
Setelah beberapa hari ditempat ini, dan dia mengajak aku kesana kesini, memberi tahu ku banyak hal.
Dan inilah yang aku tunggu tunggu yaitu
Festival bunga teratai...
Yeee.... Festival bunga teratai ternyata mengasikan juga, jalanan dipenuhi dengan kerumbunan mahkluk mahkluk mitologi, dan banyak aktrasi aktrasi yang menarik, tapi sayang nya aku hanya bisa melihat sekali lalu saja, karena aku dibawa pulang keistana kerajaan,
"Hah... Sebel banget sih!, kenapa harus kembali keistana, kenapa tidak menetap disana beberapa hari lagi,…." ngomel ngomel dalam hati.
"Kenapa dari tadi diam terus".
"Hem... Tidak ada apa apa"
Selama perjalanan menaiki kereta kuda laut yang tak pernah sama sekali aku menaiki kereta ini, merupakan pengalaman yang tak terlupakan.
"Hem... Malam ini akan menjadi pertunjukan yang menatik, sekali. Sekaligus akan menjadi sejarah. Hahahaha..." suara tawa yang lepas.
"Tuan!, anda benar malam ini akan menjadu malan kemenangan tuan dan akan menjadi malam yang bersejarah"
Ucap penasehat.
"Setelah sekian lama aku menunggu malam ini, dan aku berharap ada lawan yang lebih menarik, untuk malam ini" tersengai.
Suara ribut ribut prajutinnya bersorak sorak dan mengangkat senjata seperti siap untuk bertempur.
"Em... Malam ini masa hukuman ku habis, hari yang ku tinggu tunggu akhirnya tiba juga" guma candis dalam hati.
"Tuan malam ini malam yang ditunggu tunggu, apa yang akan tuan lakukan selanjutnya, setelah terbebas dari hukuman ini" ucap amoo.
Candis hanya diam... Tak berkutip sedikit pun dan memandang jendela dengan pandangan kosong
"Tuan apa tuan juga akan menghadiri acara festival bunga teratai malam ini, katanya ada gadis gadis cantik yang akan menghibur , aku dengar festival ini. Festival besar besaran dan tak tangung tanging para dewa dewi juga menghadiri festival itu, " zahu yang tiba tiba menanyakan itu, jangsung kena senprot dengan amoo.
__ADS_1
"Dipikiran mu itu apa cuma ada perempuan dan cinta cuman apa tidak ada yang lain lagi" amoo memarahi zahu.
"Apa. "Apa urusanya dengan mu," melotot.
Amoo senakin kesal dengan perkataan zahu
Tiba tiba ....
"Kalian berdua keluarlah, aku ingin istirahat kalian berdua terlalu berisik" bicara dengan nada yang mrngerikan.
Akhirnya zahu dan amoo keluar dari tempat itu dan meningalkan candis sendirian.
"Ternyat bonekaku tidaj ada gunanya, sampah, sudah 1 bulan lebih tapi tidak ada perkembangan, dan lagi sampai membuat mereka mesra mesraan lagi, kalau begitu
... Jika kasturi tidak bisa ku bawa pulang malam ini maka, jangan harap kamu bisa hidup" guma dalam hati.
"Hem... Ternyata ada yang coba coba bermain main dengan keponakanku, siapa dia, apa mau dia sebenarnya" ucap ryujin dalam hati.
"Hem... Paman apa... Kenapa paman ada disini" mengucak ngucak mata.
"Paman apa kakak sudah pulang"
"Em... Kakak mu lagi diperjalanan pulang"
"Hore... Benarkah berarti malam ini aku bisa merayakan festival bunga teratai bersama kakak dan paman" kegirangan.
"Hy!, bangun kita sudah sampai"
"Em... Sampai dimana,?" kebingungn.
Efek dari menunggu.
Saat aku keluar dari kereta itu dan melihat semua tersusun sangat rapi dan bersih sekali, semua pelayan sibuk menyiapkan ini itu, merapikan ini , itu.
__ADS_1
"Sebebarnya festival bunga teratai spenting apa?"
Mendengar ucapan itu.
Cetak... Guci terjatuh karena lepas dari tanggna pelayan.
Semua pelayan berhenti berkerja dan menatapku dengan sensitif, dan tercengang cengang, suasana menjadi hening.
Dan expresi dragon berubah dratis dari tadinya ceria menjadi cemberut.
Aku merasa cangung.
"Apa aku salah mengatakan itu?". Bertanya tanya dalam hati.
"Em... Apa aki salah?"
"Ya! Kau sangat salah" ucap dragon dengan nada dingin.
"Semuanya lanjutkan bekerja dan abaikan saja perkataan tadi"
Semua pelayan melanjutkan pelerjaanya. mengengam erat tangnku dan menarikku kesuatu tempat.
"Apa kau tau barusan kau bilang apa ?"
Cara bicaranya pun beribah.
"Tidak, apa salah ku?"
"Salah mu...."
Dragon menceritakan semuanya
Tentang festival bunga teratai,
__ADS_1
Aku memahami itu dan langsung minta maaf kepada para pelayan atas bicaraku tadi, ternyata festival itu sangat beharga sekali bagi penduduk mahkluk disini.