
Cip... Cip... Suara anak ayam, dan burung yang berkicau.
Saat aku membuka mataku, aku tak tau aku ada dimana, gubuk yang hampir roboh, dan ruangan yang tidak ada apa apa
Tubuhku dibalut, perban karena luka dan
Anehnya lukaku ditubuhku itu, aku tidak merasa kesakitan, mungkin ini hasil dari latihanku selam ini.
Saat aku bangun aku ingin keluar.
Kyaaa... Suara teriakan wanita, dan ribut ribut diluar.
Aku pun bergegas keluar,
Aku terkejut melihat, seorang wanita muda yang kelihatan lemah, lusuh, yang rambutnya ditarik oleh seorang wanita yang kelihatanya kejam sekali.
Dan wanita itu mau menampar wanita lemah itu.
Ya... Aku tidak tinggal diam saja aku bergegas untuk menahan tangannya.
Tap... Aku menahan tangan wanita itu.
"Ah... Siapa yang menahan tanganku" membalikan badan.
"Ah... Siapa dia?"
"Lihat itu... Darimana datanganya peria itu."
"Iya... Tampan sekali"
"Berani sekali dia memegang tangan nona qiusi"
"Cari mati"
"Tampangnya lumayan juga"
Wah... Was... Busik para rakyat.
"Siapa kamu Lepaskan tanganmu, apa kau mau mati karena memegang tanganku, ha..." marah marah.
Aku pun melepaskan gengamanku dan melapaskan tangan wanita itu dari rambut, wanita lemah itu, dan membantunya berdiri.
"Ah... Sakit sekali gengamannya, tapi... Dia itu, berkarisma sekali" bicara dalam hati.
"Oh... Sekarang kamu sudah berani denganku ya, sampai sampai membawa peria kerumah, dan peria itu membelamu, apa kau tidak malu, apa benar yang digosipkan warga tentang dirimu, kalau kau sering membawa peria kerumah,
Wah... Jangan jangan kau ini adalah placur, dasar wanita jalang"
"Wah... Apa benar yang dia katakan"
"Ternyata, dia wanita seperti itu, bersikap polos dan suci dihadapan warga, ternyata hanya mencari muka, dan kita tertipu oleh sikapnya"
Wah... Wah... Ribut ribut para warga.
"Tidak... Dia adalah peria yang ku tolong"
__ADS_1
Tegas wanita lemah itu.
"Alah... Omong kosong, dasar wanita jalang"
"Ada apa ini sebenarnya" aku yang tidak tau apa apa.
"Hy!... Kau, asal kau tahu dia itu berutang kepadaku Dan sekarang jatuh tempo untuk membayar, tapi dia tidak mau membayar"
"Sudah kubilang, beri aku beberapa hari lagi untuk membayar, sekarnag aku tidak mempunyai uang untuk membayarnya"
"Alah... Kemarin sudah kuberi waktu 1 minggu sekarang kau mau tempi lagi"
"Emangnya... Berapa utangnya..."
"Eh..." semua yang ada disini terkejut.
"Wah... Ternyata peria kaya"
"Ya... Emang begitu, peria simpanan selalu banyak uang"
Ribut ribut...
"Emang kau sanggup untuk membayarnya, utangnya banyak loh"
"Ah... Iya, Aku tidak tau mata uang disini" bicara dalam hati.
Mengeluarkan.
Wah... Itu... Itu... Semua terkejut.
"Ah... Ini... Ini... Bukan kah itu..." terkejut.
"Kenapa semua terkejut melihat ini, emangnya ada apa dengan gelang ini" gumaku dalam hati.
"Kau... Kau... Sebenarnya berasal dari mana?, kau datang dari mana" dengan suara gemetar.
"Ah... Aku... Datang dari... "
"Ah... Jangan beritahu yang sebenarnya kalau aku datang dari dunia lain, ia aku bilang saja..." guma Ku dalam hati.
"Ah... Aku berasal dari kerajaan kerajaa kegelapan"
Ha... Semuanya terkejut.
"Apa yang dia katakan itu barusan benar"
"Entahlah..."
__ADS_1
"Jika benar, maka..."
"Ah... Apa waktunya sudah tiba..."
Aaaa.... Mereka semua lari, ketakutan.
Dan wanita yang disampingku ini, ketakutan, dan mencoba menjauh.
"Ah... Kenapa mereka pada lari, apa kau tau sesuatu"
"Aaa...ku... Ti...dak... Ta...hu... A...pa, to...lo..ng... Ja...ngan... Sa...ki...ti... A...ku..." gemetar ketakutan.
"Haaa..." kebingungan.
Aku mencoba mendekatinya, tapi dia malah mundur.
"Kenapa kau, ketakutan sekali melihatku"
Wanita itu hanya hanya diam.
Aku mencoba memegang tangannya, tapi dia malah lari masuk kedalam kumah dan menutup pintu rumah.
"Eh... Sebenarnya apa yang terjadi" kebingungan.
Aku mendekati gubuk itu dan mengetuk pintunya, sepertinya wanita itu ketakutan.
Tok... Tok... Aku mengetuk pintu gubuk itu.
"Tolong tingalkan tempat ini"
"Tapi aku harus membalas kebaiaknmu telah menolongku"
"Lupakan saja, angap saja Kau sudah membalasnya"
"Ah... Apa boleh buat, aku pakai cara ini saja..."
"Apa dia sudah pergi" mencoba mengintip keluar .
"Ah... Kosong, ternyata benar dia sudah, pergi, hah..." menarik napas lega.
Saat Membalilan badan.
"Aaaaaa..." terkejut
"Kenapa kau bisa ada disini?"
Dia mencoba kabur, tapi aku tahan.
Tap... Tangan ku menahannya.
__ADS_1
"Aaaaa...." teriaknya ketakutan.