I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 52


__ADS_3

"Lalu apa masalah mu, kelihatanya kau juga punya masalah" tanya candis.



"Itu... Aku melarikan diri darinya, aku takut dia tidak mengenaliku yang sekarang ini, dengan keadaan ini, dan aku juga tidak tau dia mencariku atau tidak, aku ingin bertemu dengan dia," jawabku.



"Kasturi ternyata kau tidak berubah juga ya, ternyata kau masih memikirkan diriku" guma candis dalam hati.



"Apa dia kekasihmu" tanya candis.



"Em... Bukan, kami hanya dekat saja," jawabku.



"Hah... Kenapa kau tidak bilang, iya...


Apa aku beritahu dia saja kalau aku disini?,


Ah... Nanti saja, waktunya kurang tepat" guma candis dalam hati.



"Apa kau ridu dengan dia?" tanya candis merona rona.



"Bisa dibilang begitu," jawabku.



"Kau ridu dengan ku,


Aku pikir kau sudah lupa dengan ku," guma candis dalam hati.



"Hari semakin malam dan udara semakin dingin, pakailah pakaian yang tebal supaya tidak masuk angin, dan pulang lah cepat istirahat lagi,


Aku pulang dulu..." ucapku pergi meningalkan tempat itu.



"Hati hati dijalan..." teriak


Candis.



"Hy! Apa tuan baik baik saja?" tanya amoo kepada zahu.



"Em... Kelihatanya tidak, mungkin tuan belum bisa menerimanya" jawab zahu.



"Apa kita akan pulang keistana?" ucap amoo.



"Entahlah... Itu tergantung tuan mau atau tidak," jawab zahu.



"Kau kelihatan tenang sekali disaat saat seperti ini, apa yang kau sembunyikan" ucap amoo curiga.



"Aku sembunyikan apa dari mu..." jawab zahu gugup.



"Hah... Zahu kita ini berteman sudah lama sekali aku pasti mengetahu kau itu lagi menyembunyikan sesuatu" ucap amoo.



"Yah... Kau benar aku tidak hebat dalam menyembunyikan sesuatu," zahu tersenyum.



"Kalau begitu apa yang kau sembunyikan beritahu aku!" amoo merayu.



"Tidak aku akan memberitahukannya saat tuan kembali" ucap zahu.



"Beritahu lah... Beritahu lah..." amoo membujuk.


"Tidak ..." zahu menolak memberitahu.


__ADS_1


"Ayolah beitahu aku" amoo masih merayu.


"Ti... Dak..." zahu mulia kesal.



"Zahu, beritahu aku, kumohon..." amoo madih tetap merayu.



"Aku kata tidak ya, tidak..." zahu emosi.



"Pelit amat sih


Emang rahasia apa yang engkau simpan" amoo terbawa emosi.



"Lah... Kok, kamu yang emosi," ucap zahu dengan nada yang tinggi.



Mereka berdua bertengkar lagi.



Sedangkan aku kembali kekamar, aku membuka dan menutup pintu secara perlahan lahan agar qiqi tidak terbangun, dan aku mengambil kasur dan bantal lalu ku bentang dilantai untuk aku tidur, karena lelah aku pun tertidur dengan cepat.



Sedangkan candis berjalan menuju kamarnya.



"Hah... Aku lega mendengar kau mengatakan itu," guma candis dalam hati.



Saat candis sampai didepan pintu kamar dan membukannya.



Jreeng... Kamar berantakan,



"Apa ini ulah mereka?" ucap candis gelen geleng kepala melihat


Amoo dan zahu sudah tertidur dilantai sepertinya mereka berkelahi dan kelelahan lau tertidur, karena candis tidak suka kotor lau candis merapikannya, dan meletakan mereka berdua dikasur, karena kelelahan candis juga ikut tertidur dengan merka berdua.


Sedangkan ditempat lain.



Akhir ini" tanya nyonya kepada tabib mo suaminya.



"Ah... Tidak, dia tidak melalukan gerakan yang mencurigakan, hanya saja..." jawab tabib mo.



"Hanya apa...?" tanya nyonya lagi.



"Hanya saja kita masih belum mengetahui, penguasa kegelapan diantara mereka bertiga.



"Apa kita perlu lebih dekat lagi agar kita bisa mengetahuinya" usul nyonya.



"Mungkin sulit..." ucap tabib mo.



Mereka berdua berpikir dengan keras sebelum tertidur.



"Em... Panas sekali," qiqi terbangun.



"kenapa aku masih memakai baju 2 lapis" guma qiqi dalam hati.



Qiqi pun melepaskan 1 lapis bajunya dan kembali tidur dengan cepat.



Keesokan paginya.


__ADS_1


"Em... Lapar sekali, apa ada sarapan" ucap qiqi terbangun.



Qiqi pun turun dari tempat tidur untuk mencari makanan, saat qiqi melangkah turun.



Tap qiqi menginjak tanganku sontak aku langsung teriak,


Aaaa... Teriakku kesakitan.



Qiqi terkejut melihatku, aku langsung menarik tanganku dengan cepat, tak piki pikir lagi kalu qiqi akan ikut terjatuh, dan qiqi terjatuh tepat menimpaku.



Bruk... Suara qiqi terjatuh.


"Aduh... Sakit" teriaku terkejut.


aku langsung membuka mata dan saat aku membuka mata ternyata qiqi.



"maafkan aku aku tidak sengaja menginjak tanganmu dan terjatuh, aku tidak tau kalau kau ada dibawah." ucap qiqi dengan cepat.



tapi qiqi masih menindihku rasanya sesak.



"haaa... hah... qiqi apa kau bisa menyingkir, napasku sesak" ucapku dengan napas sesak.



"eh... bajunya kenapa tipis sekali, kapan dia ganti baju, ini tidak bagus jika ada yang datang melihat" gumaku dalam hati.



"ah... maaf" qiqi segera menjauh.



tapi sebelum qiqi menjauh,


tiba tiba saja


Brakkk... pintu dibuka dengan keras, ternyata yang datang adalah tabib mo, aku langsung menarik selimut diatas tempat tidur, lalu menutupi qiqi.



deg... deg... jantung qiqi berdebar kencang.



"kenapa rio melakukan ini,


ah... aku lupa aku hanya memakai..." guma qiqi merona.



"ada apa tadi?" tanya tabib mo panik.



"bukan apa apa qiqi...


eh... maksudku istriku terjatuh dari tempat tidur" jawabku.



"ooohhh... begitu, maaf menganggu" tabib mo langsung pergi meninggalkan kami.



"menganggu, maksud nya apa?" tanyaku pada diriku sendiri.



"sudah aman kau bisa menyingkir sekarang" ucapku.



qiqi pun segera menyingkir dengan mengenakan selimut, qiqi menarik bajunya dan mengenakannya.



"eh... dia masih disini" guma qiqi dalam hati.



"apa yang kau lihat" qiqi melotot.



"aku akan keluar" ucapku aku bergegas keluar.

__ADS_1




__ADS_2