I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 82


__ADS_3

Malam yang berat sudah berlalu,


aku masih tertidur pulas,


"kamu siapa?," igauku dengan kata terbata bata, dan ekpresiku yang ketakutan, tanganku mengengam erat selimut yang menutupi tubuhku.


*dalam mimpiku*


darah darah segar tercecer, tersebar dimana mana, banyak mayat makhluk makhluk aneh yang mati tergeletak ditanah.


dihadapanku ada makhluk yang tak aku kenali, tangannya penuh dengan lumuran darah, dia menjilat tangannya yang berlumuran darah itu, rambutnya panjang keriting dan bewarna api, tampangnya lumayan tampan, bibirnya hitam kebiru biruan, dia mempunyai sepasang mata yang bewarna hitam legam, warna kulitnya hitam manis, dia berkata sambil tersenyum tipis "aku akan menungumu,"


dia terus berjalan mendekatiku,


"jangan mendekat," teriak ku ketakutan.


tangan ku melambai lambai keatas, candis hanya melihatku dengan pandangan yang sudah biasa, dia tersenyum.


"hah... ," aku terbangun dari mimpiku dengan napas yang terhengah hengah.


tanganku mengusap rambut yang menutupi mataku, ketika aku melihat kedepan,


aaaa... teriaku menutup mulut,


dengan cepat aku memalingkan pandanganku


karena dihadapanku, candis sedang memasang baju,


"cepatlah pasang bajunya," perintahku dengan muka yang memerah.


"kenapa memangnya?," tanya candis tersenyum tipis.

__ADS_1


"jangan banyak tanya cepatlah," jawabku kesal.


"kalau aku tidak mau?," tanya candis sekali lagi.


"maka aku sendiri yang akan memasangkan, upppsss...," aku keceplosan.


"upsss ... apa yang barusan aku katakan,


ini mulut tidak bisa dijaga," gumaku memukul mukul pelan mulutku.


"aha..., kalau begitu pasangkan," pinta candis


berjalan mendekatiku.


"eghhh... haha...," aku menyelimuti seluruh tubuhku.


syaaat... candis menarik selimut yang menutupi tubuhku, candis merangkak naik keatas tempat tidur mendekatiku, mukanya semakin mendekat kearahku, candis berbisik ditelingaku


"bantu pasangkan,"


tangannya memegang dakuku.


"atau aku akan!,


berada disini terus" ancam candis.


aku pun terpakasa membantunya memasangkan bajunya, walau awalnya aku sempat kebingun, tapi candis membantuku.


1 jam kemudian.


aku diteror dengan pertanyaan candis yang banyak dan berbobot, salah datunya saat ia menanyakan 'kenapa aku menemui sasir, kenapa aku menarukan obat tidur didalam minumnnya, kenapa aku tidak memberitahunya, kenapa aku tidak mengajaknnya, kenapa.... kenapa... kenapa...' begitulah pertanyaan berbobot candis, aku jawab semuanya pertanyaan candis.

__ADS_1


hah... candis menghela napas setelah mendengar jawaban dariku, candis mengelus elus dahinya, aku merasa bersalah sekali dengan candis, candis melihatku terus dan mendekatiki tangannya langsung mengusap usap rambutku, tindakan candis sempat membuatku terkejut, dengan perlahan dan lembutnya candis mengelus rambutku.


sedangkan ditempat lain.


"tak lama lagi ada tamu yang akan datang kesini," ucap zahu kepada amoo yang duduk disampingnya, tapi amoo terus mengamati kulici yang sedang memasak makanan dengan para pelayan lainnya.


"hoyyy... apa kai mendengarkanku?," tanya zahu kepada amoo yang terus menatapi kulici sambil tersenyum senyum,


tapi, amoo tetap saja tidak mendengarkan perkataan zahu.


zahu yang merasa dikacangi membentak meja sehingga amoo yang duduk menjadi terjungkal karena terkejut.


"aduhh... zahu kau kenapa tiba tiba membentak meja," amoo mengerutu kesakitan.


"hah... jangan mengerutu terus, salah kau sendiri tidak mendengarkan ku," zahu yang masih kesal kepada amoo.


"apa tadi yang ingin kau bicarakan?," tanya amoo yang mencoba membaiki zahu.


"hah... jangan tanya," zahu masih kesal.


"ayolah, apa yang tadi kau bicarakan," amoo membujuk zahu.


"tidak ada," zahu membuang muka.


amoo terus menerus membujuk zahu.


tiba tiba...


tap.... tap... suara langkah kaki yang besar, yang membuat siapa yang mendengar lengsung melihat, suaranya mengema gema dilangit langit istana


"zahu... zahu... zahu... zahu... zahu.... lihat tu," amoo mencoel coel zahu yang merajuk.

__ADS_1


"alah... males," tespon zahu.


"tengolah dulu siapa tu!," amoo memurar muka zahu menghadap sumber suara langkah kaki itu.


__ADS_2