I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 72


__ADS_3

Aku mengunakan senjata itu dengan seksama mencoba beberapa kali mengubah ubah dari tadinya, tuduk konde, menjadi tombak berubah lagi menjadi toya, berubah lagi menjadi pedang.



"Bagaimana nona apa senjatanya sesuai dengan yang anda inginkan," tanya tota.



"Iya, sesuai sih, tapi apa bisa senjata ini diubah ubah lagi menjadi senjata yang lain lagi," tanyaku.



"Em... Senjata ini masih dalam pengembagan, jadi mungkin beberapa hari lagi baru bisa diambil," ucap tota.



Aku berbincang bincang dengan tota begitu lama tapi aku tidak meliahat candis dan dragon kemana mereka berdua perginya, hari sudah mau malam, dengan kesal aku pulang kepenginapan sendirian, sesampainya dipenginapan aku langsung membersihkan diri, sampai aku selesai membersihkan diri, makan mereka berdua belum juga muncul entah kemana mereka perginya, masa bodoh memikirkan mereka aku pun pergi tidur,


Keesokan paginya, sampai aku bangun pun mereka juga tidak terlihat, aku pun memutuskan untuk mencari mereka, saat aku membuka pintu Bertapa terkejutnya aku melihat mereka berdua tertidur didepan pintu, kelihatanya mereka berdua berantakan sekali, denagn bantuan pelayan mereka berdua bisa dibawa masuk kekamar, dibaringkan dikasur, aku membiarkan mereka istirahat kelihatanya mereka sanagat kelelahan,


Aku pun berlatih sihir sambil menunggu mereka berdua sadar.



Sedangkan ditempat lain.


"Kembalikan, gelangku...


Itu pemberian nona," teriak kulici mengejar koga.


__ADS_1


"Kalau mau ambilah sendiari sini," ejek koga.



"Homm... Pagi pagi sudah ribut ribut," amoo terbangun karena mendengar teriakan kulici, amoo mengucak ngucak matanya dan membuka pintu,


Saat amoo membuka pintu,


pegasus yang masih berlari tidak melihat lihat lagi koga, dan saat koga melihat kedepan


Brakkk.. koga tetabrak pintu, amoo yang merasakan ada yang menabrak pintu langsung melihat, amoo yang melihat koga terkepai dilantai dengan geli hati amoo menahan tawa.


"Matamu taruh dimana, samapai pintu sebesar ini tidak melihat, hahaha..." cemooh amoo.


kulici pun terkejut,


Dan langsung berhenti mengejar koga. Awalnya dia dertawa melihat itu, tapi tawa itu beubah menjadi kehawatiran saat


Darah mengalir dari hidung koga, dengan cepat kulici menyumbat hidung koga dengan sapu tangannya.



"Apa yang kau lakukan?," tanya amoo menarik tangan kulici.


"Hidungnya berdarah,!" jawab kulici dengan nada yang gemetar.


koga langsung berdiri pandangannya yang masih berputar putar, membuatnya berjalan dengan terhoyong hoyong menjauh dari amoo dan kulici.


Denagan sengaja koga menjatuhkan gelang kulici, amoo mengambil gelang itu dan memasangkan gelang itu ke kulici, kulici hanya memandang amoo dan bertanya, "kenapa kai tidak kelihatan khawatir?,"


__ADS_1


"Khawatir kenapa?," amoo bertanya kembali.



"Khawatir, kalau nanti kau kena masalah dengan kakaknya bagaimana," duga kulici.



"Untuk apa aku takut dengan kakaknya, asal kau tau ya, selagi tuanku masih ada jangan mimpi dia mau berbuat semena meda di Sini," ucap candis.



"Maksudnya?," kulici tidak memahami maksud amoo.



"Kau pikir lah sendiri," ucap amoo mengetuk kepala kulici dengan pelan.



"Au... Sakit!," kulici merintih kesakitan memegang kepalanya yang diketuk amoo.



koga berjalan terus menuju kamarnya dengan terhoyong hoyong, dengan susah payah koga berjalan samapi kekamarnya akhirnya sampai juga koga langsung menghempaskan tubuhnya ketilam, dan darah dihidungnya koga menghilang dengan perlahan lahan.


dalam pikiran koga terbatang kejadian tadi, saat kulici menyumbat hisung koga dengan saput tangan.


"kenapa... kau menolongku?,


seharusnya kau tidak menolongku," guma koga memandang sapu tangan kulici.

__ADS_1


sedangkan ditempat lain,


candis dan dragon bangun dari tidurnya karena terkejut dengan suara gelas yang pecah, apa lagi kalau bukan karena aku yang menjatuhkan gelas tersebut,


__ADS_2