
candis dan zahu melompat turun Ke jurang dan amoo mengantar mereka pulang kerumah.
Sedangkan ditempat lain.
"Ratu semua yang anda perintahkan sudah saya lakukan, sekarang wanita itu sudah terluka parah, saya buat dia terjatuh kejurang dan melindungi tempat mereka dengan mantra sehingga mustahil untuknya keluar" ucap anak buah ratu.
"Bagus sekali..." ucap ratu.
"Apa ada perintah lainnya..." ucap anak buahnya
"Istirahatlah dahulu nanti aku akan perintah kamu" ucap ratu.
"Em... Ah... Punggungku kenapa sakit sekali" ucapku kesakitan.
"Rio... Jangan banyak banyak bergerak nanti lukanya terbuk lagi," ucap qiqi menahanku.
"Qiqi... Kita ada dimana?, apa yang terjadi?" tanyaku.
"Aku juga tidak tau kita ada dimana!" ucap qiqi.
"Qiqi terima kasih, sudah menyelamatkanku" ucaku.
"Sama sama, kau juga pernah menyelamatkan ku" ucap qiqi.
Candis dan amoo mencari menelusuri jurang sampai sudut sudut jurang, bahkan mereka berpencar mencarinya, tetapi tetap saja tidak ketemu dan mereka terus mencari.
Sedangkan amoo masih diperjalanan mengantar mereka, kulici yang berjalan terus
Tiba tiba...
Tak... Kesandung batu dan kakinya terkilir.
"Aaauuu..." kulici kesakitan.
Melihat itu tabib mo memeriksanya.
"Hanya terkilir, gana(amoo)pegang dia dan biar aku luruskan, kulici tahan ya..." ucap tabib mo.
__ADS_1
Tabib mo memegeng kakinya beriap siap meluruskan...
1... 2... 3... Tak...
"Aaa..." teriak kulici dan mengigit tangan amoo.
"Aaaa... kenapa kau mengigitku," teriak amoo terkejut dan kesakitan.
"Sudah gana(amoo) kamu gendong dia, tidak mungkin dia berjalan" ucap tabib mo.
Amoo pun berjongkok menyuruh kulici untuk menaiki dipunggungnya.
"Sini, ayo naik" ucap amoo.
"Em... Aku bisa jalan sendiri" ucap kulici.
"Yakin!" amoo yang tidak percaya.
"Yakin..." kulici bertekat.
"Aaahhh..." teriak kulici.
"Jadi apa masih mau berjalan sendiri, jika tidak aku beri tumpangan" tawar amoo membungkukan badan menyuruh kulici naik. mau tidak mau kulici pun
Akhirnya kulici pun mau menaiki punggung amoo.
"Maaf merepotkan" ucapvkulici.
"Tidak apa..." ucap
Amoo kalem.
"Rio apa kamu lapar?" tanya qiqi.
"Iya... Aku lapar," jawabku.
"Ini buah," unjuk qiqi.
__ADS_1
"Hah... Serius ini bisa dimakan?" tanyaku ragu.
"Iya, kami disana sering sekali makan makan ini dan ini jarang sekali tumbuh didesa kami" jawab qiqi.
"Masa sih bisa dimakan" tanyaku dalam hati.
Bentuk buahnya seperti terong berwarna merah ke ping pingnan seperti berkelip kelip, awalnya aku tidak mau makan tapi karena aku penasaran sekali, ya aku memakanya, aku kira rasanya tidak enak tapi setelah dimakan rasanya manis luar biasa, enak sekali.
"Bagaimana apa rasanya enak?" tanya qiqi.
"Em... Manis sekali, tapi enak kok" jawabku.
"Apa kua baru pertama kali memakan ini" tanya qiqi.
"Ya aku baru pertama kali memakannya" jawabku.
Setelah makan aku perhatika sekitarku, serta mennelusurinya.
"Tempat ini seperti pernah ditempati oleh makhluk lain, dindingnya menjulang tinggi sekali dan aku tidak mendengar suara apa apa saja diluar dan disini seperti kedap suara" gumaku dalam hati.
begitu juga hari berikutnya,
Aku berjalan
Menelusuri dinding dindin itu, saat aku menyentuh dinding dan menjauhkan dari tanaman akar gantung, saat semua sudah aku bersihkan barulah kelihatan kalau ada gambar gerakan dan tulisan.
Aku terus memperhatikan gambar dan tulisan itu, berhari hari aku memahami nya baru terlintas dipikiranku kalau, gambar ini seperti jurus rahasia, aku pun mencoba memahami kata perkata yang berada didinding itu, dan aku mengikuti gerakan gerakan yang ada di dinding dan menghapal mantra mantra setiap hari aku mengulanginya sehingga aku menghapalnya, dan qiqi hanya melihatku berlatih gerakan, dan mantra itu setiap hari.
Entah berapa hari kami sudah berada disini?.
"Tuan sudah 1 minggu kita mencari dab mengelilingi setiap sudut sudut, tapi tidak ada juga tanda tanda keberadaan nona, lebih baik kita istirahat sebentar, jangan memaksakan diri tuan" ucap zahu.
"Kau benar kita sudah 1 minggu mengelilingi tempat ini tapi tidak ada tanda tanda, baiklah kita istitahat" ucap candis.
Sedangkan amoo dan lainnya masih
Khawatir kepada kami karena kami belum juga pulang.
__ADS_1