I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 32


__ADS_3

"Bulan telah kembali menyinari negri ini, ini semua berkat kamu" bicara dalam hati.


"Kakak... Kenapa kakak pergi, begitu saja dan kenapa kakak, pergi dengan laki laki lain" guma yusi dalam hati.


Suasan istana kerajaan samudra semakin damai dan tentram, kebahagiaan, kecerian dan kegembiraan mahkluk disini yang telah lama hilang, kini kembali lagi, berkat pengorbanan, dan perjuangan.


Kesokan paginya.


Akhirnya perban yang melilit tubuhku, sudah bisa dilepaskan, saat semuanya terlepas tubuhku seperti ringan sekali.


"Em... Ngomong... ngomong... Hari ini aku tidak melihat candis"


"Oh... Tuan... Dia masih tidur" ucap pelayan.


"Ohhh..., oh... Ye apa saja yang dilakukan candis saat aku tidak ada disini" penasaran.


"Oh... Tuan sangat kacau"


"Benarkah..."


"Benar nona, tuan sangat kacau saat nona tidak ada disamping tuan"


"Iya, nona tuan sangat kacau, bahkan tuan sampai sampai..." perkataan yang terpotong.


Tok... Tok... Suara pintu yang diketuk.


"Permisi nona... Saatnya sarapan" suara pelayan.


Aku pun menuju ruang makan.


"Wah... Makanannya... Kelihatannya Enak enak, tapi kok aneh sekali" bicara dalam hati.


"Em... Dimana candis?"


"Ah... Tuan masih tidur, kalau begitu nona tunggu dulu biar saya bangunkan tuan" ucap pelayan.


"Em... Tidak usah... Aku saja yang membangunkan dia"


Akupun berjalan menuju kekamar candis.


"Ah... Nona... Ada Apa anda datang kesini?" ucap pengawal.


"Apa..." terkejut.


"Hy!, jangan bicara begitu, tentu saja nona kesini untuk..."


"Kalau begitu, nona silahkan masuk" tersenyum lebar.


Mereka membukakan pintu.


"Bukan bukan... Maksudku... Kalian yang... Bangunin" bicara terputus putus.


Mereka mendorong ku masuk.


"Ternyata benar, hubungan mereka berdua benar seperti yang digosip gosipkan"


Para pengawal itu mengoaip gosip.


"Em... Wah... Kamar candis luas sekali, dan sederhana" bicara dalam hati.


"Em... Besar sekali!


OMG... apa ini benar benar bukan mimpi...


Ini emas bukan, besar sekali" tercengang cengang.


Aku tercengang melihat lukisan di dinding yang terbuat Dari emas, yang sangat besar.


"Jika aku memiliki ink di duniaku, pasti aku jadi jutawan" bicara dalam hati.


Aku berjalan mundur seakan akan aku tidak percaya dengan lukisan ini terbuat dari emas.


tiba tiba...


Aaaaa... Aku tergelincir dan terjatuh kekursi...


Brukkk... Agghh... Candis terkejut.

__ADS_1


"Aduhhh... Sakit sekali, tapi kok empuk ya"


"Kenapa berat sekali" suara candis yang tersesak.


"Suara ini" aku membalikan badan.


"Aaaa... Maaf kan aku"


Aku menindih candis,


"tapi kok... Dia ada disini, kenapa dia tidur disini, kenapa tidak ditempat tidur" bicara dalam hati.


"Ah... Apa yang kau kau lakukan disini?" penuh karisma.


Aku hanya bengong, melihat dia yang tidur dengan telanjang dada, apa begini laki laki tidur.


"Bisakah kau bergeser sebentar, aku kesulitan untuk bernapas"


"Eh..." sadar dan langsung menjauh dengan cepat.


Aku memalingkan pandangnaku, dan cepat cepat keluar, dari kamar candis.


Cara membangunkan yang sangat memalukan...


Setelah sarapan aku langsung latihan, dengan serius,


candis setelah kejadian itu, aku selalu mengalihkan pandanganku.


pura pura tidak lihat dia, seharian ini aku menghindar darinya.


Aku malu karena kejadian pagi tadi.


Tak tersa malam pun tiba.


Saat aku mau tidur, aku baru teringat kalau aku meninggalkan gelangku di tempat latihan, jadi aku menambil gelangku, saat aku ingin kekamar ku.


tiba tiba...


Syattt ... Ada yang menarik tangan ku


Deg... Deg... Jantungku berdetak kencang.


"Ah... Candis" memcoba menghindar.


Tap... Ada tangan yang mengahalangi.


"Candis... Apa yang ingin kau lakukan" panik panik.


"Aduh... Aku terperangkap tidak bisa kabur"


Bicara dalam hati.


"Candis... Kamu kenapa?" ketakutan.


"Aaaaa..." teriak teriak.


"Husss..., jangan teriak teriak" bisiknya.


"Bau... Arak yang kuat sekali, apa dia mabuk berat" bicara dalam hati.


"Candis... Apa kau tidak apa apa" cemas.


Tangan candis yang menghalangi tiba


Tiba terlepas dan...


Tuk... Candis tersandar dibahuku.


"Kas... turi... Ja... ngan... Meng... hindar daru... ku la.. gi" bicara terputus putus.


"Ah... Candis... Apa kau baik baik saja.


" a... ku... ba... ik... ba... ik... sa... ja" bicara terputus putus.


"Baik apanya, jelas jelas kau mabuk berat"


Aku mengantarkannya kekamarnya.

__ADS_1


Walaupun agak begitu berat, memakan begitu banyak tenaga,


"Akhirnya sampai juga"


Saat ingin sampai didepan pintu kamarnya candis Prajurit yang melihat langsung membantuku, membawakan saat sampai didalam, mereka membaringkan candis di tempat tidur, dan meninggalkan kami.


Aku menyelimutinya.


Saat aku meranjak pergi.


Tiba tiba...


Dia menarik tanganku,


"Kas... turi... Ja... ngan... Meng... hindar daru... ku la.. gi" bicara terputus putus.


"Em... Apa dia ngigau" bicara dalam hati.


Prf... Menahan tawa.


"Ternyata candis juga bisa ngigau" bicara dalam hati.


Aku pun meniggalkan candis.


Saat aku pergi


Candis membuka matanya dan tersenyum.


Sebenarnya apa yang mereka lakukan


Kenapa candis bisa mabuk berat begitu.


Sedangkan ditempat lain.


Amoo dan zahu yang pingsan karena mabuk berat.


Aku kembali kekamarku dan cepat cepat untuk tidur.


"Selamat malam mama, papa aku rindu kalian" bicara dalam hati.


"Em... Sampai kapan aku berada disini tetus, aku bosan.


"Apa malam ini aku keluar saja" bicara dalam hati.


"Kelihatnaya, wanita wanita disink masih lemah, kesempatan ini"


"Ah ... Aku menjadi dia saja sepertinya menarik"


Syass... Berubah bentuk. Teknik menyamar tingkat tinggi.


***


"Ah... Wah... Banyak sekali kupu kupunya" bahagia bahagia.


"Ah... Kasturi jangan pergi main terlalu jauh"


"Kasturi... Lari... Lari... Nak... Lari... Nak"


***


"Hah... Ternyata hanya mimpi"


"Mimpi ini lagi, seakan akan mimpi ini mengingatkan ku terus akan kejadian itu"


"Nona apa anda baik baik saja"


"Ya, saya baik baik saja"


"Anda hari ini bangun lebih lambat dari biasanya, apa malam tadi anda begadang"


"Hem... Malam tadi saya tidur terlalau lambat, dan sangat capek"


"Apa hari ini nona masih Latihan"


"Tidak aku ingin istirahat saja"


Aku kembali tidur lagi.

__ADS_1


__ADS_2