
aku mencari carinya, dari bawah kasur, bawah pot bunga, bawah bantal, bawah selimut, aku terus mencari candis sampai disisi sisi ruangan ini, haha... aku seperti mencari semut saja,
samapi aku diujung ruangan kamar penginapan yang tak pernah aku masuki dan aku lihat sebelumnya karena tertutup tirai, dengan pelan aku membuka pintu, ketika aku masuk tercium bau aroma bunga atau apalah yang sangat harum, kain kain berjuntaiyan diatas atas langit langit penginapan seperti menghalangi sesuatu, kakiku terus berjalan kearah depan mendekati cahaya yang redup redup, aromanya semakin kuat tercium, aku berjalan melihat lihat langit langit yang tergantung kain kain,
"bagaimana kain ini bisa tergantung," gumaku terus berjalan tampa melihat lagi kedepan,
akhirnya....
cepuss.... aku terjungkal kebak mandi yang lumayan besar, kepalaku yang terendam dan kakiku yang keangkat angkat akhiyna jadi salto.
busss... habis basah kuyup.
uwah... hah... hah... npasku terhengah hengah,
heik... aku menceguk terkejut melihat siapa yang ada dihadapanku.
Siapa lagi kalau bukan yang aku cari dari tadi...candis,
Candis yang telanjang dada melihatku dengan tatapan Matanya yang bengis merah menyala
Dengan ekpresi yang tidak menyenangkan.
AAAAA.... Teriaku histeris.
Syap... Tap... Tangan candis dengan cepatnya menutup mulutku.
"Husss.... Jangan teriak...," bisik candis menenangkanku.
Mataku hanya melotot melihat candis, matanya melihatku terus.
"Aku akan melepaskan tanganku, jika kau tidak teriak lagi," bisik candis,
Aku hanya mengiyakan perkataanya.
__ADS_1
Dengan perlahan candis melepaskan tanganya dari mulutku.
Dalam pikiranku dan benakku berkata "candis berada disini dengan telanjang dada, berada didalam air yang wangi semerbak, berada didalam tempat yang tertutup, jadi ia sedang mandi.... Dan
aku... aku ... aku datang disaat ini, berarati sama saja aku dengan wanita genit,"
AAAA... Tida- teriakku yang tiba tiba ditahan oleh candis.
"Sudah kubilang jagan teriak lagi,
Aku tidak akan melepaskanmu jika kau masih teriak," bisik candis.
Tubuhku terasa kaku, matanya terus menatapku, oh... Tuhan jantungku mau copot dari tempatnya, penyakit jantungku kambuh lagi, jantungku selalu berdebar Debar jika merasakan yang namanya getaran 'asmara'.
napasku terasa sesak sekali, pandanganku
mulai buram, Tubuhku lama kelamaan menjadi lemah tak berdaya
Kesokan harinya.
"Hooommm...... Wangi...
Ah... Bagaimana mungkin dia ada disini?," gumaku, terkejut melihat candis duduk tertidur disampingku, sontak aku langsung menerjangnya sampai terjungkal kelantai.
Bruuukkk...
"Egh... Kenapa?," tanya candis.
"Kenapa kau sampai ada diatas sini," teriaku.
"Ighh... Kau lupa kejadian semalam?," tanya candis.
Aku mencoba mengingat kembali kejadian malam itu....
__ADS_1
"Kenapa ia bisa pingsan,
Apa aku terlalu kuat melakukannya tadi," guma candis membawaku ketepian,
Tangan candis mengang mataku dengan pelan ia membuka mataku, lalu fuh... Dia meniupnya au.... Pedih sekali.
Dengan segera aku terbangun mengucak mataku yang pedih gara gara ditiupnya.
Buk.... Aduh... Egh... jidat ku tehangkup jidat candis, dengan cepat tanganku mengusap usap jidatku yang terhangkup itu.
"Aduhhh... Sakit sekali, tadi mata sekarang jidat nanti apa lagi," gumaku mengeluh.
"Keras juga kepalanya Ya,
Lumayan juga," guma candis menahan nyerinya yang ada dijidatnya.
Hohhhh... Mataku melotot melihat tubuh candis yang atletis, bukan hanya wajahnya yang sempurna tapi juga tubuhnya sempurna, kalah dengan tubuh orang orang disekitarku, dia seperti gym setiap hari, mungkin waktu aku ditempatku, aku terlalu membenci melihat pria berotot dan bertubuh sempurna yang didamba dambakan wanita wanita,
Jadi ini rasanya perasaan para wanita wanita itu, candis malah tersenyum mengangkat alisnya berjalan mendekatiku.
Haaa... Teriaku menutup mataku, dan
segera pergi meninggalkan candis, ketika aku melangkah satu langkah aku tak sengaja menginjak jebakan.
"Awasss...," teriak candis.
Syuttt..... Panah bius mengenai diriku, tepat ditanganku, biusnya menyebar diseluruh tubuhku membuat ku menjadi lemah lagi, dengan lemas aku terjatuh kearah candis, candis Langsung menangkapku.
"Dasar ceroboh...," ucap candis, keluar dari air membawaku pergi dari tempat ini.
Dalam ingatanku kejadiannya seperti itu.
"Bagaimana apa kau sudah bisa mengingatnya?," tanya candis.
__ADS_1