"Bohong kau, mengambil Kesempatan dalam kesempitan"
"Aku Harus bagaimana agar engkau percaya" serius.
"Aku tidak melakukan apa apa kepadamu, jika aku melakukan hal tidak tidak denganmj aku malu sendiri dengan diriku tau"
"Kelihatanya dia tidak berbohong" guma dalam hati.
"Em... Aku percaya, tidak kau mungkin melakukan hal yang tidak tidak"
Beberapa jam kemudian.
Aku dan Qiqi belajar, ilmu pengobatan,
Dan kami pergi kegunung untuk mencari tanaman obat, yang banyak, dan ikut menjaga toko obat.
Kebetulan sekali tokonya ramai hari ini, Setelah Qiqi mengobati pasien yang terluka, dia membereskan barang barang dan tak sengaja tangannya tergores pisau.
"Ah..." kesakitan.
Tes... Tes... Darah ditangan Qiqi mengalir berjatuhan.
Aku yang melihat itu sontak memegang tangan yang terluka dan menghisap darahnya.
Semua yang ada ditoko tiba tiba terdiam.
"Ah... Rio"
setelah itu aku perban lukanya.
"Apa masih sakit, sekarang kamu istirahat dulu biar aku yang gantiin kamu"
"Eh... Kok... Hening" guma dalam hati.
"Ah... Kalian Ini, Jangan mesra mesraan disini, haduh... pengantin baru" ucap nyonya.
"Ah... Mereka suami istri, mesra sekali" ucap pelangan.
"Ah... Mereka cocok sekali, dan saling perhatian, bikin iri"
"Tuh... Lihat... Shin, mereka aja saling menjaga hati, seharusnya kamu juga gitu dengan aku, dan jangan goda perempuan lain lagi"
"Cara yang cepat..."
Ribut ribut... Para pelangan.
Setelah satu persatu diobati akhirnya toko sunyi.
__ADS_1