I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 42


__ADS_3

Menutupi hidung dan mulutku, ini bukan kain biasa, soalnya udara yang aku hirup seperti segar, dibandingkan dengan tadi sebelum memakainya.



Aku dan tabib mo memasuki desa,


Saat kami sampai kami disibukan dan langsung menolong.



Aku yang melihat mereka keaakitan, dan teriak teriak, aku langsung menolong mereka sebisaku, saat mereka mulai tenang dan kami semua para tabib, kelelahan dan kami istirahat, dan mereka membahas masalah ini, karen aku tidak tahu apa apa aku keluar dan memeriksa keadaan warga.



Meski mereka adalah makhluk fantasi bentuk mereka yang berbeda beda, mempunyai kekuatan yang kecil, mereka hanyalah makhluk yang lemah.



Jika kalian diposisiku, apakalian akan menolongnya?.



Tapi aku pergi kesungai untuk mengambil air, saat aku sampai ditempat, dan mengambil air,



Tiba tiba...



Embernya, ditarik...



"Haaa... Monster..." terkejut.



Itu membuatku terkejut, ternyata itu...


Hanya tanaman, saat aku melihat kedepan


Adalah makhluk yang mengamba diair, tentu aku tak tinggal diam aku menyelamatkanya, dan membawanya ketepian.



"Ah... Masih hidup, Dia hanya pingsan" aku memeriksa urat


Aku menekan perutnya dengan kuat, dan melakukanya berkali kali


Akhirnya dia pun sadar, dia kelihatanya dia masih lemah, aku memutuskan membawanya ketempat perawatan, dan aku mengendongnya.


Tapi saat aku membalikan badan,



Tiba... Tiba...



Gerr... Syut... Suara yang kedengaranya dekat dibelakangku, aku pun tampa ragu membalikan badan,


Dan saat aku membalikan badan,


Ada sebuah pedang yang banyak mendekatiku, dan


Aku cepat menghindar nya, untung aku lincah,


__ADS_1


"Darimana datangnya semua pedang ini" gumaku dalam hati.



Saat itu juga kabut hitam muncul pandanganku terhalangkan, tak secepat itu untuk mengeluh untung aku ada diajarkan mata sakti denagn candis, dan aku membuka mata sakti itu,


Syett... Semuanya kelihatan jelas,


Lagi lagi pedang itu datang menyerangku, dan seranga seranga entah dari mana datangnya turut menyerangku, tentu saja aku tidak diam saja aku pun menghindar dengan cepat.



"Kau disini dulu aku akan menghadapi dia" aku menurunkan dia.



Aku membuka sedikit penutup mulutku, dan segera menutupnya kembali.



"Sudah kuduga, bau ini... Bau racun tak salah lagi..."



"Kau cepat juga menghindarnya, sepertinya kau bukan seorang tabib biasa" suara yang terdengar dekat.



Hahaa... Muncul lagi makhluk yang mengerikan, mukanya hancur, tubuhnya dikerumuni banyak binatang kecil berbisa, aroma tubuhnya pun tidak enak.



"Ah... Ternyata, kau yang menyebabkan warga desa terkena wabah penyakit" aku menduga kalau dia pelakunya


ternyata...




"Kenapa kau melakunya!" ucap ku



"Tanya saja pada mereka, apa yang telah mereka lakukan kepadaku"



"Apa maksudmu, mereka yang melakukanya?" kebingungan.



"Kita berjumpa lagi nati..."



Tiba tiba saja dia menghilang.



Dan aku segera kembali kedesa.



"Tuan... Sepertinya nona kedesa ini" ucap zahu.



"Tapi... Desa ini kelihatannya terkena wabah, apakah tidak apa apa noan memasuki desa ini?" ucap amoo.

__ADS_1



Tiba tiba terdiam,



"Benar juga, kasturi belum begitu bisa menguasai ilmu kekebalan diri..." guma candis dalam hati.



"Kalau begitu kita menyamar dari sini, sebagai kesatria dan kita akan bertemu denagn kasturi" ucap amoo



"Em... Tuan... Apa kita ikut menyembuhkan mereka" ucap zahu



"Ya... Kita bantu tapi jangan keluarkan kekuatan kalian yang sebenarnya, kekuatan dasar saja, jangan pangila aku tuan pangil nama samaran" ucap candis



"Baik... Tuan"



"Ayo jalan"



Syesss... Mereka menyamar.


Sedangkan ditempat lain.



"Em... Istana ini pasti memiliki pelindung, aku harus hati hati" menyamar.



"Ruangan rang biasa biasa saja, apa rajanya, tidak suka kemewahan, hanya suka kesederhanaan"



"Yah... Menarik sekali tempat ini, aku semakin tertarik untuk mengetahui mu lebih banyak, kau seperti menyembunyikan sesuatu..." menatap lukisan candis yang besar dikamarnya.



"Ah..."


candis yang tiba tiba terhenti itu membuat amoo dan zahu, khawatir...



"Tuan apa anda tidak apa apa?" berhenti berjalan.



"Tidak, lanjutkan perjalananya!"



"Sebentar lagi kita akan sampai ditempat tujuan" ucap amoo.




__ADS_1


__ADS_2