I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 23


__ADS_3

"2 mahkluk itu adalah, penguasa cahaya dan kegelapan, atau bisa dikenal dengan yamaza (penguasa cahaya) dan yahama(penguasa kegelapan)" jelas dragon


Mendengar kata penguasa kegelapan aku teringat kepada candiss...


"Tapi sayangnya penguasa cahaya telah tiada" ucap dragon


"Kenapa" tanya ku dengan penasaran


"Karena dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan dunia fantasy ini" jawab dragon.


"Hah... Kenapa?," tanyaku lagi


"Iya, saat itu yahama marah besar karena guru dan ayahnya dibunuh, emosi dan kekuatan yahama tidak terkendalikan, yamaza atau kakaknya ini mencoba menenangkan ia tapi tetap saja, tidak bisa dan akhirnya ibunya turun tangan untuk menenangkannya, dan melihat kekacauan yang cukup besar ini kakaknya memulihkan semuanya kekacauan ini dengan cepat tampa memikirkan kondisi dirinya, ia menghabiskan kekuatanya untuk memulihkan semua kekacauan dan akhirnya yamaza memecah dirinya untuk memulihkannya dengan cepat" jelas dragon.


"Dan apa yang terjadi dengan yahama?" tanyaku sekali lagi.


"Em... Ibunya menghukumnya dan selama 10 abad ia dikurung, sampai sampai ibunya juga tiada, tapi ia masih dikurung" jawab dragon.


"Em...apa penguasa cahaya tidak mempunyai keturunan?" tanyaku.


"Haha... Ya mestilah ada, lah dia punya pemaisuri, dan selir selir yang cantik, aduhai" jawab dragon tidak yakin


"Wah... Pasti lebih cantik" ucapku.


"Iyap..."sehut dragon.


"Aku penasaran, kenapa aku bisa ada disini... Apa aku ada hubungannya dengan ini semua" gimaku dalam hati.


Dragon melirik ku, dan mengusap usap rambutku.


"Aaaahhh..." aku terkejut


"Lagi mikirin apa?" tanya dragon.


"Eeeh... Tidak mikir apa apa, kok!" jawabku gugup.


Dragon menatap dengan serius.


Dan kubalas senyum terpaksa.


Hari pun semakin malam


"Aduh... Tempat tidurnya cuma setu, apa tidak ada lagi kamar yang kosong ya!, aku coba tanya keluar, ah" gumaku dalam hati.


"Hy... Kamu mau keman malam malam begini" cegah dragon.


"Aku ingin keluar, mau..." sahutku.


Dragon menyambung perkataanku


"Mau nanya sama pemilik penginapa apa ada lagi kamar yang kosong?, apa aku benar"


"Loh kok dia tau" gunaku dalam hati.


"Iya kau memang bebar, tapi bagaimana kau tau" tanyaku

__ADS_1


"Aku cuma tebak saja," jawab dragon dengan santai.


"Ya udah kalau begitu aku coba tanya sama pemilik toko" balasku berjalan menuju pintu.


"Em... Percuma kau nanya, kamar yang kosong


Cuma ini, satu satunya lagi yang tersisa" dragon mencoba untuk menberi tahu.


"Kenapa, apa aku tidak percaya, aku tetap ingin menanyakannya" aku tidak percaya dan peegi menibgalkan dragon.


Brakk... Membuka pintu, pergi keluar.


"Ya, udah tanya saja sana?, semoga jawabanya puas bagi mu?" guma dragon kesal.


Aku pun pergi keluar menayakan itu kepada pemilik penginapan,


Berapa jam kemudian,


Brakk... Membuka pintu.


"Bagaimana, apa sekarang sudah jelas?" tanya dragon


"Huh... kenapa bisa ramai sekali?" ucapku sebel.


"Itu karena sebentar lagi festival bunga teratai dan seluruh penginapan pasti dipenuhi...." ucap dragon.


Aku tidak mendengarkannya.


Saat itu aku meraba raba rambut ku


"Eh... Kok, perasaan tadi aku memakai jepit rambut bunga tapi kok satunya lagi tidak ada" gumaku dalam hati.


"Jepit rambutku satunya lagi tidak ada" jawabku.


"Jepit rambut..." dragon mendekat melihat dengan teliti


.


"Em...iya jepit rambut bunga yang kupakai hari ini" sahutku.


"Oh... Yang itu" dragon berjalan mendekat


"Em... Apa kau menyimpan nya" ucapku.


Dia semakin mendekat dan tepat dihadapanku,Tangannya seperti ingin meraih sesuatu di belakang kepalaku,


"Apa yang ingin


Ia lakukan kepadaku, apa dia mengambil kesempatan dibalik kesempitan lagi" gumaku dalam hati.


Tampa sadar wajahki memerah


"Apa yang ini" dragon tersenyum menunjukan jepit rambutnya.


"Iya... Iya... Iya... Benar yang ni" aku gembira melihat jepit rambut itu.

__ADS_1


"Kalau begitu biar aku pasangkan"


Dragon memasangkan jepit rambut tersebut.


"Hah..." wajah ku memerah.


"Aroma tubuhnya... Harum seperti farpum yang mewah, menenangkan sekali" gumaku dalam hati.


"Sudah sele...sai...


Lah, dia malah tertidur, mungkin ia lelah


Sudah waktunya istirahat ya, hemm..." dragon hanya tersenyum


Mengangkat ku ketempat tidur.


"Uhuk...." candis terbatuk batuk.


"Kenapa aku batuk terus ya, perasaan ku ada yang kosong dalam jiwa ku,


Apa ini karena..." guma candis dalam hati


"Tuan anda lagi memikirkan apa, kenapa anda terlihat gelisah" tanya zahu.


"Em... Aku lagi memikirkan dia, yang sempat membuat hatiku gelisah jika dia tidak berada disisiku" jawab candis yang membingungkan zahu, tapi zahu mencoba untuk memahaminya.


"Tuan kelihatanya anda bukan sakit biasa" ucap zahu.


"Terus aku sakit apa?" tanya candis.


"Kelihatanya anda lagi terkena demam


Malarindu..." ucap zahu dengan


Lantang.


Perf... Amoo ingin tertawa tapi ditahan


"Malarindu..." suara candis yang seperti ingin membunuh orang.


"Eh...kok suasananya berubah ya...!" perasaan zahu yang tidak enak.


"Habislah kau zahu, tuan pasti tidak akan memaaf kan mu, kau seperti sedang mengalih kuburan mu sendiri" ucap amoo menakut nakuti zahu.


"Apa benar aku terkena penyakit malarindu" perkataan candis yang membuat terkejut amoo dan zahu.


"Eh..." amoo dan zahu tercengang karena jawaban yang diberikan


Perf... Zahu ingin tertawa tapi ditahan lagi karena mendengar jawaban itu.


"Eh... Tuan mana ada yang namanya demam malarindu, zahu hanya mengarang penyakit itu" jelas amoo.


"Hahaha... Tuan, apakah tuan tidak menyadari kalau tuan jatuh cinta pada gadis itu, dan coba tuan lihat gadis itu pergi tuan merasa ada belahan jiwa yang hilang ada yang tidak lengkap, jika gadis itu dekat sama laki laki lain, tuan pasti cemburu, bahkan sampai mengila gila karena cemburu..." perkataan zahu yang terpotong.


"Tuan, jangan biarkan dia merasuki tuan..." ucap amoo menutup mulut zahu.

__ADS_1


Tangan zahu melekat dimuka amoo, menghalangi ia bicara.


"Zahu apa yang kau lakukan" amoo mulai kesal.


__ADS_2