
zahu pun kembali keistana kegelapan Atas Printah candis.
Malam begitu cepat berlalau, seperti dikejar setan, tak terasa sudah pagi.
ketika aku bangun, dragon sudah tidak ada dipenginapan yang aku temui hanya candis yang lagi santai meminum air hangat, "kemana perginya dragon?," gumaku bertanya dengan diriku sendiri.
"Kau sudah bangun," Kata candis melirik kearahku.
"Kau mencari dragon?,
Jangan kau cari, dia sudah pergi," ucap candis dengan santainya.
Aku turun dari tempat tidur berjalan mendekati candis, dan bertanya" kenapa dia pergi?," tanyaku serius.
"Aku yang menyuruhnya pergi," jawab candis.
"Kenapa kau menyuruhnya pergi?," tanyaku sekali lagi.
Candis tidak menjawab.
"Ya, sudah kalau tidak mau beritahu," ucapku berdiri pergi meningalkan candis, dengan cepet tangan candis menangkapku pinggangku, Aaaaaa.... sampai aku terjatuh kepangkuannya kepalaku yang hampir tersentuh lantai ditahan dengan tangannya yang satu lagi,
Aku begitu terkejut sampai mataku melotot tidak berkedip menatapnya, jantuku berdebar kencang rasa rasa ini jantung mau copot dari tempatnya.
Candis terus memandangiku matanya yang merah menyala itu tak bisa aku hindari, mukanya yang terpancar sinar matahari membuatnya semakin kelihatan pesona ketampannya, artis boyband kpop pun kalah dengan ketampanannya, hidung mancungnya dan muka yang mulus seperti kulit Bayi, wajahnya kian mendekat, mukaku dengan seketika memerah
Oh... Tuhan jantungku mau copot dibikinya,
"Ka-u mau apa?," tanyaku gugup.
Tangan candis bergerak menyingkirkan rambut yang menutupi mukaku dengan perlahan.
__ADS_1
"Bibir mungilnya ini, mata yang samudra ini, pipi yang lembut," guma candis.
Wajahnya yang kian mendekat, desertai tanganya yang memegang daguku,
Tap... Tanganku reflek menempel dimukanya, menjauhkan mukanya itu dariku lalu aku mencoba untuk bangkit dari pangkuannya tapi tidak bisa, dengan posisi yang seperti ini sulit sekali, aku sudah berusaha untuk semaksimal mungkin, tanganku yang berada dimukanya langsung turun merayap berpangku kelehernya, disertai dengan tanganku yang berpangku kebahunya bukanya berhasil bangkit malah...
Bruk... aku dan candis terjungkal,
Tapi untung aku tidak merasa sakit sama sekali, sebab aku menindih candis, muka kami yang berdekatan membuatku jantungku berdebar kencang lagi,
Aku segera bangkit menjauh dari candis,
Tiba tiba saja...
Tok... Tok...
Ada yang mengetuk pintu, aku pun segera membukakan pintu.
Aku kira dragon, Ternyata hanya pelayan kebersihan yang datang, karena pelayan kebersihan itu datang untuk membersihkan kamar aku dan candia pun keluar dari penginapan,
Candis mengandeng tanganku, membawa aku pergi kesuatu tempat digunung yang tinggi yang ada dikota ini,
Hosh... Hosh... Nafas ku sempot, kelelahan karena terlalu lama berjalan menurutku, melihat itu candis memegang kedua tangan ku, meletakan dipungungnya dan langsung candis mengendongku menaiki gunung, kemana dia akan membawa aku pergi, setelah sekian lama perjalanan kami pun sampai ditempat tujuan,
dedaunan yang jatuh dari pohon jatuh dengan angun ditup angin spoy spoy,
Wah... Mulutku tercengang melihat pemandangan sabana yang indah.
"tapi kenapa candis membawa ku kesini," gumaku.
Candis mengeluarkan panah sihir dan memberikannya kepadaku,
__ADS_1
aku pun mengambil panah sihir itu,
"Untuk apa ini?," tanyaku.
"Hari ini aku ingin lihat kau memanah, apa kau sudah bisa atau belum," jawab candis.
"Hah !... Memanah,..." sahutku terkejut.
"Kenapa, apa kau keberatan?," ucap candis.
"Tidak... tentu tidak," sahutku.
"Kalau begitu coba kau bidik pohon yang ada disana itu," bisik candis ditelingaku,
Aku pun mengarahkan panah itu kearah pohon dengan seketika anak panah muncul dari dengan sendirinya,
"wow.... keren," gumaku,
lalu aku pun membidik kearah pohon tersebut
syatttt....
Dak...
tepat sasaran...
sangking merasa senangnya,
aku menari nari dengan lincahnya
candis hanya tersenyum tipis melihatku menari nari.
__ADS_1