
"Ternyata kau pemalu juga,
Semakin tertarik aku denagn dirimu, kesturi ..." guma candis tersenyum tipis.
Kelakuan Candis membuat ku salah tingkah, aku jadi gerogi mendekatinya, enatah apa yang merasukinya sampai samapai dia seperti itu, walau pun selama ini aku dekat dengan dia semapat dirangkunya tapi yang kali ini lain sekali
Sepertia ada sesuatu, aku pergi keluar meninggalkan candis, aku terus berjalan tampa tau kemana mau pergi dalam pikiranku terbayang bayang kejadian tadi aku terus berjalan, samapi aku baru sadar kalau aku sudah jauh dari tempat penginapan aku mengoleh kanan kiri memperhatikan sekelilingku, aku tidak tau jalan pulang, enatah kenapa tiba tiba jalanan jadi ramai sekali aku kesulitan untuk lewat semakin lama semakin berdesak desakan.
"Kenapa kasturi belum kembali, ya
Hem... Apa jangan jangan ia tersesat
Begonya aku meningalkan dia pergi sendirian" guma candis baru menyadari kalau aku pergi terlalu lama dan tak kembali kembali, perasaan candis mulai gelisah Dan langsung mencariku.
"Aduh... Lihat lihat dong jalan tu," omel ku kepada dia yang menabrak ku.
"Eh... Anu..." ucapku gemetaran melihat siapa yang ada didepanku yang tak kusangka sangka yang menabrak diriku itu.
"Kasturi..." sapa dragon dengan tersenyum tipis.
"Dra-gon" ucapku tersendat, menahan malu.
"Kebetulan sekali kita bisa bertemi disini," ucap dragon tersenyum.
"I-ya!,"
"Bagaimana ini kalau dragon bertemu dengan candis,
__ADS_1
Alah, tenang aja kan candis jauh
Jadi tidak mungkin dia disini" gumaku tetsenyum membalikkan badan dan
Bruk... Aku tersengol makhluk yang lalu lalang sampai aku hampir terjatuh dan untung saja dragon menangkapku.
Jantungku berdebar debar kencang, jika aku terjatuh entah apa yang akan terjadi denganku, diinjak atau geger otak.
Dragon membantuku berdiri dan mengajak ku berbicara disebuah toko seberang, awalnya aku cangung dekat dengan dia,
Kulihat dragon hanya diam saja sambil menatap keluar jendela melihat pemandangan dibawah, aku mencoba membuka pembicaraan.
"Sudah lama ya tidak ketemu, kamu apa kabarnya,
Ah... Cara kuno itu nanya nanya kaya gitu," gumaku dalam hati menyusun kata kata yang tepat untuk diucapkan, aku terdiam termenung.
"Pemandangannya bagus ya, sudah lama aku tidak melihat pemandangan yang seperti ini," ucap dragon mengagumi pemandangan yang indah.
Dragon menuangkan arak ke gelas yang kecil, dan dia memberikan aku arak, hem... Mau tidak mau aku tidak bisa menolak jadi aku minum saja araknya.
"Oh... Ya... Kenapa kau ada disini ?," tanyaku kepada dragon dengan serius.
"Aaa... Itu,
Aku kesini mencarikan senjata untuk adik ku," jawab dragon singkat.
"Kalau gitu sama dong...," sahutku.
__ADS_1
"Dong... Siapa itu?," tanya dragon kebingungan menatap ku dengan serius.
"Itu..." aku tak tau harus menjawab apa.
"Bagaimana ini apa yang harus aku jawab
Aku sendiri tidak tau artinya apa,
Aku hanya ikut ikut saja,
Bagaimana ini..." gumaku.
Aku pun mengambil tindakan dengan meminum arak sebanyak
Banyaknya supaya tidak menjawab pertanyaan dragon, dargon mencoba memberhentikan ku, tapi tetap saja aku melanjutkan meminumnya.
Hosh... Hosh... Napas candis terhengah hengah mencariku ia tidak mungkin mengunakan kekuatannya disembarang tempat, jadi candis mengunakan instingnya saja, berlari lari dari satu tempat ketempat lainnya, "kasturi dimana kau," guma candis.
Sedangkan aku sudah mulai teler, mungkin aku terlalu banyak minum, pandanganku mulai buram, berdiri saja rasa tidak sanggup, dragon yang melihatku mabuk berat ini langsung mengambil tindakan, ia langsung mengendongku, aku yang dalam keadaan setengah sadar aku melihat dragon dalam pandangan ku ia seperti candis, dragon berjalan mengantarkan aku ketempat penginapannya, sungguh mengejutkan dijalan dragon dicegat oleh candis candia melihat dragon dengan mata yang tajam dan dragon hanya memandangi candia dengan biasa saja,
Candis mengengam erat erat tangannya,
"Ah... Candis,
Kenapa candis ada dua?," tanyaku dalam keadaan setengah Sadar, dengan cepat candia merebutku dari dragon, tapi dragon tidak memberikakku dia malah menahan ku.
"Apa yang kau lakukan, cepat serahkam kastuti lepadaku" ucap candis geram.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak akan menyerahkan kasturi kepadamu," ucap dragon.
Mata candis dan mata dragon saling bertatapan dengan bengisnya.