
Angin malam yang membelai lembut pipiku dan rambutku seakan akan angin bekerja sama dengan dia, dia menurunkanku dengan perlahan lahan,
Aneh sekali jantungku tidak demo seperti biasanya.
"apa kau baik baik saja?
Kenapa kau bisa melompat dari atas sana?" tanya azu.
"Aaaku... Aaaku... Tadi.
Ah..."aku tiba tiba saja bicara gagap
Mungkin aku sudah lama tidak berkomunikasi dengan dia.
"Sudah jangan dijawab, yang penting kamu tidak apa apa," azu tersenyum dengan lembut tangannya mengengam erat terus tanganku aku, seperti tidak mau dilepaskan.
"Em... Azu... Bisa kau lepaskan tanganmu," pintaku.
"Ah... Biarkan saja seperti ini, ayo kita jalan jalan sebentar," azu menarik tanganku dengan tersenyum tipis.
"Ta-pi nanti..." perkataanku yang belum selesai dipotong azu "hussss... Jangan khawatir."
Aku pun mengikuti azu tamapa kusadari ada yang mengintai.
"Bagus kakak..." koga yang mengintai dari atas pohon.
Rasanya cangung sekali saat berada disamping azu dan perasaanku gelisah sekali berada
__ADS_1
Saat berada disampingnya, aku terus menatapi azu dia benat benar berbeda sekali.
Aku dengan beraninya bertanya kepadanya "kenapa kau bisa ada disini?"
"Ah... Itu aku..." azu belum selesaikan perkataanya.
Tiba tiba saja...
Srakkk... Srakkk... Suara semak semak dengan sigapnya azu melindungiku,
Syinggg... Pedang azu yang tiba tiba muncul,
Hah... Ternyata hanya makhluk kelinci hutan saja yang imut berpipi tembem, bewarna ping putih, dan ekpresinya yang lucu, sunguh mengemaskan, kelinci itu keluar dari semak semak, dan mendekatiku.
"Aaa... Lucu sekali!" aku menangkap kelinci itu, dan tak lupa mencubit pipinya yang tembem serta ku elus elus bulunya.
Azu kelihatan sinis sekali dengan kelinci itu, kelinci itu juga memandang azu dengan sinisnya.
Aku melanjutkan melangkah kembali keistana diikiti azu dibelakangku.
Ketika aku sampai didepan pintu istana, aku sudah dihadang dengan candis, zahu, dan amoo.
Tatapan Mata candis yang tajam melihat kearahku dan ekpresinya yang tidak menyenangkan itu, aku mamalingkan pandanganku menatap azu, azu hanya tersenyum dan berkata "tenanglah, akan aku tangani."
"Jangan nanti kau bisa kena marah..." aku sudah memperingati azu tapi perkataanku diabaikannya.
"Can... Ah... Paman..." ucap azu yang membuatku terkejut,
__ADS_1
"What, Pa-man... Maksudnya paman, candis adalah paman azu, dan azu adalah keponakan candis," gumaku tidak menyangka kalau candis adalah pamanya azu, dan azu adalah keponakan candis.
".... Paman aku membawanya jalan jalan sebentar, kami sudah lama tidak bertemu semjak kejadian itu...." ucap azu.
Candis tidak merespon perkataan azu ia hanya menatapku yang sedang memegang kelinci, sampai sampai kelinci ditanganku memalingkan pandanganya.
Candis dengan cepat pergi menibgalkan kami disusul dibelakangnya amoo dan zahu.
Amoo sesekali menatap kearahku, aku dengan segera memasuki istana.
Beberapa menit kemudian saat aku merebahkan diriku ketempat tidur Dan mulai menutup mataku dengan sekejap beberapa detik saja, saat aku membuka mataku, karena kepikiran dengan kelinci yang aku temui tadi, saat aku melihat Kelinci yang aku temui itu yang berada dikandang, kelinci itu tiba tiba kabur dari kandangnya, kelinci itu bergerak dengan cepat.
"Ah... Kelincinya kabur," gumaku.
Aku turun dari tempat tidur dengan pelan pelan aku mengikuti kelinci itu dari belakang, kelinci itu pergi menemui candis,
saat sampai didepan candis ia berubah kewujud aslinya,
Hoh... Ternyata kelinci yang aku tangkap itu adalah kulici pelayanku sendiri.
"Kenapa kulici menyamar menjadi kelinci?
Kenapa kulici menemui candis ditengah malam begini?" gumaku bertanya tanya dalam hati.
***
Kenapa kulici menyamar menjadi kelinci?
__ADS_1
Dan kenapa kulici menemui candis?,
Simak selengkapnya diepisode selanjutnya.