
aku pun meminum ramuan itu, setelah meminumnya...
tidak terjadi apa apa dengan ku,
apa ramuan ini manjur.
"apa ada perasaan aneh?" tanya candis.
"tidak..." jawabku.
"kenapa ramuanya tidak bekerja?
ah... apa mungkin ramuan ini gagal." guma candis dalam hati.
"apa aku sudah beribah" tanyaku.
aku membuk mataku , lalau aku meraba raba tubuhku, masih tetap sama
"itu... belum sama sekali," ucap amoo.
"amoo kau pangil tabib mo, dan bawa dia kesini?" perintah candis.
"wah... wah... tabib itu berani main main sengab tuan ya?" guma zahu dalam hati.
aku masih bingung, dan aku ditarik oleh zahu masuk kedalam.
"nona masuklah dan duduklah dahulu" tawar zahu.
aku pun menerima tawaran zahu.
"nona aku dan amoo ingin minta maaf kepadamu, gara gara kami anda berubah menjadi begini" ucap zahu.
"gara gara kalian, maksudnya" tanyaku kebingungan.
"waktu anda melihat tuan dengan 2 gadis yang merayu tuan itu adalah aku dan amoo,
saat itu, tuan terlintas dihatinya untuk menyatakan perasaanya tapi tuan tidak bisa mengatakannya, jadi aku dan amoo membantu tuan untuk melatih mengtakannya,
dengan cara kami menyamar menjadi wanita, awalnya berjalan lancar,
tapi amoo terlalu berlebihan dan pas sekali anda melihat kejadian itu,
jadi kami meminta maaf atas kejadian itu" jelas zahu.
"oh... jadi begitu, itu juga salahku aku terlalu terbawa berasaan" ucapku.
__ADS_1
"tapi bagimana kalian tahu kalau aku berubah menjadi laki laki? " tanyaku.
"awalnya akubjuga tidak tau tapi aku tau setelah tuan yang memberitahuku...
dan aku minta maaf sekali lagi karena telah membuat anda ditertembak anak panah" ucap zahu.
tap... suara langkah amoo.
"tuan tabib mo dan nyonya sedang pergi keistana kerajaan untuk memenuhi undangan raja" ucap amoo.
"ah... bagaimana kalau kita minum arak untuk merayakan kembalinya nona,
aku dapat arak kualitas bagus di toko seberang" ucap amoo.
amoo menyurahkan arak itu kedalam gelas, tapi candis melarangku untuk meminumnya,
"lebihb baik kau sekarang tidak usah minum dahu keadaanmu kurang baikan" ucap candis.
tiba tiba saja kulicu datang...
"tuan bukan kah, hamba menyuruh anda untuk istirahat" ucap kulici yang tiba tiba datang.
"gana jangan ajak tuanku minum arak, keadaannya lagi tidak sehat" ucap kulici.
"tuanmu bahkan belumnminum sedikitpun trnanglah" ucap amoo.
"tenang ... tenang..." kulicu marah marah.
kami melihat mereka berdebat
sambil minum arak,
yah... aku juga ikut minum.
setelah mereka puas berdebat,
Hari pun sudah malam.
untung kulici memasakan kamu makanan,
saat amoo ingin ikut makan tapi kulici tidak membolehkannya.
"hy! siapa yang menyuruh mu untuk ikut makan" larang kulici.
__ADS_1
"kenapa aku tidak boleh ikut makan ?" tanya amoo.
"karena gara gara ku, tuanku ikut minum arak" ucap kulici.
"tapi dia kan hanya minum sedikit, masa tidak boleh" ucap amoo.
"justru itu..." perkataan kulici tidak didengar amoo.
"kulici, biarkan gana ikut makan bersama sama" pintaku dengan kulici.
"hem... apa boleh buat, ayo gabung dengan kami" ucap kulici.
"ini hanya karena tuan saja aku mau mengajak dia, kalau bukan aku biarkan saja dia mati kelaparan" guma kulici dalam hati.
"ha... terimakasis, selamat makan semua" ucap amoo.
kami pun menyantap makanan bersama.
sedangkan ditempat lain.
tabib mo dan nyonya dalam perjalan pulng kerumah, nyonya yang melihat suaminya itu, termenung terus, kemudian menanyakan ada apa sebenarnya.
"hem... apakah ramuanny sudah digunakan" guma tabib mo dalam hati.
"suamiku kenapa ku dari tadi kelihatan murung sekali, apa ada sesuatu yang kau pikirkan?," tanya nyonya.
"aku hanyavmemikirkan ramuan yang aku buat itu?" jawab rabib mo.
"kenapa, apakah ramuanya ada kesalahan?" tanya nyonya.
"tidak," jawab tabib mo.
"lah terus kenapa?" nyonya bertannya lagi.
"kalau saja ramuanya tidak bekerja nanti, nyawa kita sebagai taruhannya" jelas tabib mo.
__ADS_1