I'm to go world fantasy

I'm to go world fantasy
Episode 65


__ADS_3

Koga yang salah paham dengan amoo dan kulici.



"Hah... Istana ini sunguh buruk sekali,


Sama dengan raja, sama sama buruk" ucap koga mencemooh kekuasaan candis.



"Berani sekali dia menghina tuan,


Aku tidak akan biarkan ini terjadi,


Kau lihat saja aku akan meberi kau pelajaran" ucap zahu, memata matai koga.



"Hem... Aku bosan disini, kenapa ibu menyuruhku kesini, dan dimana kakak sudah 2 hari aku disini tapi kakak tidak kelihatan juga" kesal koga.



"Ah... Maaf, aku tidak bermaksud untuk melakukan itu" ucap amoo kepada kulici.


Tubuh kulici gemetar ketakutan,


Akibat kejadian tadi, karena kulici tidak pernah mengalami kejadian itu sebelumnya sehingga kulici agak teroma.



"Kau baik baik saja?" tanya amoo.


Tok... Tok... Suara ketukan pintu.


"Siapa?" tanya amoo.



"Ini aku zahu, apa boleh aku masuk" jawab zahu.



"Eh... Masuk,


Gawat jika zahu melihat keadaan kulici seperti ini pasti, dia pasti salah paham" guma amoo dalam hati.



"Aku masuk ya!" ucap zahu memasuki kamar amoo.



"Ah... Gawat" guma amoo.



"Amoo kau...


Dia kenapa?" tanya zahu, melihat kulici seperti ketakuta.



"Itu... Itu... Dia..." ucap amoo gagap


.


"Apa yang kau lakukan dengan dia?" tanya zahu kepada amoo.



"Aku tidak tidak bermaksud melakukan itu" jawab amoo.


__ADS_1


"Sebenatnya apa yang terjadi, jelaskan dengan ku?" tanya zahu.



Amoo menjelaskan apa yang terjadi kepadanya dan kulici pagi ini,


"Oh... Jadi begitu, " ucap zahu.



"Kalau begitu, biar kan dia tenangkan dirinya, dan kau ikut aku ada yang ingin aku bicarakan kepada mu" ucap zahu.



"Baiklah, ayo kita bicara diluar" ajak amoo.



Zahu dan amoo pergi meninggalakan tempat itu.


Sedangkan ditempat lain.



"Hem... Apa yang lucunya tadi, kenapa kau malah ketawa melihatku" tanyaku kepada candis.



"Haha... Bagaimana tidak, aku tidak ketawa, senjata yang kau maksud itu aneh sekali, dan tota seperti kebingungan dengan senjata yang kau maksud?" ucap candis.



"Ha... Senjata yang aku inginkan aneh katanya" gumaku dalam hati.



"Apa kau kesal?" tanya candis.




"Tidak memberitahuku, nanti dia akan membuat senjataku seperti apa?" ucapku panik.



"Tidak usah panik dia pasti akan membuatkan, senjata yang cocok dengan mu" ucap candis.



"Tapi kenapa, toko tota jauh sekali dari kota dan


terpencir?" tanyaku.



"Itu karena kemauannya sendiri," jawab candis.



"Apa maksud mu, dia mengasingkan diri seperti itu, kau bilang kemauannya sendiri," tanyaku.


"Benar..." jawab candis.



"Bagaimana mungkin, dia seperti itu, hanya membuat senjata seumur hidup ditempat yang seperti itu, bahkan lokasinya pun mungkin akan jarang diketahui orang"



"Mungkin saja" jawab candis santai.


"Apa kau mengetahui sesuatu," tanyaku.

__ADS_1



"Kenapa kau ingin sekali mengetahui urusan dia?" candis berbalik nanya.



"Kareana aku hanya penasaran!" jawabku polos.



"Apa kau mengetahui sesuatu?


Tentang dia" tanyaku.



"Ya, aku mengetahui seauatu" jawab candis.



"Kalau begitu ceritakan kepadaku" pintaku.


"Nanti saja..." ucap candis.



"Ala... Baiklah malam nanti bagaimana?" pintaku.



"Seterah kau!" jawab candis


Benarkah," ucapku senang.



"Sekarang kita mau kemana?" tanyaku.



"Kita jalan jalan" jawab candis.


Candis membawaku jalan jalan mengelilingi kota, melihat pertunjukan bela diri jalanan, musik jalanan, dan yang lebih menarik lagi banyak makanan dijual, aku mencicipi makananya satu persatu, dan candis awalnya tidak mau makan, tapi setelah aku paksa dia makan, akhirnya dia pun mau makan.



"Aaaa..." ucapku menyuapi candis, awalnya dia menolak tapi akhirnya dia menerimanya.


Deg... Deg... Jantung candis berdetak kencang.



"Perasaan apa ini, kenapa rasanya senag sekali, masalah yang membebaniku terasa hilanh semua" guma candis dalam hati.


Sedangkan ditempat lain.



"Em... Ternyata koga sudah datang, apa ini saatnya aku berhenti menyamar," guma azu dalam hati.



Sss... Azu berubah kembali menjadi dirinya yang sebenarnya.



"Hah... Ternyata dia yang selama ini menyusup ke istana, sekarang sudah membuka topeng," ucap zahu, mengintai dari jauh.



"Tak sia sia kita mengintai dia selama ini," ucap amoo.


__ADS_1


__ADS_2