I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 94


__ADS_3

Aku sudah berusaha untuk


mengeluarkan kekuatan yang aku punya tapi tidak bisa, aku tidak paham kenapa?.


Brak... Candis dan Zidar kalah.


Semudah itu ia mengalahkan Candis, luka disekujur tubuh Candis tidak sembuh, biasanya luka sekecil itu akan sembuh tapi, kali ini tidak lukannya tudak sembuh sama sekali.


Diluar sana Amoo dan Zahu menyerang anak Jiana, Azu dan Koga, pertempuran yang hebat sekali. Qiqi juga ikut dalam pertempuran ini ia mengalahkan banyak anak buah Jiana.


Koga terlempar jauh, menghantam batu yang besar disana, batu itu sampai retak dibuatnya.


"Hah... Sunior kau lawan" Zahu menyombongkan dirinya.


"Koga!!!" teriak Azu melihat adiknya kalah.


Ia lengah sempai Amoo mempunyai kesempatan.


Clumbbb... Amoo menusuk jantung Azu.


Bukan Amoi saja yang menusuk, kalau satu dia masih bisa bertahan, jadi Amoo mengeluarkan kan bonekannya, yang ikut menusuk Azu dari segala sisi.


Tinggal sentuhan terakhir saja lagi Amoo bisa menghabisinya. Namun aneh sekali, Azu sudah lenyap terlebih dahulu, dan begitu juga Koga Tanda tanya timbul dipikiran mereka.


"Anak lemah, percuma aku membesarkan kalian ternyata kalian benar-benar tidak bisa dihandalkan. Bagaimana anak ini kuat sedangkan mereka lahir dari ayah yang cacat(kakak Candis) Benar bukan candis" Jiana tersenyum licik.


Egh... Candis mengeretakan giginya.


Jiana mendekatiku.


Syap... Tangannya menagkap diriku, mulutnya terbuka lebar bersiap untuk mengisap habis kekuatan yang aku miliki.


Kali ini aku tidak bisa menghindar lagi.


Aaggghhh... Sakit sekali, kekuatanku keluar dari tubuhku, rasanya aku seperti dikuliti hidup-hidup.


Aku tidak sanggup menahan rasa sakit ini.


Brakkk... Jiana melepaskanku, setelah mengisap habis kekuatanku, aku tidak berdaya terbaring ditanah ini.


Candis menatapku, tatapan yang menyedihkan, dari tadi dia teriak meminta Jiana untuk berhenti namun Jiana tidak mendengarkan Candis.


"Kau kelihatan sangat mencintai dirinya Candis" Jiana menyeka darah di mulutnya.


"Apa kau tidak suka denganku Candis? Apa kau melupakan aku Candis? Begitu mudahnya kau melupakan aku. Kau ganti diriku dengan dirinya, begitu mudahnya kau mengantikan aku Candis.


Hah... Kalau begitu akan aku habis ia dihadapan kau, agar kau tahu" Jiana menarik sehelai rambutnya, tiba-tiba rambut tersebut berubah menjadi pedang yang tajam. Tampa pikir dua kali lagi jiana langsung menyerangku.


Aaa...


Cluppbbb... Uhk... Pedang jiana menancap dijantungku, bukan aku baik-baik saja pedang itu tidak menancap dijantungku tapi, dijatung Candis, Candis melindungiku.

__ADS_1


"Kasturi, maaf... Aku telah... Membawamu... Kesini... Aku melibatkan mu... Atas semua ini... Maaf Kasturi... " kata-kata Candis terputus-putus, tumbang aku cepat menyambutnya.


Tangan Jiana mengetar ia seperti ingin menangis tapi, ia malah ketawa sepertinya Jiana sudah dikuasai oleh kekuatannya.


"Kas... Maafkan aku" mulut Candis mengetar.


Air mata ini terlalu jujur, ia keluar begitu saja.


"Kas... Aku mau memberitahumu sesuatu" lagi-lagi mulut Candis gemetar.


"Kemarilah aku bisikan"


Aku mendekatkan telingaku kemulut Candis.


"Aku mencintaimu" bisik Candis.


Cup... Candis mencium pipiku.


"Eh... Can-" kalimatku terpotong.


"Karena aku yang membawamu kesini maka aku juga yang harus mengembalikanmu.


Heah..." Candis membuka protal menuju duniaku, tangannya mendorongku masuk kedalam sana, walau aku sudah mengenggam erat tangannya dan bilag 'tidak mau berpisah darinya' tapi itu percuma dia tetap melakukannya.


Dari dalam protal aku melihat tubuh Jiana terbalut darah Candis yang mengalir tadi, Jiana sepertu teriak kesakitan.


Pandanganku buram aku tak bisa melihat lagi apa yang terjadi setelahnya.


Tempat ini sepertinya tidak asing dimataku.


Ah... Ini tempat lubang yang memabawku kedunia fantasy.


Ha... Semua orang berkumpul mengelilingiku, keheranan.


Aku segera keluar dari dalam lubang dibantu orang-orang disana. Mereka bertanya-tanya 'kenapa aku bisa ada disana? Apa yang kau lakukan disana? Kenapa bisa sampai masuk kesana?...'


Tetlalu banyak pertanyaan mereka.


Hanya sebahagian saja yang aku dengar.


Aku tidak menjawab pertanyaan mereka, pikiranku masih terbayang kejadian tadi.


'Apa yang terjadi disana? Apakah Candis baik-baik saja' hanya itu yang ada dipikiranku.


*************


Beberapa bulan kemudian


Malam hari kemudian setelah aku


kembali dari dunia fantasy

__ADS_1


Aku keluar dari rumah mencari angin mengendarai motor bebek, merilekkan pikiranku setelah semua kejadian yang menimpa diriku.


Angin dari tadi hanya bertiup pelan, tapi sekarang bertiup kencang, poniku menutup mataku.


Diatas cahaya rembulan kelihat indah, tapi ada yang aneh dengan rembulan itu, seperti ada sesuatu yang terbang disekitarnya. Karena terus melihat kesatas aku tidak melihat-lihat lagi jalan didepan kalau didepan adalah jalan tikungan, sehingga.


Aaaa... Aku terjatuh.


Syaaattt....


Mata ini tertutup ketakutan. Ada yang aneh tidak ada rasa sakit malah terasa ada yang mengangkapku.


Aku membuka mataku melihat siapa yang menangkapku.


Hah... Bertapa terkejutnya aku melihat siapa yang menangkapku.


"Kau... Kau... Kau..." tunjuku.


Yang kutunjuk tersenyum.


Dia ada disini tidak mungkin, bagaimana dia bisa berada disini.


Ha... Kami melayang.


"Can-" tidak sempat aku menyelesaikan perkataanku, dia sudah merebut bibirku.


TAMAT.


YA... Penasaran setelah aku bertemu dengan dia lagi, hidupku berubah. Dia membawaku kembali kedunia fantasy, sudah banyak yang berubah disini.


Semuanya berubah.


Semua penghuni menyambut diriku dengan riang gembira, Amoo, Zahu, Qiqi, dan Zidar berada dibarisan depan menyambut diriku.


Hahaha.... Hari itu hari yang bahagia setelah beberapa bulan terpisah aku sempat mengira kalau dunia fantasy sudah hancur dan Candis juga sudah tiada nyatanya dunia fantasy masih ada, dan dia ada disisiku sekarang selamanya, kami telah terikat dengan yang namanya pernikahan.


Sekarang dia mudah untuk tersenyum kemabali, beda dengan dirinya yang dahulu jarang senyum.


Kami hidup bersama didunia ini, kadang-kadang sesekali kami pergi keduniaku.


Hari hari aku lewati bersama hidup kami sampai disini cukup bahagia, enahlah hari esoknya semoga tetap damai.


Ah... Bagaimana dengan Qiqi.


Ya... Dia mendapatkan pasangan juga.


Siapa lagi kalau bukan Amoo, mereka dikaruniai 2 abak kembar perempuan dan laki-laki.


Kalau Zahu masih mencari.


Yah... Itulah kisahku didunia fantasy.

__ADS_1


Sekian terimakasih.


__ADS_2