
jembusan angin mwmbelai rambutku, gerakan riuh pepohonan seakan akan memberikan iringan musik, Aku menari nari kesenangan dengan begitu lincah. hati gembira rasanya saat anak saat tepat sasaran, candis hanya tersenyum tipis melihat kelakuanku.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kau bidik daun daun yang berjatuh itu," tantang candis tersenyum tipis.
aku langsung berhenti menari saatendengar ucapan candis.
"Hah... Kecil...," sahutku meremahkan tantangan candis.
Aku mengengkat panah dan mulai membidik dedaunan yang berjatuhan,
Syattt... Aku membidik dengan percaya diri, Ternyata hasilnya...
MENGECEWAKAN, wajahku berubah draktis menjadi cemberut, dan candis hanya senyum menahan tawa.
"Sekali lagi," Tawarku.
Aku mencobanya lagi, tapi lagi lagi aku gagal.
"Sekali lagi," tawarku dengan kesal, dan aku pun memcobanya lagi, tapi lagi lagi aku gagal.
Berkali kali aku mencobanya tapi tetap saja aku gagal, wajahku berubah menjadi masam.
Aku merasa kesal sampai sampai aku membanting panahnya,
Candis sampai tertawa tingkahku, dan mengambil panah yang aku banting itu,
Syat... Panah itu terbang kembali ketangan candis,
Candis menaruh panah itu ketanganku, lalu mengajariku membidik, tanganya yang hangay menempel ditanganku, Wajahnya yang berada dibelakangku, tubuhnya yang semakin mendekat, membuatku jantungku berdebar kencang lagi, detang jantungnya dan nafasnya sampai terdengar jelas olehku.
"Lihatlah, lurus kedepan dan fokus...," bisik candis nafasnya terdengar jelas olehku.
__ADS_1
"Bertahanlah jantung," gumaku.
"Hey... Pikiranmu kemana,
Ayo fokus," bisik candis yang membuatku terkejut.
Aku pun mulai fokus walau pun jantung ku mempunyai masalah dengan namanya getaran asmara, dengan tajam aku menatap daun itu dan terus berudaha fokus.
Dengan pelan candis dan aku melepas anak panah itu, dengan cepat anak panah itu melesat jauh membelah angin dan tepat menancap segelai daun yang terjatuh dari dahannya.
Syattt...
Aku mengenai sasaran.
Wah... Haha... Aku sangat senang sekali, dan berkali kali aku mencoba hasilnya tetep berhasil,
Hahah... Aku bahagia sekali, tadinya mukaku yang cemberut, masam, menjadi
Ceria lagi.
"????? Hadiah apa,????...," tanya Candis kebingungan, mengeruk kepalanya.
"Hadiah, kan aku sudah berhasil, biasanya seseorang akan memberikan hadiah kepada setiap orang yang berhasil, atau meraih sesuatu," jelasku.
"Aaa... Ups... Aku lupa kalau candis bukan manusia," guma ku.
Candis hanya mengerutkan dahinya.
"Lupakan saja,
__ADS_1
sekarang aku mau kembali kepenginapan," ucap ku mengalihkan perhatian,
Candis terdiam memikirkan sesuatu,
Aku yang melihat candis bediam saja aku langsung menarik tanganya mengajaknya pergi, ditengah aku baru teringat sesuatu, dan langsung menanyakan perihal tersebut kepada candis.
"Candis, apa disini ada perdesa?," tanyaku dengan mimik serius.
"Kenpa, memangnya?," tanya candis kembali.
"Tidak, mau tau aja," jawab ku.
"Em... Ada, dibelakang gunung ini," jawab candis singkat, padat sambil tunjuk candis.
Jawabku dengan oooo yang pendek.
"Kalau begitu tak salah lagi, itu pasti desanya, jadi itu tempat yang dimaksud tota, kalau begitu malam ini aku akan pergi kesana," gumaku merencanakan sesuatu.
Tak lama kemudian
Kami sampai dipenginapan, Setelah perjalan yang cukup panjang bagiku,
Setelah sampai aku langsung terduduk memikirkan cara agar bisa keluar malam ini tampa diketahui candis,
Em... Aku terus memikirkan caranya sampai sampai kepalaku terasa sangat panas dan mengeluarkan asap yang mengepul gepul.
"Ah... Iya, aku baru ingat,
Haha...," gumaku tersenyum lebar.
baru akusadari kalau aku merasa kehilangan sesuatu, ah... makdud ku melupakan sesuatu.
__ADS_1
"em... diman candis?," gumaku bertanya pada diri sendiri mengoleh ngoleh kanan kiri.
dengan penasaran aku mencari carinya, dari bawah kasur, bawah pot bunga, bawah bantal, bawah selimut, aku terus mencari candis sampai disisi sisi ruangan ini, haha... aku seperti mencari semut saja.