I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 88


__ADS_3

Hah... Malam itu candis kelihatan biasa wajahnya sulit untuk ditebak.


Hari ini aku tidak bertemu dengan dia bahkan tidak berkomunikasi dengan dia, entah kemana dia pergi, aku bertanya tanya pada pelayan, sebahagian pera pelayan tidak tahu, tapi ada juga pelayan yang melihat candis pergi kesuatu tempat diistana ini, aku pun pergi kesana ketempat yang dikatakan pelayan itu.


Sesampainya disana...


"Aku rindu kamu..." perempuan itu memeluk candis, bahkan mencium candis, tapi candis kelihatan tidak melawan malah ia merespon dari aksi wanita itu tangan tangan itu membelai wanita itu, memeluk dengan eratnya,


Hah...


"Ca... Candis, hup..." ucapku segera menutup mulut. Karena takut ketahuan Aku segera pergi dari sana secepat mungkin. Candis yang menyadari keberadaanku dan dia menyadari kalau aku melihatnya, dengan cepat candis mendorong wanita itu sampai jatuh kelantai dan ia memilih mengejarku.


"Candissss...." teriak wanita itu.


Hiks... Air mata tak terasa jatuh begitu saja, Mataku seakan akan tak percaya melihat semua itu, dada ini terasa sesak sekali.


Aku terus lari, pelayan yang melihatku berlari sambil menagis, mencoba menghentikanku mencoba bertanya, tapi aku tidak menghiraukan mereka , bahkan amoo dan zahu yang sempat menarik tanganku menghentikan langkahku, zahu bertanya "nona mengapa menagis?"


"kasturi..." teriak candis.


"Aaa... Lepaskan zahu" aku meronta ronta mencoba melepaskan tanganky dari cengkraman zahu.


"Nona kenapa?" tanya amoo.


Tak... Aku menginjak kaki zahu.


Aaa... zahu melepas cengkraman ditanganku. Aku Melihat candis yang semakin dekat mengejarku, aku lari secepat mungkin lari.


"Apa yang kau lihat cegat dia pergi" perintah candis kepada amoo.

__ADS_1


Amoo segera mengejarku.


Candis mengeluarkan kekuatannya


Zasss.... Candis menghilang.


"Nona berhenti nona..." teriak amoo.


"Hah... Gawat...


Nona awas..." teriak amoo.


Hah... Aaaa....


Ada sebuah tangan besar berbulu muncul seperti dari dimensi laim, menangkapku dengan cepatnya, candis yang juga muncul tiba tiba memcoba meraih tanganku, tapi ia tidak sempat meraihku, tangan makhluk itu lebih dahuluan meraih ku dan segera hilang membawaku pergi dari sini, air mata ku tertetes terjatuh ketangan candis, aku sempat teriak memangil namanya, "candisssss...."


"Kasturiuiiiii...." teriak candis terjatuh.


Malam hari kemudian.


"Wanita itu datang lagi sok perhatian pada tuan, dia yang menyebabkan nona pergi dari istana ini" ucap zahu.


"Kenapa dia kesini lagi?


Aku sudah tidak suka dengan dia dari dulu dia hanya memanfaatkan tuan dan memainkan perasaan tuan" sahut amoo.


Sedangkan kulici...


"Nona... , nona engkau dimana?" kulici yang bersedih meratapiku.

__ADS_1


Entah kemana makhluk itu membawaku pergi, ketika aku membuka mata, aku sudah dirantai tanganku kakiku, entah kenapa kekuatanku tidak bisa dikeluarkan.


Tempatnya gelap seklai tidak ada cahaya hawanya Panas sekali.


Kreeeetttt...


"Seperti ada yang membuka pintu tapi kenapa tetap gelap ya?" gumaku mulai panik.


"Haaaa..." jerit ku terkejut, tangan ku seperti ada yang megang, sulit sekali untukku melihat siapa yang menyentuh tanganku.


Huh... sungguh gelap sekali.


tangannya merayap rayap mengelus tanganku sampai keleherku.


Suara bisikan terdengar dekat ditelungaku "selamat datang cantik."


Hembusan Napasnya juga terdengar jelas ditelingaku.


"Siapa kau?" teriaku panik.


tidak ada jawaban sama sekali.


"siapa kau?" tanyaku sekali lagi.


tapi tetap saja tidak ada jawaban sama sekali.


karena tidak ada jawaban terus aku tidak ingin bertanya lagi, aku terus terpikir kejadian tadi hari ini.


hati ini berkata kata,

__ADS_1


"candis seperti dekat sekali dengan wanita itu, ya... wanita itu memang cantik sekali, lebih cantik dari aku, tidak salah juga candis memilihnya."


__ADS_2