I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 73


__ADS_3

Matahari kembali keperinduaanya menandakan Hari mulai malam,


Suasana pemandangan disore hari yang indah, warna jinga menghiasi langit langit sore, burung burung berterbangan kembali kesarangnya, sebahagian penduduk kota senjata juga sibuk kembali ketempat tinggal mereka.


6 mata ku bicara dengan mereka,


menayakan kemana perginya mereka semalam tapi dragon tidak menjawab apalagi candis.



Kemana perginya mereka semalam?,


Semalam waktu aku berbincang bincang dengan tota mereka berdua tiba tiba saja menghilang,


"Hem... Candis, dia angun , ya!...," puji dragon mengenai diriku.



"Sulit untuk aku akui, kau benar dia angun


Tapi aku tidak suka kau mendengarnya dari mulutmu," sahut Candis.


Dragon hanya menyerungai.



"Sepertinya aku mengenal aura ini, tapi siapa kenapa auranya tidak asing bagiku," guma candis merasakan aura dragon.


"Sepertinya dia sudah mulai curiga,


Pancing terus, ah... Biar keluar, tuh...," guma dragon.



"Rasa rasanya aku pengen setiap hari dedekatnya, membelai rambutnya, mencubit pipinya,..." dragon memancing candis. Candis yang mendengar ocehan dragon itu, mengengam erat tanganya, dan candis mengigit bibirnya.



".... Apa lagi kalau,


Kiss...," bisik dragon melirik kearah candis, kadaan menjadi suram aura hitam keluar dari tubuh candis, aura itu mengelilingi dragon, mata candis yang merah menyala itu menatap dragon dengan tajam, perasaan dragon mulai tidak enak, aura itu semakin kuat dan tiba tiba aura itu membawa dragon pergi kesuatu tempat, dragon tak bisa kabur lagi, dan terseret ikut kesuatu tempat.


__ADS_1


"Apa kau bilang tadi, kiss...


Cari mati kau," ucap candis dengan nada yang dingin bagaikan jarum es yang menusuk tulang.


Bussss..... Mereka hilang tempat yang sanagt gelap, mata candis yang merah menyala itu terlihat sangat jelas dragon sendiri merasa takut samapi sampai membuatnya gemetar ketakutan sampai ketulang tulang, dan lagi tangan candis dengan cepetnya menangkap leher dragon, dan mencekiknya.



"Egh... Tuan ini hamba,


Zahu...!," ucap zahu menahan sakitnya cekikan itu, jadi dragon kawe yang beberapa hari bersama kami adalah zahu,


Zahu menyamar menjadi dragon untuk apa?,


Mendengar itu candis segera melepaskan cekikanya,


Ohok ... Ohok... Zahu terbatuk batuk memegang lehernya.



"Zahu... Suai saja aku merasa tidak asing dengan auranya," guma candis.




"Itu... Ah itu, hahah...,


Tuan ada berita yang perlu hamba sampaikan," ucap dragon mengelihakan topik pembicaraan.



"Jangan membuat aku kesal, zahu...


Aku tanya sekali lagi, Kenpa kau menyemar menjadi dragon?," ucap candis kesal mengerutkan dahinya.



"Em... Itu... Iseng tuan ," Jawab zahu dengan pelan.


Hehehe... Zahu tertawa ketakuatan,


takut kalau tuanya marah.

__ADS_1


"Tuan, nona dimana?," tanya zahu.



Ekpresi zahu langsung berubah menjadi panik karena meningalkan aku sendiri ditempat tota.


Candis hanya menghela napas, dan langsung membawa zahu kembali ketempat tota,


Busss.... Mereka menghilang langi, dan muncul kembali ditempat tota, ketika sampai disana hari sudah larut malam, candis bertanya kepada tota dimana kau, "dimana kasturi?,"


lalu tota menjewab "dia sudah kembali ke penginapan",


Dengan waktu sedetik saja candis samapai ditempat penginapan disusul dengan zahu. Saat candis ingin membuka pintu, zahu menahan candis.



"Tuan ada yang ingin hamba samapaikan, tentang tamu yang tak diundang itu...," ucap zahu.


Zahu membisikkan perihal tersebut kepada candis.



Singkatnya seperti itu.


mereka pergi kesuatu tempat entah diamana itu, yang memiliki waktu berbeda


satu jam ditempat itu sama dengan setengah hari disini.



Hah... Aku menarik napas panjang


Mendengar jawaban dari mereka berdua,


Ketika aku menanyakan kemana mereka semalam mereka berdua tidak menjawab,


aku juga tidak mau terlalu kepo dengan mereka dan menyudahi introgasi.



"Untuk apa aku terlalu kepo dengan mereka yang terpenting sekarang adalah menyelesaikan masalahku, bagaimana aku bisa menyelesaikan masalahku, aku harus mulai dari mana dahulu," guma ku, berpaling meranjak keranjang.


Saat aku tertidur zahu pun kembali keistana kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2