I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 30


__ADS_3

Monster yang mengerikan...


Badanya besar berkali kali lipat, matanya merah menyala, kukunya pamjang sekali, tingginya berkali kali lipat.


Dengan 6 kepala yang setiap kepala memiliki kekuatan bahkan sifat yang berbeda beda.


"Hah... Bagaimana... Dia... Dia... Bisa...Menjadi begitu", aku bicara tergagap gagap.


"Jadi ini, kekuatan yang ia miliki, bahkan para dewa akan kesulitan untuk menaklukannya", guma zahu dalam hati.


"Hahaha... Siapa yang berani maju melawanku", lagak makhluk itu


"Cih... Sombong sekali" ucap zahu.


Aku pun tidak sanggup lagi melawan, tenagaku seperti terkuras habis gara gara pertarungan tadi, dan sekarang aku sangat lemas.


"Kasturi mundurlah, kondisimu sangat lemah sekarang", perintah candis.


"Bukankah kau yang seharusnya, khawatir pada dirimu sendiri, bukankah kau terluka", aku menolak untuk mundur.


Candis hanya menatapku.


Tatapan yang dingin itu, yang sering aku lihat.


"Nona lebih baik anda mundur dahulu, biar tuan dan kami yang melawannya", zahu maju selangkah dariku.


Aku yang tak mengerti apa apa dan kekuatan ku yang tiba tiba timbul dan


Hilang Ini, membuat ku tambah tidak mengerti,


Aku pun mundur dan membiarkan mereka bertarung.


"Hah... Sekumpulan mahkluk lemah yang menghadapiku, kalian mencari mati", lagak makhluk itu yang tinggi.


"Sombong sekali kau?", ucap zahu.


"Apa yang kalian tunggu lagi, setanglah sekarang, aku beri kalian kebebasan menyerang dibagian mana saja", masih saja sombong.


Meraka pun menyerang dengan bersamaan dan dari sisi yang berbeda beda, dan candis tidak ikut menyerang.


Tapi... Saat ingin menyentuh kulitnya saja mereka terpental jauh.


Aaaaghh... Uhuhuk... Kekuatan yang seketia terkuras.


Aku terkejut melihat itu


Terbesit dihatiku, dan pikiranku


"Seperti ada pelindung yang melindunginya", gerutuku.


Ternyata candis juga memikirkan hala yang sama.


Baru saja menyerang kekuatan mereka sudah terkuras begitu banyak.

__ADS_1


"Agh... Sakit...", zahu mengaduh - aduh.


"Hah... Dasar mahkluk lemah, jangan kan mau membunuhku, sedangkan menyentuhku saja kau tidak bisa, lebih baik kalian mati saja", scylia mendekatiku.


dan lagi lagi rasa sakit ini timbul lagi seakan akan Mau merengut tubuhku.


"Wah... Lihat ... Lihat ... Ini gadis yang mengila - gila tadi", dia mau menyentuhku, menjulurkan lidah.


"Hah... Kenapa pada saat yang seperti ini", aku terkejut.


Saat dia mau menyentuhku.


Tiba tiba...


Syat... Suara tebasan pedang.


Candis menebas tangan scylia dengan cepat, dan berkata.


"Jangan pernah kau sekali kali menyentuh gadis ku, bahkan sehelai rambut pun", pedang candis yang meneteskan darah.


"Aaaaghh... Dasar kau... Candis, kau memang tak berubah dari dulu", Scylia kesakitan memegang tangannya yang terputus itu.


"Ah... Kenapa candis bisa menebas tangannya sedangkan yang lain saja tidak bisa, menyentuhnya saja tidak bisa", gumaku.


"Agh... Barusan dia bilang apa, candis..." guma dragon dalam hari.


"Candis... Kau... Terluka lagi" aku khawatir.


"Tuan... Anda... Kenapa pemulihan luka anda sangat lambat", guma zahu khawatir dalam hati.


Tangan scylia yang ditebas candis, menyatu kembali...


"Bagaimana mungkin, dia melakukannya?", aku masih kebingungan.


"Em... Sepertinya ada yang sedang kebingungan", menyingungku.


Hyas... Deburr ... Scylia menginjak aku.


Tapi... Candis lagi - lagi menebas kakinya acylia


Dan lagi lagi kakinya terputus dan tersambung kembali, kejadian itu terus berulang ulang.


Bahkan saat yang lainya mencoba membantu menyerang pun mereka tetap terpental seakan akan hanya candis yang bisa menyentuhnya.


Jadi bagaimana mengalahkannya?.


"Aghh... lagi lagi rasa sakit ini kembali, dan sekarang semakin kuat, aku tak bisa menahannya lagi", aku menahan rasa sakit yang datang lagi.


Luka Scylia sembuh secara cepat, tapi candis masih menyerangnya tampa memikirkan keadaannya sendiri, luka luka yang ada ditubuhnya semakin parah.


"Agh... Aku tak bisa menahan rasa sakit ini lagi", aku tak bisa menahan lagi.


Aaaagggghhh... Lagi lagi kekuatan tibul dan lepas kendali.

__ADS_1


"Ah... Ternyata asal kekuatan yang besar ini terdapat pada gadis ini" pemikiran mereka yang sama.


"Hah... Warna matanya berubah lagi seperti warna api yang menyala - nyala, dan rambutnya yang berubah warna orenye", guma zahu dalam hati.


Aku menyerang Dengan cepat membantu candis melawan.


Aku dan candis menyerang dari sisi yang berbeda dan dengan kecepatan maxsimum, semakin lama semakin lambat pemulihan luka luka scylia, sepertinya dia mulai kelelahan dan memakai begitu banyak tenaga, dan kelihatanya pelindungnya juga melemah saat itulah yang lainnya membantu. Kami menyerangnya dengan bersaamaan.


Saat itu juga bala bantuan datang yaitu dari neraka, dan para penduduk samudra yang keluar dari persembunyian mereka juga datang membantu, walau pun kekuatan mereka hanyalah sedikit.


Dan muncul dari atas sebuah rantai yang besar, yang tiba tiba membelit scylia.


Mereka menyatukan kekuatan mereka untuk melumpuhkan scylia.


Kami menyerang scylia dengan bersama sama, menyatukan kekuatan kami dan mengalahkannya.


Hya.... Darrr.... Scylia hancur seketika.


Hosh... Hosh... Akhirnya berhasil


Tawa... Senyum kegembiraan yang tergambar diwajah mereka.


"Uhuk... Lagi lagi kekuatan ini hilang begitusaja", aku terjatuh lemas tak berdaya lagi, sepertinya


Kekuatanku benar benar dikuras habis, aku... Tak tau lagi apa yang terjadi lagi, setelah saat itu.


Melihat aku terbaring tak berdaya, candis mengengongku, dan membawa aku pergi dari tempat itu.


Tapi... Heran pasukan neraka itu datang karena apa, bagaimana ia bisa tau kalau di kerjaan samudara lagi ada masalah.


Ini rumit sekali... Menjelaskanya bagaimana,


Kata salah satu dari mereka yaitu jendralnya.


"Kami mendengar ada suara yang merintahkan kami kesini untuk membantu, suara itu seperti akrab bagi kami dan tak bisa kami bantah", ucap jendral.


Jawaban serupa juga sama oleh penduduk.


"Kami mendengar ada suara yang merintahkan kami kesini untuk membantu, suara itu seperti akrab bagi kami dan tak bisa kami bantah", ucap salah satu dari penduduk.


Jadi... Siapa yang memangil mereka?


Setelah kejadian itu.


Saat aku membuka mataku.


Tangan, kaki, kepala, hampir seluruh tubuhku diperban.


Sepertinya aku yang paling banyak luka.


Dan ini seperti tidak asing lagi dimataku.


Ini seperti istananya candis....

__ADS_1


__ADS_2