
Saat Membalilan badan.
"Aaaaaa..." terkejut
"Kenapa kau bisa ada disini?"
Dia mencoba kabur, tapi aku tahan.
Tap... Tangan ku menahannya.
"Aaaaa...." teriaknya ketakutan.
"Sudah lah, kau jangan teriak lagi kupingku sakit, aku hanya ingin tanya sesuatu"
"Apa itu" gemetar.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa semua warga ketalutan saat mendengar kerajaan kegelapan"
"Ah... Itu..." menjelaskan.
Wanita itu menjelaskan sebenarnya dan menjawab pertanyaan ku.
Beberapa jam kemudian.
"Jadi begitu"
"Iya..."
"Apa kau masih takut kepadaku, jangan takut aku tidak akan mencelakaka kamu, karena kamu sudah menolongku"
"Apa itu benar"
"Entah .... Kenapa rasa takutku hilang, ternyata dia baik, ah... Tidak jangan berpikir begitu, lebih baik aku wapada" guma dalam hati.
"Candis... Maaf aku, aku kabur dari istana
gumaku dalam hati.
"Kasturi... Kenapa kau kabur, apa kau lari dariku karena kau khawatir karena kau berubah, kau pasti ketakutan" guma candis dalam hati.
"Tuan kelihatanya noan terjatuh kejurang dan terbawa arus" ucap amoo.
"Ah..." candis terkejut.
"kasturi apa kau bail baik saja, bertahanlah"
guma candis dalam hati.
"Tidak apa tuan nona kan kuat, jadi nona pasti bisa berenang"
Candis, zahu dan amoo mengikuti alur sungai dan bertanya pada penghuni dusekitarnya,
Akhirnya mereka samapi diujung sungai yang bercabang cabang 3.
Candis memutuskan
"Kita berpencar mencari kasturi"
Candis, zahu dan amoo mereka mencariku, dengan berpencar.
__ADS_1
Sedangkan ditempat lain
"Wah... Kelihatanya permainan semakin menarik"
"Ternyata rencana mu berhasil juga kakak"
"Siapa dulu"
"Bagaimana menurutmu adik," tersenyum.
Sedang kan ditempat lainnya.
"Para warga desa kita sudah kedatangan salah satu bencana yang dirmalkan oleh leluhur, kita harus mengusirnya, atau membunuhnya agar desa kita tidak terkena bencana tersebut, siapa yang ikut aku"
"Ya..."
"Ya..."
"Ya..."
Teriakan para warga
Tak tersa hari sudah malam.
"Ah... Kenapa gatal sekai" mengaruk garuk.
"Itu berarti lukamu sudah hampir sembu, ini obatnya" ucap Qiqi.
"Obat apa ini" mencium.
" jika tidak di oleskan maka akan terasa sangat gatal" ucap Qiqi.
"tapi anehnya lukamu sembuh lebih cepat" guma Quqi dalam hati.
"Ah... Kalau begitu bantu aku memgoleakannya, aku tidak sampai"
"Eh..." merona.
"Kenapa tidak mau" menatap dengan tajam.
"B... Baikalah" terpaksa.
"Huh... Tatapanya tajam sekali" guma dalam hati.
Dia membuka perban dan membersihkan luka di dada dan pungungku.
"sekarang aku harus ngapain, mau pergi kemana, kalau balik ke istana malu banget, candis pasti akan curuga dan tidak menyadari kalau aku ini adalah kasturi, kalu ke istana samudra... Apa hubungan aku dengan mereka" guma dalam hati.
Baru aku sadar kalau...
"Eh... Tunggu dulu, sekarang aku laki laki bukan perempuan tapi yang membersihkan lukaku, adalah perempuan..." guma dalam hati.
melihat Qiqi yang membersihkan luka di dadaku.
__ADS_1
Tes... Tes... Darah yang terjatuh kelantai.
Ternyata...
Qiqi mimisan.
"Eh... Tubuh yang bagus. Jangan pikirkan yang aneh... Qiqi... Angap saja anak bayi" guma Qiqi dalam hati.
Aku mengelap darah yang keluar dari hidungnya.
"Ah... Apa yang kau lakukan, ah... Harus cepat cepat menyelesaikannya" guma dalam hati.
Qiqi Cepat cepat memyelesaikanya dan megambil obat dan mengoleskannya dan membalutnya, akhirnya selesai juga.
"Hosh... Hosh... Penat sekali" kelelahan.
Qiqi Melirik kearahku. Dan aku melihatnya dan tersenyum.
"Ah... Dia tersenyum" muka dan telinga memerah.
"Kalau tidak ada apa apa aku pergi tidur dulu,"
"Tapi diamana kau mau tidur"
"Ya... Kau diatas dan aku dilantai"
"Kenapa aku diatas dan kau dibawah"
"Ya... Karena kau lagi saki"
"Tapi..."
"sudah sana tidur".
Beberapa menit kemudian.
Aku tidak bisa tidur, karena kepikiran kejadian yang menimpaku.
Saat aku melihat Qiqi yang kedinginan aku pun mengankatnya, dan memindahaknnya keatas kasur dan menyelimutinya dengan jubahku.
Dan aku
Tidur dengan keadaan terduduk bersandar kedinding disampingnya.
"Apa inj perasaan laki laki" guma dalam hati.
Saat aku mau memejamkan mataku.
Tiba tiba ... Terdengar suara berisik berisik diluar.
"Sepertinya ramai sekali diluar"
__ADS_1