
Kulici menemui candis, dan membicarakan sesuatu kepada candis, aku yang menguping pembicaraan mereka tidak berapa mendengar betul pembicaraan mereka.
"Apa yang mereka lakukan diluar sana?" tanya candis.
"Mereka hanya berjalan jalan seperti biasa dan bicara seperti biasa..." kulici menceritakan apa apa saja yang ia lihat dan ia dengar.
"Jadi kelinci yang aku tangkap dan aku bawa jalan jalan itu kulici, dan kulici menceritakan semua yang terjadi tadi,
Jadi maknenye kulici memata matai aku," gumaku mengeleng geleng melangkah mundur, saat aku memalingkan badan...
Brukkk... Aku menabrak makhluk penjaga istana, aku terjatuh sedangkan makhluk itu
Masih berdiri tegap, aku bergegas berdiri dan meningalkan tempat itu, dengan cepatnya aku berlari menuju kamarku.
Beberapa jam yang lalu saat aku terjatuh dari jendela candis ada disana juga, ia ingin menyelamatkanku tapi tertahan karena azu sudah duluan menangkapku, dan kebetulan sekali saat itu amoo dan kulici sedang berkejar kejaran Merebut makanan, kulici menerjang amoo sampai membuat amoo tejatuh dan makanan yang ia bawa terpelanting kemuka candis,
Crasss...
Candis hanya diam saja, diamnya candis ini yang membuat amoo ngeri,
Zahu yang berada disamping candis mengoreskan jempolnya kelehernya memberi isarat 'matilah kau'.
Amoo dengan segera bertegu lutut meminta ampun.
"Tuan... Maafkan kami... Maafkan kami..."
"Hah... Tuan maafkan kami..." kulici menghampiri amoo dan langsung meminta maaf.
"Amoo..." suara candis yang mengerikan itu keluar.
"I-iya tuan," amoo yang menjawab dengan gugup.
"Aku perintahkan kau untuk mengikuti mereka," perintah candis berjalan meningalkan mereka.
__ADS_1
"Kulici kau berubah menjadi kelinci dan ikuti mereka," perintah amoo.
"Apa... Kau meminta aku menjadi kelinci, tuan memerintah kau bukan aku," kulici menolak dan segera pergi.
Amoo menarik tangan kulici dan berkata "kau yang menendangku jadi kau juga harus bertangung jawab."
"Aku bilang tidak ya tidak..." sahut kulici.
Mereka berdua Berdua bertengkar, zahu yang melihat meka bertengkar mencoba meleraikan
"Hy... Kalian mau bertengkar berapa lama, mereka sudah pergi,"
mereka serempak bilang " diaaaammm."
"Kalau kalian kena marah lagi bukan salahku lagi aku sudah memperingati kalian," zahu pergi meningalkan mereka.
Dengan terpaksa kulici berubah menjadi kelinci dan amoo yang memantau dari jauh.
Pengawal itu memasuki tempat itu dan memberitahu candis kalau dia bertemu dengaku. kulici, amoo, dan zahu mendengar perkataan penjaga itu ekpresi mereka berubah menjadi cemas, mereka bertiga melirik candis,
Candis langsung menghilang dari tempat duduknya.
Aku mendorong barang barang dikamarku sehingga menumpuk menghalangi pintu.
"Hah... Dengan begini candis tidak akan dapat masuk," gumaku menepak nepuk tangan.
Aku lupa saat itu kalau candis mempunyai kekuatan untuk berpindah dimensi.
"Kenapa barang barang dikamarmu ditumpuk didepan pintu?" suara yang terdengar dekat ditelingaku.
"Haha... Agar ia Tidak bisa masuk!" ujarku.
"Siapa?" suara itu terdengar jelas ditelingaku.
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan caaaaaa..." saat aku membalikan badan, aku terkejut sampai tidak bisa melanjutkan perkataanku lagi.
"Heheee... Ca.. Candiiisss," gumaku.
Aku tersenyum lebar melihat candis.
"Tuan kemana?" tanya amoo.
"Janganlah kau banyak tanya kalau tuan tiba tiba menghilang begitu setelah nama nona disebut ya, Tentu saja tuan menemui nona!
itu saja kai tidak tahu," jawab zahu.
"Nona apa dia mendengar perkataanku tadi.
Aduhh... apa nona marah kepadaku ya," guma kulici melamun khawatir.
"Kulici... kulici..." amoo melambai lambai.
kulici tidak mendengarkan perkataan amoo
Pak... Amoo menepak bahu kulici.
Kulici yang terkejut dengan cepatnya kulici menarik tangan amoo dan langsung membanting amoo kelantai.
brakkkk...
"aaaauu... sakit," amoo mengelus elus bokongnya.
kulici pergi meningalkan amoo dan zahu.
"em... dia perempuan yang membingungkan,
betulkan zahu," amoo menjulurkan tangannya meminta bantuan zahu untuk menariknya, zahu pun menarik amoo membantunya berdiri dengan tatapan mata yang tidak lari dari kulici.
__ADS_1