
"Lepaskan" meronta ronta.
Dan akhirnya zahu melepaskan tangannya.
"Tangan mu, bau.
Oek... Bau, emang kamu tadi habis pegang apa?" mual mual gara gara cium tangan zahu.
Zahu mencium tangannya sendiri
Dan ternyata... Zahu juga mual habis cium tangannya.
"Hem... Tadi habis pegang apa ya? Kok bisa sebau ini" bicara dalam hati.
Sedangkan candis hanya diam melihat mereka bertengkar.
"Hom..." mengaruk garuk badan.
"Hem..." bingung seribu bingung.
Aku kebingungan kenapa aku ada diatas tempat tidur.
Tak lama baru teringat.
"Hahhh... Apa... Apa..., dimana dia sekarang, apa yang ia lakukan kepadaku, semalam" bicara dalam hati, mengigit bantal.
"Hy! Pagi pagi sudah heboh banget!" suara dibalik tirai besar.
"Kamu lapar ya, kenapa gigit bantal begitu?" membuka tirai.
"Eh... Kamu, apa yang kamu lakukan kepadaku semalam?" memakai selimut dangan cepat.
"Tak sadar siapa yang tertidur dulu di..." bicara dalam hati.
"Tenang saja aku tidak mengapa ngapain kamu" duduk diatas tempat tidur.
"Em... Jadi kamu, Malam tadi tidur dimana.
"Hem... Dimana ya?" membuat penasaran.
Aku menatap dengan serius dan sinis.
"Hahaha... Aku tidur dibawah, tenang aja aku tidak ngangu kamu kok".
Aku tetap memandang dengan serius dan sinis.
Sedangkan diluar, dipasar yang ramai
"Hy! Jangan lari kau, ayo kejar dia kejar dia"
"Ayo kejar dia, jangan sampai lolos"
__ADS_1
"Ayo... Ayo..."
"Hap... Dasar mahkluk lemah masih saja mengejar ku, sudah tau tidak sangup, masih mengejar ku, dasar payah" ucap susanoo, laki laki yang dikejar kejar.
*****
Sekilas info
Susanoo adalah dewa laut dan petir,
Sifatnya penipu.
****
Susanoo bersembunyi dari kejaran para masa itu.
Tiba tiba
"Susanoo... Apa kau mendengar ku"
"Ya, tuan! Hamba mendengar anda"
"Kau tau kan apa tugasmu... Berhenti main main sekarang"
"Baik tuan"
"Kalau begitu aku tidak akan membuang buang waktu lagi aku akan segera menyelesaikannya"
"Em... Wah... Cantik cantiknya!, indahnya" bicara dalam hati.
Aku diajaknya jalan jalan melihat licukup"
"Em... Kelihatanya dia senang, baguslah..."
"Eh... perasaan dari tadi seperti ada yang menikuti" bicara dalam hati.
Lihat kanan kiri.
"Perasaan tadi sepertinya ada yang mengikuti, tapi dimana ya, apa cuma perasaan ku saja" bicara dalam hati.
"Hem... Wah... wah... lagi ngapain dia ada disini, dengan perempuan lagi,
"Hem... Mencurigakan sekali"
Menyamar menjadi pembeli
"Wah... Ini apa?" kagum kagum melihat makanan jalanan, penasaran.
"Nona... Apa anda ingin mencicipi makanan ini" ucap penjual.
"Hem..." melirik kearah dragon.
__ADS_1
Dragon pun melihatnya sepertinya paham
"Oh... Sepertinya kamu mau ini ya?"
Aku menganguk angkuk.
"Kamu mau yang mana, tunjuk saja"
Aku pun menunjuk yang aku suka.
"Yang ini... yang ini...yang ini... yang ini..."
"Ealah ... Banyak sekali, hey... Berhenti... berhenti...emang kamu habis memakan nya"
"Kenapa apa kamu tidak mempunyai uang"
Berhenti secara sepontan.
"Bukan begitu... Apa kamu habis memakan nya"
"Pelit... Yaudah... 3 tusuk saja"
"Baiklah nona... Ini dia harganya..." ucap penjual.
"Ini apa cukup"
"Waw... Cukup sekali, kembalianya..."
"Tidak perlu, ambil saja sisanya"
"Terima kasih tuan... Anda sangat bermurah hati..."
Aku tak memperdulikan pembicaraan mereka, aku mencicipi makanan tersebut.
"Em... Rasanya enak banget..." bicara dalam hati.
"Apa kau mau mencobanya"
"Tidak... Aku tidak mau memakannya"
"Kenapa? Apa karena kau pangeran, tidak boleh memakan, makanan yang seperti ini"
"Bukan begitu...."
"Kalau begitu apa?, apa kamu jijik dengan semua makanan yang ada di pingir jalan"
entah mengapa dengan perkataan ku tadi
Sratt... Dia memegang tangan ku dan memakan makanan yang dia beli tadi, sambil menatapku.
"Eh..." candis terkejut.
__ADS_1
"Hem... Dasar mahkluk menjijikan berani beraninya ia mengoda kasturi" ucap candis dengan emosi.