I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 63


__ADS_3

Brukk... Suara kursi yang terkena punggung candis.



Semua yang ada ditoko langsung keluar, karena takut.



"Hah... Candis apa kau baik baik saja" tanyaku.



Candis menatap kawi dwngan tajam, lalu candia menjentikan tangannya... Seketika kawi dan anak buahnya terpelanting sampai sampai dinding toko retak dibuatnya.



"Aaa... Rugi aku,


Hy! Tuan apakah kau bisa menganti rugi semua ini" tanya pemilik toko marah marah.



"Apa ini cukup," ucap candis memberikan 1 permata.



"Haaa... Ini lebih dari cukup" ucap pemilik toko terkejut.



Lalu Candis menarik tanganku, dan langsung keluar pergi menjauh meninggalkan tempat itu.



"Apa candis tidak apa apa, ya?


Apa perlu aku periksa" gumaku dalam hati.



Sedangkan zahu, amoo, dan kulici sudah tiba di istana.



"Aaaa... Turunkan aku... turunkan aku..." ucap kulici ketakutan.



Saat sudah sampai amoo langsung menjatuhkan kulici.



bruk... suara kulici terjatuh.



"duh... duh... aduh... sakit sekali,


aduh kenapa pandangnku berhoyang goyang ya?" ucap kulici.



"Hah... Akhirnya Sudah sampai," ucap zahu menarik napas panjang.



Sss... Zahu dan amoo berubah kembali mejadi seperti semula.



"aduh... pandangnku kenapa bergoyang semua" ucap kulici.



pandangan kulici bergoyang sehingga membuat kulici hampir saja terjatuh untung saja zahu cepat cepat menangkap.



tap... zahu menangkap kulici yang hampir terjatuh.


amoo yang melihat kejadian itu.



"kenapa hatiku gelisah ya,


melihat zahu dengan" guma amoo dalam hati .



"kau tidak apa apa?" tanya zahu.



"kepalaku pusing" jawab kulici


sambil menjauh dari zahu.

__ADS_1



tiba tiba saja...


amoo menghampiri kulici, lalu mengangkat kulici, zahu yang melihat itu, bertanya tanya kepada dirinya.



"amoo kau kenapa tiba tiba begitu?


apa kau baik baik saja?


apa karena dia salah makan", guma zahu dalam hati.



" apa apaan kau ini, kenapa kau mengangkatku lagi?" ucap kulici denga nada tinggi.



''bukankah kau bilang kepalamu pusing lebih baik sekarang kau menutup matamu,


jangan melihatku dengan mata yang melotot seperti itu,


aku akan mengantar kau untuk istirahat" tegas amoo.



kulici pun menutup matanya, dan amoo membawanya istirahat.



"zahu aku duluan" ucap amoo.



"iya kau duluan saja" balas zahu.



amoo pun membawa kulici masuk kedalam istana.



"aku mau bawa dia kemana, kamar kamar yang ada pasti berdebu,


hah... terpaksa bawa kekamarku" guma amoo.



amoo pun membawa kulici istirahat kekamarnya, saat sudah sampai amoo membaringkan kulici ketempat tidur dan menyelimutinya.



malam ini aku tidur di kursi saja" ucap amoo menuju kursi panjang dan berbaring diatasnya, lalu tertidur.



sedangkan ditempat lain.



saat kami sudah kembali ke tempat penginapan.


aku langsung menarik baju candis, dan berkata.


"candis buka bajumu, aku akan..." perkataan ku yang belum selesai, karena dipotong candis.



"untuk apa?" tanya candis, mukanya merona.



"jangan banyak tanya, cepat buka..." ucapku dengan keras.



"aku tidak mau" jawab candis.



"kau bilang kau tidak mau, terpaksa aku yang buka sendiri..." ucapku.



aku pun memaksa membuka baju candis, tapi candis menahanya, aku tetap memaksanya membuka.



"kau mau apa?" tanya candis.



mendengar itu aku langsung terkejut dan melepaskan tangan ku dari bajunya, mukaku memerah karena malau atas tindakan yang aku lakukan.


__ADS_1


"k... kau jangan salah paham,


a... aku hanya ingin memeriksa pundak mu, tadi sepertinya lemparan kursi itu, sanagat keras..." ucap ku terbata bata, karena malu.



"jadi seperti itu,


aku baik baik saja,


dan pungungku juga tidak apa apa,


tenanglah" ucap candis.



"aku..." ucapku madih terbata bata.



"apa kau tidak percaya?" tanya candis.



aku hanya diam saja.



syuy... candis membuka bajunya, dan berkata.



"apa yang kau lakukan?" tanyaku.



"apa yang kau inginkan tadi,


kau lihat pungungku sekarang tidak apa apa, kan" ucap candis membelakangi ku.



aku terkejut melihat itu, dengan penasaran aku memegangnya, dan berkata.


"apa sakit...?" tanyaku



"tidak..." jawab candis.



"bagaimana bisa sembuh seketika?" tanyaku.



"apa kau lupa kalau aku bisa menyembuhkan luka ku sendiri" jawab candis.



"ah... iya, kenapa aku bisa lupa ya,


jadi tindakan yang aku lakukan tadi memalukan sekali" gumaku dalam hati.



tiba tiba candis berdiri dihadapanku,


aku terkajut melihat dia bertelanjang dada seperti itu, lalu candis memelukku, dan berkata.


"jangan nakal lagi, ya"



mukaku memerah dibuatnya.



"terima kasih sudah khawatir denganku" ucap candis.



"hem..." jawbku yang sudah tertidur.



"eh... kasturi..." pangil candis.



"hah... dia sudah tertidur, cepat sekali,


wajahnya yang lembut, bibirnya yang kecil, dan saat tidur dia imut sekali" ucap candis sambil membelai mukaku.



candis pun melepaskan pelukannya dan membaringkanku, lalu menyelimutiu.

__ADS_1


candis mengambil bajunya dan memasng kembali,


__ADS_2