
Jadi aku putus kan untuk...
Menolongnya
Aku beranjak dari tempat dudukku menuju dewa tersebut,
Aku menjulurkan tangan ku, untuk membantunya berdiri, dia pun menerima bantuanku, tapi tetap saja semuanya menyorainya dan menyebut nyebutnya,
"Wah... Lihat tuh, dia tak bisa menari lagi"
"Yah... Emang tarianya awalnya bagus tapi tetap saja tariannya akhirnya gagal"
"Idih... Mengecewakan sekali"
"Membuat malu saja"
"Halah... Yang mulia jadi kecewa"
Ribut ... Ribut...
"Em... Maaf yang mulia hamba tak bisa lanjut lagi" membungkuk.
"Em... Baiklah, kau pergilah ketabib untuk obati kakimu"
"Baik yang mulia"
"Em ... Yang mulia izinkan hamba mengantikanya," ucapku dengan gugup.
"Hah... Ap yang barusan ia katakan"
Semua tamu yang ada disekitar semuanya terdiam.
"Em... Boleh lah, tapi kalau tidak bagus nanti kau malu sendiri" ucap yang mulia.
Dewa yang aku tolong tadi terdiam dan kembali ketempat duduknya.
Musikpun segera damainkan.
"Wah... Dari musiknya aku ini seperti musik balet" bicara dalam hati.
yah... Untung aku pernah menarikan tarian ini, aku mengikuti alunan musik dan terus menari,
Aku tak menghiraukan para tamu dan terus menari, apa yang mereka katakan aki tak peduli.
Aku terus menari dan gerakan yang sulit berputar putar berapa kali, dan melompat dengan kaki lurus dan akhirnya aku berhenti menari dan musiknya juga berhenti dengan pelan, setelah berhenti aku baru menyadari kok sunyi sekali,
Para tamu tercengang cengang dan keluarga kerajaan juga sama, kue yang ingin dimakan terjatuh.... Tak...
"Hah... Kenapa diam semua ya, apa tarianku tadi tidak bagus, apa tarian ku lucu," guma ku dalam hati.
Tiba tiba...
Plok... Plok... Plok... Suara tepuk tangan yang meriah, mereka semua terkagum kagum.
"Wah... Hebat... Hebat... Hwbat sekali"
"Menakjubkan"
"Wah... Keren"
Semua memuji...
Bahagianya...
Bahkan dewa yang kutolong itu pun memuji.
"Wow... Tarianmu sunguh menakjubkan, aku tak pernah melihat tarian yang separti itu" memuji.
"Bagus.... Bagus... Aku terhibur dengan mu, dan yang lainnya hahaha..." ucap yang mulia.
"Kalu begitu aku akan memberikan mu hadiah"
__ADS_1
"Wah... Hadiah" guma dalam hati.
Para pengawal memberikan hadiah itu.
"Itu adalah tongkat yang aku suka, aku berikan kepadamu" ucap yang mulia.
"Em... Terima kasih yang mulia" menunduk.
Dan Aku kembali ketempat dudukku.
"Wah... Kakak ternyata kakak bisa menari juga ya" ucap yusi.
"Wah... Ternyata gadis yang disukai tuan,
ternyata hebat juga, tuan memang tidak salah memilih, good job tuan" guma zahu dalam hati.
Sedangkan dragon tersenyum senyum
,
"Yang mulia sudah saatnya..." bisik penasehat.
"Baik lah kalau begitu"
Acara festival bunga tratainya dimulai dan dimuali dengan pelepasan lampion tratai khusus, nanti lampion teratai itu akan muncul dipermukaan air.
Aku bahagia dapat menerbangkannya juga dan aku mengucapkan permohonan.
Saat lampion itu beterbangan...
Entah mengapa...
"Sudah saatnya, ya"
Semua prajurit dan para dewa, para tamu kebesaran tiba tiba semuanya menyerang
Raja, raja yang menyadari itu langsung menghindar,
Dan scylia membuka semaranya
Dia menyerang raja.
Dan kenapa para dewa, dan raja raja semuanya menyerang,
Aku bingung dan Aku tak tau harus ngapain semua penduduk lari bersenbunyi, dan aku pun membawa yusi bersembunyi.
Sedangkan dan pamannya menyerang semua bawahan scylia.
Tapi zahu dia malah duduk santai dan menikmati arak.
"Hy! Kakak apa kau suka dengan kejutan ku?"
"Apa ini semua ulah mu?"
"Ya, aku yang melakukan ini semua"
"Bagaimana kau melakukanya"
scylia menyergap menghiknotis semua prajurit kerajaan dan menjadi tunduk kepadanya, dan para dewa, kebesaran kerajaan lainnya juga merupakan anak buahnya scylia. Bagaiman ia melakukan ini.
"Aku menyusruh anak buahku untuk mengambil dan memusnahkan undangan yang kau kirim, hahaha"
"Apa..." yang mulia terkejut.
"Paman ... Sudah berkali kali kita menyerangnya tapi, mereka tetap tidak mati, bahkan almasih bergerak" ucap dragon.
"Mereka bukanlah mahkluk biasa"
Ayah nya yusi masih
Bertarung dengan scylia, dan zahu yang hanya duduk santai itu kenapa tidak bergerak ikut bertarung sih.
"Aku tidak ada urusan dengan ini, aku hanya ingin melindungi gadis tuan hah..."
"Hahaha... Kakak sudah saatnya aku mengantikan mu menjadi raja,"
__ADS_1
"Agh... Aku tidak sudi kerajaan ini jatuh ditangan mu yang kotor itu"
"Dragon yang melihat ayahnya yang sudah lemah tak berdaya lagi untuk bertarung, dragon ikut membantu ayahnya.
Dan permaisuri juga bertarung, wah.... Jagi benar... Permaisuri ini.
Sedangkan aku dan yusi berlari menuju kekamar tamu dan Aku yang ketakutan bersembunyi dibawah tempat tidur bersama yusi.
Tapi... Tiba tiba...
Baaaaaa....
Kepala muncul diatas dan dia menarik kakiku,
Aku pun teriak.
Aaaaaaaaa.....
Zahu yang mendengar teriakan itu lamgsung menghilang dari tempat duduknya dan muncul dibelakang mahkluk itu, dan mematahkan lehernya.
" jangan pernah kau, untuk menyentuh gadis tuanku" suara zahu yang tenang tapi menusuk
Aku terkejut mendengar perkataan itu terkejut, siapa yang dia maksud.
"apa yang kau katakan sebelumnya" ucap ku.
"kau mau aku mengulangi perkataan ku"
"iya, bukan..." gagap gagap.
"jadi....".
" maksud perkataanmu tadi itu apa"
"yang mana?" pura pura lupa.
"lupakan lah..."
aku ingin membawa yusi pergi, tapi....
yusinya...
tidak ada
"kemana dia pergi"
"siapa?"
"anak kecil tadi, yang ada bersaamaku"
zahu kebingungan.
"kau tadi disini sendirian cuman"
"apa" terkejut.
aku meningalkan yusi,
aku pun jadi panik apa yang harus aku lakukan sekarang.
aku pun pergi keluar...
tapi...
zahu mengalangiku..
aku meronta ronta untuk keluar.
"untuk apa anda keluar, disini saja, aman"
"aku ingin mencari yusi"
"tidak usah dia bisa melindungi dirinya sendiri"
"em... aku tak perduli, pokoknya aku ingin menyelamatkan yusi, dan kau kenapa tidak membantu mereka"
"apa urusannya denganku, aku hanya melindungi kamu"
__ADS_1
aku sudah terlalu geram sampai sampai,
aku mengengem tangnku dan memukul zahu.